Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Hanya Naik Tipis 0,01% Hari Ini, Meski Harga Emas Pecah Rekor

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 20 Januari 2026 | 16:59 WIB
IHSG Hanya Naik Tipis 0,01% Hari Ini, Meski Harga Emas Pecah Rekor
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022). . ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
  • IHSG ditutup stabil di level 9.134 pada Selasa, 20 Januari 2026, didukung kenaikan sektor basic materials akibat harga emas dunia yang memecahkan rekor baru.
  • Secara teknikal, IHSG menunjukkan potensi pelemahan dengan indikasi distribusi dan kemungkinan aksi ambil untung terjadi dalam waktu dekat.
  • Mayoritas indeks saham Asia melemah karena kekhawatiran perang dagang AS-Eropa dan ketidakpastian politik terkait rencana pemilu sela Jepang.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di level 9.134 atau naik 0,01 persen di akhir perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. IHSG sempat ke level tertinggi harian di level 9.174.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menilai, pergerakan IHSG sepanjang perdagangan terpantau fluktuatif. Penguatan indeks ditopang kinerja sektor basic materials yang mencatatkan kenaikan terbesar, seiring lonjakan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor tertinggi baru.

Harga emas tercatat menembus level di atas USD 4.700 per troy ounce, didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Kondisi ini turut mengangkat saham-saham emiten berbasis emas dan komoditas.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun demikian, secara teknikal momentum penguatan IHSG mulai menunjukkan pelemahan. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mengindikasikan potensi distribusi, sementara Stochastic RSI berpeluang membentuk death cross di area overbought.

Situasi tersebut membuka peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) dalam waktu dekat. Pergerakan IHSG diperkirakan akan berada pada kisaran 9.050 hingga 9.200, dengan level support di 9.000, pivot di 9.100, dan resistance di 9.200.

Dari regional, mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah pada Selasa (20/1). Sentimen negatif datang dari kekhawatiran eskalasi ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa, serta meningkatnya ketidakpastian politik di Jepang.

Negara-negara Eropa dilaporkan tengah membahas rencana tarif balasan terhadap AS, menyusul ancaman penerapan tarif baru. Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan mengenakan tarif hingga 200 persen terhadap anggur dan sampanye asal Prancis, setelah Presiden Prancis menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Trump.

Selain itu, perhatian investor global juga tertuju pada pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss. Forum ini diperkirakan menjadi ajang penting bagi para pemimpin negara Eropa dan AS untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan geopolitik ke depan.

Sementara dari Jepang, Perdana Menteri setempat dikabarkan berencana membubarkan parlemen dan menggelar pemilu sela pada 8 Februari 2026. Rencana tersebut mendorong yield obligasi pemerintah Jepang tenor 40 tahun naik ke level 4 persen untuk pertama kalinya.

Meski demikian, lembaga pemeringkat Fitch memperkirakan rasio utang pemerintah Jepang akan menurun ke kisaran 190 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun fiskal 2029, dari estimasi 199,5 persen pada tahun fiskal 2025 dan dari level tertingginya sebesar 222 persen pada tahun fiskal 2020.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 62,83 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,57 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,83 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 357 saham bergerak naik, sedangkan 336 saham mengalami penurunan, dan 265 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, TOSK, BAIK, AWAN, AIMS, IFII, KDYN, NATO, VISI, KEEN, ELIT, HOPE.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLU, INOV, CRAB, ETX, ISEA, DSSA, TRIS, YELO, INDR, NICL NETV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Perubahan Aturan MSCI Ancam IHSG, Dana Asing Rp31 Triliun Cabut?

Isu Perubahan Aturan MSCI Ancam IHSG, Dana Asing Rp31 Triliun Cabut?

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 13:20 WIB

Lepas Suspend, Saham-saham Ini Kembali Diperdagangkan dengan Status Khusus

Lepas Suspend, Saham-saham Ini Kembali Diperdagangkan dengan Status Khusus

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 12:33 WIB

IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya

IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 11:44 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB