Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran

Achmad Fauzi

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:52 WIB
IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG melemah 1,36 persen pada Rabu, 21 Januari 2026, ditutup pada level 9.010 akibat profit taking dan sentimen domestik.
  • Pelemahan pasar dipicu pencabutan izin 28 perusahaan oleh Presiden Prabowo Subianto di berbagai sektor.
  • Sektor industri mencatat koreksi terbesar 6,33 persen, sementara BI Rate dipertahankan pada 4,75 persen.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor jatuh hingga 1,36 persen pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Pelemahan ini setelah adanya aksi ambil untung (profit taking) serta memburuknya sentimen kebijakan domestik.

IHSG ditutup melemah ke level 9.010, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengatkan, tekanan jual muncul setelah pelaku pasar melakukan profit taking, yang kemudian diperkuat oleh sentimen negatif dari dalam negeri.

Pasar merespons keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan akibat pelanggaran lingkungan.

Aksi jual berlangsung merata di hampir seluruh sektor. Sektor industri menjadi penekan terbesar dengan koreksi 6,33 persen, disusul sektor properti yang turun 3,44 persen, serta sektor transportasi yang melemah 3,04 persen.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dari sisi teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, dengan indikator MACD yang mulai menyempit di area positif serta stochastic RSI bergerak turun dari area overbought. Kondisi tersebut membuka peluang lanjutan koreksi dalam jangka pendek, dengan potensi pengujian area support di kisaran 8.950–9.000.

Adapun level pivot berada di 8.950, sementara resistance terdekat berada di 9.000 dan support selanjutnya di 8.900.

Sementara itu, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen dinilai relatif sesuai ekspektasi pasar.

Namun, kebijakan tersebut belum mampu menjadi katalis penahan koreksi IHSG, mengingat fokus kebijakan moneter BI saat ini lebih diarahkan pada stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

baca juga

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen eksternal, terutama pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, serta rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS. PDB AS pada kuartal III 2025 diperkirakan tumbuh kuat sebesar 4,3 persen secara kuartalan (QoQ).

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 57,57 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,06 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,91 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 191 saham bergerak naik, sedangkan 556 saham mengalami penurunan, dan 198 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ESIP, BELL, INAI, SCNP, HDIT, KIOS, UANG, PSKT, AIMS, RMKO, CBPE.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, UNTR, REAL, ARGO, YELO, SDMU, KICI, RISE, AWAN, TOSK, IFII, HOMI.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini

Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:59 WIB

Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro

Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:34 WIB

Sahamnya Melesat 5.078 Persen, Kapan RLCO Lepas Suspend BEI?

Sahamnya Melesat 5.078 Persen, Kapan RLCO Lepas Suspend BEI?

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:16 WIB

Terkini

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:20 WIB

Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:20 WIB

4 Tips Menyimpan Sepeda Lipat agar Awet, Bebas Karat, dan Tetap Nyaman Dikendarai

4 Tips Menyimpan Sepeda Lipat agar Awet, Bebas Karat, dan Tetap Nyaman Dikendarai

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:19 WIB

Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit

Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit

