Profil Saham AYLS: Emiten yang Baru Saja Transaksi Akuisisi Jumbo

M Nurhadi

Minggu, 18 Januari 2026 | 10:50 WIB
Profil Saham AYLS: Emiten yang Baru Saja Transaksi Akuisisi Jumbo
Agro Yasa (PT Agro Yasa Lestari Tbk - AYLS)

Suara.com - PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) adalah perusahaan telah berdiri sejak 15 Februari 2010 ini dikenal memiliki posisi kuat dalam sektor penunjang infrastruktur dan perdagangan komoditas strategis.

AYLS resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Februari 2020. Sejak penawaran umum perdana (IPO) tersebut, perseroan memfokuskan lini bisnisnya pada desain, suplai, serta instalasi produk Geosintetik seperti geotekstil, geogrid, dan geomembran.

Produk-produk ini merupakan komponen vital dalam pembangunan jalan, bandara, rel kereta api, hingga proyek pertambangan dan perminyakan.

Lini Bisnis dan Diversifikasi Strategis

Selain fokus pada bidang teknik dan jasa geosintetik, PT Agro Yasa Lestari Tbk juga menjalankan kegiatan perdagangan aspal dan bungkil kedelai (Soya Beans Meal).

Diversifikasi ini memungkinkan perseroan untuk merambah berbagai sektor, mulai dari konstruksi berat hingga sektor pertanian dan peternakan.

Kehadiran produk AYLS sangat krusial bagi ketahanan infrastruktur nasional, terutama untuk proyek-proyek tanggul dan bendungan yang membutuhkan material geosintetik berkualitas tinggi.

Meskipun secara klasifikasi terkadang dikaitkan dengan sektor barang konsumen primer, operasional nyata AYLS lebih dominan pada industri pendukung infrastruktur dan pertambangan.

Perubahan Peta Kepemilikan: Masuknya Pengendali Baru

baca juga

Januari 2026 menjadi babak baru bagi struktur permodalan AYLS. Berdasarkan data terbaru, telah terjadi perubahan signifikan pada komposisi pemegang saham pengendali.

Sebelumnya, per 30 September 2024, PT Anugrah Cakrawala Dunia memegang kendali mayoritas sebesar 69,69% atau setara 594.720.000 saham.

Namun, pada 14 Januari 2026, PT Bintang Cahaya Investment resmi mengambil alih seluruh porsi saham milik PT Anugrah Cakrawala Dunia tersebut.

Berikut adalah komposisi kepemilikan saham AYLS terkini:

PT Bintang Cahaya Investment: Memegang posisi pengendali baru setelah mengakuisisi 594,73 juta saham.

Masyarakat (Publik): Menguasai porsi kepemilikan sebesar 30,31%.

Pemilik Manfaat Akhir: Samuel Darmawan Rusli tetap diidentifikasi sebagai ultimate beneficial owner yang berkaitan dengan struktur transaksi akuisisi ini.

Perjalanan AYLS di lantai bursa sempat diwarnai dengan volatilitas tinggi. Pada Oktober 2025, otoritas bursa (BEI) sempat melakukan suspensi sementara terhadap perdagangan saham AYLS.

Langkah ini diambil menyusul pergerakan harga saham yang dinilai tidak wajar. Namun, seiring dengan pemenuhan regulasi dan keterbukaan informasi, suspensi tersebut telah dibuka kembali.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Serahkan Pelaku Saham Gorengan di Pasar Modal, Ini Sosoknya

OJK Serahkan Pelaku Saham Gorengan di Pasar Modal, Ini Sosoknya

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:22 WIB

Target Harga PTBA, Sahamnya Bisa Ulangi Level Tinggi Tahun 2025?

Target Harga PTBA, Sahamnya Bisa Ulangi Level Tinggi Tahun 2025?

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:25 WIB

Sosok Pemegang Saham FUTR: Penentu Strategi PT Futura Energi Global Tbk

Sosok Pemegang Saham FUTR: Penentu Strategi PT Futura Energi Global Tbk

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:36 WIB

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:35 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:33 WIB

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

Jogja | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 11:29 WIB

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:26 WIB

Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 11:25 WIB

Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat

Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 11:24 WIB

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:15 WIB

×