Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 21 Januari 2026 | 13:34 WIB
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
Di tengah dinamika pasar aset kripto yang fluktuatif, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) memilih langkah pragmatis namun terukur. Foto COIN.
baca 10 detik
  • COIN tunda serap dana IPO Rp220,58 M demi prinsip kehati-hatian & efisiensi.
  • Anak usaha (CFX & ICC) punya likuiditas kuat, belum butuh injeksi modal segera.
  • MDana IPO sementara ditempatkan di deposito aman sambil menunggu momentum pasar.

Suara.com - Di tengah dinamika pasar aset kripto yang fluktuatif, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) memilih langkah pragmatis namun terukur.

Emiten yang baru saja melantai di bursa pada Juli 2025 ini memutuskan untuk tidak terburu-buru menyerap dana hasil Initial Public Offering (IPO), sebuah langkah yang mencerminkan prinsip kehati-hatian (prudence) di tingkat korporasi.

Sejauh ini, dana segar sebesar Rp220,58 miliar yang dihimpun COIN masih terparkir aman di instrumen perbankan berisiko rendah, seperti deposito dan giro.

Padahal, sesuai prospektus, dana tersebut telah dialokasikan untuk memperkuat modal belanja dua lini bisnis utamanya yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) sebesar 85% dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebesar 15%.

Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menegaskan bahwa keputusan menunda injeksi modal ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kondisi fundamental dan posisi keuangan kedua anak usaha tersebut saat ini masih sangat solid.

"Kondisi likuiditas internal yang kuat pada CFX dan ICC memberikan fleksibilitas bagi Perseroan. Kami tidak ingin sekadar menghabiskan anggaran, melainkan mencari momentum yang paling tepat agar penggunaan dana ini memberikan dampak multiplier yang maksimal," ujar Ade dalam keterbukaan informasi pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/1/2026).

Sebagai bursa dan kustodian aset kripto pertama yang mengantongi izin serta pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), CFX dan ICC memiliki posisi tawar yang strategis. Soliditas internal ini memungkinkan COIN untuk bersikap adaptif terhadap dinamika industri tanpa harus terbebani oleh urgensi pendanaan jangka pendek.

Dalam kacamata pasar modal, langkah COIN menempatkan dana IPO di instrumen perbankan untuk sementara waktu merupakan strategi manajemen kas (cash management) yang lazim guna menghindari idle cash yang tidak produktif. Namun, bagi jurnalis senior, ini juga menandakan kedewasaan manajemen dalam membaca siklus pasar kripto yang kerap berubah cepat.

baca juga

Ade menambahkan bahwa efisiensi adalah kunci. Dengan memantau perkembangan pasar terlebih dahulu, Perseroan memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan nantinya akan benar-benar mendukung ekspansi bisnis yang tepat sasaran.

"Kami meyakini strategi ini diambil agar penggunaan dana IPO menjadi lebih efisien dan memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham dalam jangka panjang," tutup Ade.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sahamnya Melesat 5.078 Persen, Kapan RLCO Lepas Suspend BEI?

Sahamnya Melesat 5.078 Persen, Kapan RLCO Lepas Suspend BEI?

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:16 WIB

Saham ASII dan UNTR Ambles Usai Izin Tambang Dicabut, Emiten Astra Anjlok Semua

Saham ASII dan UNTR Ambles Usai Izin Tambang Dicabut, Emiten Astra Anjlok Semua

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 12:13 WIB

BKSL Hadapi Gugatan Pembatalan Perdamaian, Manajemen Bantah Lalai

BKSL Hadapi Gugatan Pembatalan Perdamaian, Manajemen Bantah Lalai

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×