CFX Optimistis Industri Kripto Tumbuh Positif di 2026

Liberty Jemadu

Senin, 19 Januari 2026 | 20:41 WIB
CFX Optimistis Industri Kripto Tumbuh Positif di 2026
Direktur Utama PT Central Finansial X (CFX), Subani mengatakan pihaknya optimis industri kripto akan tumbuh positif di 2026. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • PT Central Finansial X (CFX) memproyeksikan industri aset kripto Indonesia tetap tumbuh positif hingga 2026 meskipun ada tekanan makroekonomi global.
  • Peningkatan minat korporasi domestik menjadi investor institusi telah memperdalam likuiditas dan stabilitas pasar aset kripto.
  • Bursa CFX menargetkan seluruh anggota memperoleh izin PAKD pada 2026 sekaligus fokus pengembangan produk derivatif kripto.

Suara.com - PT Central Finansial X atau CFX optimistis industri aset kripto tetap tumbuh positif pada 2026, meski masih terdampak tekanan makroekonomi global, seiring meningkatnya minat korporasi domestik terhadap aset digital sebagai bagian dari portofolionya.

Direktur Utama Bursa CFX Subani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/1/2026) menjelaskan kondisi makroekonomi global tak bisa dipungkiri masih menjadi faktor penentu pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia.Namun, menurutnya, instabilitas global tidak cukup untuk menghilangkan minat konsumen dalam berinvestasi di aset kripto.

“Karena itu, kami melihat perkembangan industri aset kripto diperkirakan masih akan menunjukkan tren yang relatif positif memasuki tahun 2026,“ kata Subani.

Berdasarkan data Bursa CFX, lima aset kripto yang paling banyak diperdagangkan sepanjang 2025 di Indonesia antara lain USDT, BTC, SOL, ETH, dan XRP. Kelimanya tercatat memiliki kapitalisasi pasar tertinggi, yang menjadikannya sebagai salah satu pilihan utama konsumen.

Jika berkaca dari tren global, Subani menyebutkan bahwa korporasi di Indonesia juga melirik aset digital sebagai salah satu portofolio mereka. Kehadiran investor institusi menjadi pembeda fundamental di industri aset kripto dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Keterlibatan mereka membuat likuiditas pasar menjadi jauh lebih dalam, dan kami melihat ini membantu pasar menjadi lebih stabil dalam meredam potensi fluktuasi ekstrem,” jelas Subani.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah korporasi yang memiliki aset digital pada tahun lalu tercatat meningkat dari semula 581 korporasi per Februari 2025 menjadi 973 per November 2025.

Meski belum signifikan, CFX meyakini tren pertumbuhannya memperlihatkan bahwa minat korporasi terhadap aset kripto mengalami kenaikan.

“Sebagai penyelenggara bursa, kami meyakini bahwa tren adopsi aset digital oleh korporasi akan berlanjut ke depannya,” ujar Subani.

baca juga

Untuk mendorong akselerasi pertumbuhan adopsi korporasi, menurut Subani, dibutuhkan perluasan akses pasar termasuk dalam hal ini konsumen institusi asing.

“Likuiditas pasar yang memadai menjadi faktor penting agar transaksi dalam skala besar dapat berjalan lebih efisien. Ini semua diharapkan mampu menciptakan pasar yang semakin matang dan memperluas adopsi aset digital oleh korporasi, baik lokal maupun asing,” kata dia.

Seiring fase transisi pengawasan dari Bappebti ke OJK, industri aset kripto di Indonesia mencatat perkembangan dari sisi tata kelola. Hingga 10 Januari 2026, sebanyak 25 dari 30 anggota Bursa CFX telah resmi mengantongi izin sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).

Bursa CFX menargetkan seluruh anggota bursa dapat memperoleh status PAKD pada 2026 guna memperkuat ekosistem perdagangan aset kripto yang aman dan teratur.

Pada tahun ini, Bursa CFX berfokus untuk mendorong penguatan ekosistem, salah satunya melalui pengembangan produk aset kripto yang berizin, yakni produk derivatif kripto.

Subani menuturkan bahwa sepanjang 2025, produk derivatif Bursa CFX memperlihatkan tren pertumbuhan positif. Hal tersebut mengindikasikan penerimaan yang baik dari masyarakat terhadap produk derivatif.

