Jalur Terputus, BPH Migas dan Pertamina Punya Trik Khusus Pasok BBM di Aceh

Achmad Fauzi

Senin, 19 Januari 2026 | 12:31 WIB
Jalur Terputus, BPH Migas dan Pertamina Punya Trik Khusus Pasok BBM di Aceh
Ilustrasi penyaluran BBM.
baca 10 detik
  • BPH Migas bersama Pertamina menormalisasi stok BBM di Aceh, khususnya Bener Meriah dan Aceh Tengah, setelah bencana.
  • Distribusi BBM ke wilayah terpencil dilakukan menggunakan jerigen/drum diangkut kendaraan 4x4 akibat akses jalan rusak.
  • Keringanan pembelian BBM subsidi secara manual diterapkan untuk mencegah penimbunan dan membantu aktivitas warga terdampak.

Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan normalisasi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Aceh, khususnya Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Secara umum, pasokan BBM di provinsi tersebut dalam keadaan aman dan untuk wilayah terdampak, sebanyak 97 persen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi kembali.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, memastikan meski infrastruktur jalan banyak yang terputus, distribusi BBM dipastikan tetap menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil, seperti di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga Memantau stok BBM di wilayah Aceh yang terdampak banjir, Normalisasi tengah dikebut. [Dokumentasi BPH Migas].
BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga Memantau stok BBM di wilayah Aceh yang terdampak banjir, Normalisasi tengah dikebut. [Dokumentasi BPH Migas].

"Salah satu contoh akses yang masih terbatas adalah di Kabupaten Bener Meriah di mana aksesnya banyak yang putus, jembatan putus karena longsor. Kita tahu, saat ini Provinsi Aceh diberikan keringanan pembelian BBM bersubsidi secara manual (tidak menggunakan barcode)," ujar Wahyudi, seperti dikutip Senin (19/1/2026).

"Harapannya agar masyarakat tidak panic buying, serta mempermudah masyarakat melakukan aktivitasnya sekaligus untuk menyalakan genset yang diberikan pemerintah untuk penerangan sementara bagi masyarakat," sambungnya.

Untuk diketahui, untuk Provinsi Aceh, masa tanggap darurat bencana pertama berlaku sejak 28 November 2025 hingga 11 Desember 2025 dan perpanjangan tanggap darurat kedua adalah 12 Desember 2025 sampai 25 Desember 2025.

Selanjutnya, masa tanggap darurat bencana ketiga berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Saat ini tanggap darurat keempat berlaku mulai tanggal 9 Januari - 22 Januari 2026, sesuai Keputusan Gubernur Aceh.

Hasil monitoring BPH Migas, keringanan pembelian JBT dan JBKP berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat terkena bencana serta upaya-upaya pemulihan pascabencana.

Wahyudi menuturkan, akses ke Bener Meriah dan Aceh Tengah yang masih dalam perbaikan, menjadikan kapasitas armada mobil tangki yang dapat melewati jalan tersebut hanya sekitar 8 kiloliter (KL).

baca juga

Kondisi ini mengharuskan tim di lapangan menerapkan sistem khusus yaitu menggunakan jerigen atau drum yang disiapkan Pertamina Patra Niaga dan diangkut menggunakan kendaraan double cabin 4x4 untuk masuk ke desa-desa yang terisolasi.

Suplai BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe selama periode tanggap darurat bencana ini juga disiapkan di Blang Rakal.

Upaya ini untuk mempercepat distribusi BBM untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan mobil tangki besar, sehingga menggunakan mobil tangki kapasitas kecil yang mampu menjangkau daerah terdampak bencana yang letak geografisnya berada di wilayah pergunungan dan perbukitan dan akses jalan yang sulit

"Kami juga telah meninjau langsung lokasi hub suplai atau Fuel Terminal bayangan di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. BBM yang dibawa dari Integrated Terminal Lhokseumawe menggunakan truk tangki berkapasitas 16 KL, dipindahkan (transfer) ke truk yang lebih kecil berkapasitas 8 KL, dan selanjutnya secara estafet disalurkan ke lokasi dengan menggunakan jerigen atau drum. Ini bukti kehadiran negara di daerah bencana," katanya.

Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan, kebutuhan BBM jenis biosolar di Provinsi Banda Aceh pada tahun 2025 termasuk penanganan bencana alam, mencapai 428.324 KL. Sedangkan realisasi penyaluran Pertalite termasuk untuk kebencanaan mencapai 576.147 KL.

Selama bencana yang terjadi akhir November hingga Desember 2025, terjadi peningkatan kebutuhan BBM sebanyak 8 persen. Namun secara nasional, realisasinya masih di bawah kuota yang ditetapkan yaitu antara 95 hingga 98 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Net Zero Emission, Kilang Balikpapan Resmi Produksi BBM Standar Euro 5

Dukung Net Zero Emission, Kilang Balikpapan Resmi Produksi BBM Standar Euro 5

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:55 WIB

Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang

Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB

Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta

Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×