- InJourney menargetkan transformasi lima hingga tujuh bandara pada tahun 2026, melanjutkan perbaikan Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai.
- Transformasi meliputi fasilitas, tampilan, layanan, serta penyelarasan konsep green dan culture pada bandara seperti Juanda dan Kualanamu.
- Revitalisasi mencakup penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti PLTS untuk mengurangi emisi karbon di bandara-bandara.
Suara.com - Holding BUMN aviasi dan pariwisata InJourney terus mempersolek bandara-bandara yang dikelola pada tahun 2026 ini. Setelah, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, InJourney membidik lima bandara lagi yang akan di-transformasi.
Adapun, transformasi yang dilakukan dari sisi fasilitas, tampilan, hingga perbaikan layanan.
"Jadi kita yang tahun lalu Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai, tahun ini harapnya 5 sampai 7 bandara kita akan transformasi," ujarnya di Gedung Sarinah, Jakarta yang dikutip, Selasa (20/1/2026).
Maya menjelaskan, bandara yang akan segera direvitalisasi salah satu diantaranya yaitu Bandara Juanda dan Kualanamu. Dalam pembenahan bandara ini, InJourney akan menyelaraskan konsep yaitu green dan culture.

"Jadi ada Surabaya, ada Kualanamu, dan lima bandara terbesar," katanya.
Saat ini, bilang Maya, InJourney masih melihat hasil dari transformasi menyeluruh di bandara-bandara yang menjadi target. Jika dinilai berhasil, maka perseroan akan memperluas revitalisasi ke 35 bandara lain yang dikelola.
"Begitu ada case, good case, ada positive news, dan itu bisa direplikasi ke bandara-bandara yang lain. Dan masih ada 35 lagi," jelasnya.
Dalam revitalisasi ini, InJourney juga akan menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT) di bandara-bandar.
Seperti, menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di bandara-bandara yang dikelola untuk mengurangi 4 ribu emisi CO2 ekuivalen.
Baca Juga: BUMN Energi Bidik Zero Fatality, Standar Jam Kerja Jadi Sorotan Utama
"Kita melaksananya dari berbagai sektor, dari airport dengan solar panel, kita akan mengurangi listrik di airport. Lalu juga dari hotel waste management, semua destinasi kami akan kami ubah menjadi EV," pungkas Maya.