“Sepanjang 2025, tercatat nilai transaksi derivatif kripto di Bursa CFX mencapai Rp64,16 triliun dengan kontrak aktif yang diperdagangkan sebanyak 178 kontrak per 31 Desember 2025,” kata dia.

Bursa CFX pun berharap, capaian positif ini berlanjut pada 2026 mengingat potensi yang dinilai masih besar untuk produk derivatif kripto.

“Produk ini diharapkan dapat membantu pelaku pasar melakukan lindung nilai melalui kontrak dengan leverage dan bisa memanfaatkan kondisi pasar ketika naik atau turun, tanpa bergantung pada transaksi di pasar spot,” kata Subani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Transaksi Kripto 2025 Capai Rp482,23 Triliun, Turun dari 2024

Nilai Transaksi Kripto 2025 Capai Rp482,23 Triliun, Turun dari 2024

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:20 WIB

Transparansi Jadi Tameng Investor Kripto di Tengah Gejolak Pasar

Transparansi Jadi Tameng Investor Kripto di Tengah Gejolak Pasar

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 08:14 WIB

OSL Group Perkuat Jejak Global, Bawa Standar Kepatuhan Hong Kong ke Pasar Kripto RI

OSL Group Perkuat Jejak Global, Bawa Standar Kepatuhan Hong Kong ke Pasar Kripto RI

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 11:03 WIB

Tutup Tahun 2025, 5 Miliar Token Dikirim ke 'Alamat Mati' secara Permanen

Tutup Tahun 2025, 5 Miliar Token Dikirim ke 'Alamat Mati' secara Permanen

Tekno | Jum'at, 26 Desember 2025 | 09:41 WIB

FLOQ Nilai RUU P2SK Positif, Perkuat Perlindungan Konsumen Industri Kripto

FLOQ Nilai RUU P2SK Positif, Perkuat Perlindungan Konsumen Industri Kripto

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 17:55 WIB

Terkini

Perbedaan Moisturizer Glad2Glow Blueberry vs Pomegranate, Cek Kandungan dan Manfaatnya

Perbedaan Moisturizer Glad2Glow Blueberry vs Pomegranate, Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:05 WIB

7 Rekomendasi Lulur Rempah untuk Ketiak agar Cerah dan Harum

7 Rekomendasi Lulur Rempah untuk Ketiak agar Cerah dan Harum

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Usul Unsur Kerugian Negara Dihapus dari Korupsi, Luhut Disentil Dua Politisi PKS

Usul Unsur Kerugian Negara Dihapus dari Korupsi, Luhut Disentil Dua Politisi PKS

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Nasib Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Belum Jelas, Desak Kepastian Gaji dan Kontrak

Nasib Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Belum Jelas, Desak Kepastian Gaji dan Kontrak

Sumbar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Digitalisasi Pendidikan: Ambisi Sekolah di Tengah Keterbatasan Fasilitas

Digitalisasi Pendidikan: Ambisi Sekolah di Tengah Keterbatasan Fasilitas

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Setelah Netflix, Pemprov DKI Gandeng Asosiasi Film Amerika Serikat Demi Kota Sinema

Setelah Netflix, Pemprov DKI Gandeng Asosiasi Film Amerika Serikat Demi Kota Sinema

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:55 WIB

KPK Apresiasi Vonis 8,5 Tahun Penjara untuk Sudewo, Disebut Tingkatkan Kepercayaan Publik

KPK Apresiasi Vonis 8,5 Tahun Penjara untuk Sudewo, Disebut Tingkatkan Kepercayaan Publik

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Penertiban Pasar Raya Berujung Ricuh, DPRD Padang Minta Pemko Evaluasi

Penertiban Pasar Raya Berujung Ricuh, DPRD Padang Minta Pemko Evaluasi

Sumbar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:51 WIB

5 Sepatu HOKA yang Nyaman untuk Jalan Kaki dan Berdiri Lama Anti Pegal

5 Sepatu HOKA yang Nyaman untuk Jalan Kaki dan Berdiri Lama Anti Pegal

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Gen Z Kini Cari Berita dari TikTok, TV Mulai Ditinggalkan

Gen Z Kini Cari Berita dari TikTok, TV Mulai Ditinggalkan

Tekno | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:49 WIB

×