Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Tewaskan 3 Orang, ESDM Segera Telusuri Asap Beracun Tambang Emas Pongkor

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 20 Januari 2026 | 18:50 WIB
Tewaskan 3 Orang, ESDM Segera Telusuri Asap Beracun Tambang Emas Pongkor
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Jeffri Huwae. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
  • Ditjen Gakkum Kementerian ESDM mendalami asap beracun dan kebakaran di terowongan tambang emas Pongkor, Bogor.
  • Penyebab pasti tiga korban jiwa masih diselidiki, membedakan antara kecelakaan tambang atau respons penyelamatan.
  • Keterkaitan antara peristiwa tersebut dengan dugaan aktivitas tambang ilegal di lokasi sedang ditelusuri lebih lanjut.

Suara.com - Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut mendalami peristiwa asap beracun yang terjadi kawasan tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. 

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Jeffri Huwae pihaknya telah mengirimkan tim ke lapangan guna mengumpulkan informasi. 

"Jadi laporan yang disampaikan ke saya itu awalnya memang ada asap ya yang keluar dari dalam terowongan tambangnya. Nah jadi ada peningkatan kadar CO2 yang tinggi, kemudian berkembang menjadi ada kebakaran di dalamnya," kata Jeffri saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (20/1/2026). 

Pekerja tambang emas PT Antam Tbk beraktifitas di pertambangan emas Pongkor, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pekerja tambang emas PT Antam Tbk beraktifitas di pertambangan emas Pongkor, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Dalam proses pendalamannya, Ditjen Gakkum turut mencari penyebab adanya korban jiwa. Sebagaimana dilaporkan setidaknya ada sekitar tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa itu. 

"Nah sekarang nanti kami sudah koordinasi dengan teman-teman di Direktorat Teknik dan Lingkungan. Jadi korban jiwa ini akibat dari apa? Akibat dari kecelakaan tambang atau akibat dari respons penyelamatan. Karena ada dua, akibat-akibatan dua. Jadi bisa saja kena respons terhadap tindakan penyelamatan atau memang pada saat kecelakaan tambang itu," jelas Jefri. 

Terkait dengan keterangan PT Aneka Tambang atau ANTAM yang menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal, menurut Jeffri hal itu masih perlu didalami lebih jauh. Meski diakuinya di kawasan tersebut memang terdapat aktivitas tambang ilegal. 

"Memang perlu kajian ya, karena begini. Kalau aktivitas ilegal di daerah Pongkor, ada. Tapi apakah berhubungan langsung dengan  kecelakaan itu, itu yang harus dimitigasi," katanya.

Dia pun menegaskan bahwa pertambangan ilegal merupakan aktivitas yang tidak dapat dibenarkan, namun ketika terjadi kecelakaan, tak bisa serta merta menudingnya sebagai penyebab utama, tanpa melakukan pendalaman terlebih dahulu.  

"Intinya begini, tambang ilegal itu dilarang. Tetapi kita juga tidak boleh menyalahkan tambang ilegal kalau ada kecelakaan tambang. Tapi makanya itu perlu dimitigasi,"ujarnya. 

Untuk itu Ditjen Gakkum akan melakukan penelusuran terkait penyebab pastinya. 

"Jadi nanti perkembangannya kita lihat. Faktor penyebabnya dulu, karena yang kita mau lihat ini adalah faktor penyebab kecelakaan atau kebakaran di tambang itu. Faktor penyebabnya," kata Jeffri. 

"Saya juga berharap kita di ruang publik jangan sampai terlalu melebar. Jadi faktor yang tidak punya hubungan langsung kita salahkan," sambungnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Temukan 5.000 Ton Batu Bara di Sungai Mahakam, Diduga dari Pertambangan Ilegal

ESDM Temukan 5.000 Ton Batu Bara di Sungai Mahakam, Diduga dari Pertambangan Ilegal

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 18:15 WIB

Bos Vale Santai Tanggapi Rencana Pemerintah Pangkas Produksi Nikel

Bos Vale Santai Tanggapi Rencana Pemerintah Pangkas Produksi Nikel

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 14:19 WIB

Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale

Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:34 WIB

Terkini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:32 WIB