- Bank Indonesia mencatat modal asing keluar total Rp12,55 triliun sepanjang 26 hingga 29 Januari 2026.
- Sebagian besar dana asing keluar bersumber dari pasar saham, yaitu sebesar Rp12,40 triliun jual neto.
- Dampak keluarnya dana asing ini menyebabkan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari Indonesia tembus Rp 12,55 triliun pada 26 Januari hingga 29 Januari.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan dana asing yang paling banyak keluar berasal dari pasar saham, sebesar Rp 12,40 triliun.
"Berdasarkan data transaksi 26 – 29 Januari 2026, asing tercatat jual neto sebesar Rp12,55 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp12,40 triliun di pasar saham dan Rp 2,77 triliun di pasar SBN, serta beli neto Rp 2,61 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Ramdan memaparkan, selama tahun 2026, hingga 29 Januari 2026, investor tercatat telah menanamkan dananya Rp 4,84 triliun ke pasar saham serta Rp 6,18 triliun. Akan tetapi, asing membawa kabur dananya Rp 100 miliar di pasar SBN.
![Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/17/69964-bank-indonesia.jpg)
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat meningkat dari 73,05 basis poin (bps) per 23 Januari 2026 menjadi 75,31 bps per 29 Januari 2026.
Keluarnya dana asing itu membuat nilai tukar rupiah melemah. Pada Jumat (30/1) pagi, rupiah berada di level Rp 16.770, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya, du level Rp 16,745.
dapun indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah ke level 96,28 pada akhir perdagangan Kamis (29/1).
DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama lainnya yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.
Baca Juga: IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun
Sementara, Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tercatat naik tipis menjadi berada di level 6,36 persen pada Jumat (30/1), dibandingkan Kamis (29/1) di level 6,35 persen.
Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,23 persen pada akhir perdagangan Kamis (29/1).