- Harga emas Antam per gram pada Senin, 19 Januari 2026, mencapai Rp 2.703.000, naik Rp 40.000 dari Sabtu.
- Harga buyback emas Antam tercatat Rp 2.545.000 per gram, mengalami kenaikan Rp 36.000 dari hari sebelumnya.
- Emas dunia melonjak mendekati USD 4.675 per ons akibat rencana tarif impor AS terhadap beberapa negara Eropa.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 19 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.703.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu lompat tinggi Rp 40.000 dibandingkan hari Sabtu, 17 Januari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.545.000 per gram.
Harga buyback itu juga melonjak Rp 36.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu kemarin.
![Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/07/23/68377-emas-antam.jpg)
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.401.500
- Emas 1 Gram Rp 2.703.000
- Emas 2 gram Rp 5.346.000
- Emas 3 gram Rp 7.994.000
- Emas 5 gram Rp 13.290.000
- Emas 10 gram Rp 26.525.000
- Emas 25 gram Rp 66.187.000
- Emas 50 gram Rp 132.295.000
- Emas 100 gram Rp 264.512.000
- Emas 250 gram Rp 661.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.321.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.643.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia
Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada awal perdagangan Asia, Senin (waktu setempat). Logam mulia dengan kode XAU/USD tersebut melonjak hingga mendekati level USD 4.675 per ons, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran perang dagang baru.
Dikutip dari FXStreet, penguatan harga emas dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana mengenakan tarif impor terhadap delapan negara Eropa.
Baca Juga: Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
Langkah itu diambil lantaran negara-negara tersebut menentang rencana Trump untuk mengambil alih Greenland.
Trump mengumumkan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris Raya, dan Norwegia. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari, hingga Amerika Serikat diizinkan membeli Greenland.
Rencana tarif itu memicu kekhawatiran pasar akan aksi balasan dari Eropa, sehingga mendorong investor memburu aset safe haven tradisional seperti emas. Kondisi tersebut menjadi katalis utama lonjakan harga logam mulia.
Di sisi lain, para duta besar Uni Eropa disebut telah mencapai kesepakatan luas pada Minggu untuk mengintensifkan upaya diplomasi guna membujuk Trump agar membatalkan kebijakan tarif tersebut.
Meski begitu, Uni Eropa juga menyiapkan langkah-langkah pembalasan apabila tarif tetap diberlakukan.
Sementara itu, dari sisi fundamental Amerika Serikat, data ekonomi terbaru menunjukkan perbaikan pada pasar tenaga kerja. Hal ini menurunkan peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.