Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

BI Kejar Target Inklusi 98 Persen, Perry Warjiyo: Literasi Jadi Tameng Kejahatan Digital

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:13 WIB
BI Kejar Target Inklusi 98 Persen, Perry Warjiyo: Literasi Jadi Tameng Kejahatan Digital
Gubernur BI Perry Warjiyo pada Oktober 2025 mengatakan BI masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan. [Antara/Asprilla Dwi Adha]
baca 10 detik
  • Inklusi keuangan 2025 capai 92,74%, BI bidik target 98% pada tahun 2045.
  • Tingkat literasi baru 66,46%, BI ingatkan risiko pinjol ilegal dan penipuan digital.
  • BI perkuat kolaborasi lintas lembaga demi perlindungan konsumen dan edukasi finansial.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk memperkokoh fondasi ekonomi nasional melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan. Meski akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan terus meroket, BI mewanti-wanti adanya risiko baru jika pemahaman masyarakat tidak ikut ditingkatkan.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, angka inklusi keuangan Indonesia telah menyentuh level 92,74 persen. Sebuah pencapaian impresif, namun Perry menegaskan perjuangan belum usai.

"Target kita dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 adalah inklusi keuangan mencapai 98 persen pada tahun 2045," ujar Perry dalam pemaparan secara virtual, Jumat (6/3/2026).

Namun, ada catatan kritis di balik angka tersebut. Perry menyoroti masih lebarnya jarak (gap) antara inklusi dan literasi. Saat ini, tingkat literasi keuangan masyarakat baru berada di angka 66,46 persen. Artinya, banyak masyarakat yang sudah punya akses ke produk keuangan, tapi belum benar-benar paham cara mengelolanya dengan aman.

Tanpa bekal pemahaman yang mumpuni, masyarakat disebut sangat rentan terjebak dalam pusaran kejahatan finansial, mulai dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal hingga beragam modus penipuan digital yang kian canggih.

"Literasi itu krusial agar masyarakat tidak hanya sekadar punya akses, tapi juga terlindungi dari berbagai kejahatan finansial," tegas Perry.

Guna menutup celah risiko tersebut, Bank Indonesia terus menggalang kekuatan dengan berkolaborasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga sektor perbankan.

Menurut Perry, peningkatan literasi adalah bagian tak terpisahkan dari perlindungan konsumen. BI pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam aksi nasional edukasi keuangan.

"BI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergabung dalam aksi nasional guna memperkuat edukasi keuangan masyarakat," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:34 WIB

Angkat Dunia Perpustakaan, Manga Karya Zuino Dapat Dua Adaptasi Sekaligus

Angkat Dunia Perpustakaan, Manga Karya Zuino Dapat Dua Adaptasi Sekaligus

Your Say | Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:57 WIB

Tabungan Tipis, Anxiety Berlapis: Realitas Kecemasan Finansial Generasi Muda

Tabungan Tipis, Anxiety Berlapis: Realitas Kecemasan Finansial Generasi Muda

Your Say | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:18 WIB

Terkini

Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway

Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China

Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan

3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?

BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:10 WIB

Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah

Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:08 WIB

Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby

Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:06 WIB

11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi

Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital

Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital

Entertainment | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:04 WIB

Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar

Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:02 WIB

×