Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Site Bitcoin Lama Bernilai Ratusan Triliun Rupiah Bisa Dipecahkan AI dalam Waktu Dekat

M Nurhadi

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:47 WIB
Site Bitcoin Lama Bernilai Ratusan Triliun Rupiah Bisa Dipecahkan AI dalam Waktu Dekat
Ilustrasi Bitcoin [Unsplash/Bastian Riccardi]
baca 10 detik
  • Jefferies, melalui Christopher Wood, menghapus Bitcoin dari portofolio model karena ancaman teknologi komputer kuantum terhadap keamanan blockchain.
  • Komputer kuantum diperkirakan dapat memecahkan kriptografi Bitcoin dalam 10-15 tahun menggunakan Algoritma Shor untuk mengakses kunci privat.
  • Komunitas pengembang kini mengembangkan Kriptografi Pasca-Kuantum sebagai upaya mitigasi ancaman serangan komputer kuantum di masa depan.

Suara.com - Setelah sempat menjadi primadona di kalangan institusi keuangan sepanjang tahun lalu, ketangguhan sistem keamanan Bitcoin kini kembali memicu perdebatan sengit.

Kekhawatiran mendalam terhadap ancaman jangka panjang dari perkembangan teknologi komputer kuantum telah memaksa salah satu pakar strategi pasar global untuk mengambil langkah drastis dengan menarik diri dari aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Keputusan mengejutkan ini datang dari Jefferies, perbankan investasi global yang memiliki sejarah panjang selama 63 tahun.

Christopher Wood, Kepala Strategi Ekuitas Global di Jefferies, secara resmi menghapus Bitcoin dari portofolio modelnya.

Wood beralasan bahwa lompatan teknologi kuantum berpotensi merusak nilai fundamental yang selama ini dijunjung oleh ekosistem Bitcoin di masa depan.

Titik lemah yang menjadi pusat kekhawatiran adalah sistem keamanan blockchain itu sendiri.

Berdasarkan analisis dari perusahaan Chainalysis, diprediksi dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun mendatang, komputer kuantum dengan daya komputasi yang sangat kuat akan mampu memecahkan kriptografi kurva elips yang menjadi perisai jaringan Bitcoin.

Meskipun saat ini infrastruktur komputer kuantum belum sanggup membobol blockchain, perkembangan riset yang dilakukan oleh perusahaan raksasa seperti Google menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.

Prosesor kuantum masa depan diproyeksikan mampu melakukan komputasi ribuan kali lebih cepat dibandingkan superkomputer klasik yang ada saat ini.

baca juga

Secara teoretis, risiko terbesar datang dari "Algoritma Shor". Perangkat ini memungkinkan komputer kuantum tingkat lanjut untuk melacak dan menemukan kunci privat (private key) hanya bermodalkan kunci publik (public key) yang terekspos di jaringan.

Ancaman ini terutama menyasar alamat-alamat Bitcoin lama yang tidak aktif namun menyimpan aset dengan nilai kumulatif mencapai ratusan miliar dolar AS.

Selain itu, para pakar keamanan siber kini mewaspadai taktik "Panen Sekarang, Dekripsi Nanti" (Harvest Now, Decrypt Later).

Dalam skema ini, peretas dapat mencuri dan menyimpan data terenkripsi hari ini, kemudian baru membukanya beberapa tahun lagi saat teknologi perangkat keras kuantum sudah mencapai tahap matang.

Dalam laporan terbarunya yang bertajuk Greed & Fear, Christopher Wood menekankan bahwa kemajuan ini melemahkan klaim Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai (store of value) yang aman bagi investor jangka panjang, termasuk bagi pengelola dana pensiun.

"Muncul kecemasan yang kian nyata di komunitas Bitcoin bahwa realitas teknologi kuantum mungkin hanya tinggal beberapa tahun lagi, bukan lagi satu dekade atau lebih," jelas Wood.

Ironisnya, Wood sebelumnya dikenal sebagai pendukung awal Bitcoin di level institusi yang telah mengalokasikan 10% portofolionya ke aset digital sejak tahun 2020.

Upaya Kriptografi Pasca-Kuantum

Menanggapi ancaman ini, komunitas pengembang global kini tengah berpacu dengan waktu untuk merancang standar baru yang disebut Kriptografi Pasca-Kuantum (Post-Quantum Cryptography).

Inisiatif ini bertujuan memperbarui protokol jaringan agar memiliki ketahanan terhadap serangan komputer masa depan yang memanfaatkan prinsip mekanika kuantum.

Namun, tantangan teknis yang sangat berat menanti, terutama dalam melakukan pembaruan massal pada jutaan dompet (wallet) lama yang sudah lama tidak aktif.

Alamat-alamat statis ini dianggap sebagai titik terlemah yang paling rentan terhadap serangan masif di masa depan, yang berpotensi meruntuhkan standar keamanan perbankan digital hingga transaksi kripto dalam hitungan menit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:55 WIB

BTC Bidik Ambang USD100.000, ETH dan XRP Kompak di Zona Hijau, Sinyal Bullish?

BTC Bidik Ambang USD100.000, ETH dan XRP Kompak di Zona Hijau, Sinyal Bullish?

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:10 WIB

Saldo GoPay yang Hilang Ternyata Bisa Balik Lagi, Begini Caranya

Saldo GoPay yang Hilang Ternyata Bisa Balik Lagi, Begini Caranya

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Kulit Kuning Langsat Jangan Asal Pilih! Ini 2 Warna Cushion Skintific Terbaik Sesuai Review

Kulit Kuning Langsat Jangan Asal Pilih! Ini 2 Warna Cushion Skintific Terbaik Sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:31 WIB

Review Leave No One Behind: Drama Laga Kepolisian Berantas Kejahatan TPPO!

Review Leave No One Behind: Drama Laga Kepolisian Berantas Kejahatan TPPO!

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Ekspor BRI Peduli Sukses Antar Usaha Lokal ke Pasar AS

Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Ekspor BRI Peduli Sukses Antar Usaha Lokal ke Pasar AS

Bri | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:22 WIB

Sunscreen Scarlett Mana yang Water Based? Ini Varian dengan Formula Ringan dan Cepat Meresap

Sunscreen Scarlett Mana yang Water Based? Ini Varian dengan Formula Ringan dan Cepat Meresap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:18 WIB

Lucky Girl Syndrome: Motivasi Positif atau Harapan yang Terlalu Tinggi?

Lucky Girl Syndrome: Motivasi Positif atau Harapan yang Terlalu Tinggi?

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:15 WIB

Transaksi Saham Melonjak! Volume Perdagangan BEI Melejit 66,88% dalam Sepekan

Transaksi Saham Melonjak! Volume Perdagangan BEI Melejit 66,88% dalam Sepekan

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:11 WIB

Blibli Andalkan Teknologi Platform untuk Tingkatkan Pengalaman Belanja

Blibli Andalkan Teknologi Platform untuk Tingkatkan Pengalaman Belanja

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:10 WIB

Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang

Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Silent Parade: Misteri Pembunuhan di Balik Keheningan Warga Kota

Ulasan Silent Parade: Misteri Pembunuhan di Balik Keheningan Warga Kota

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:00 WIB

Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink

Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:00 WIB

×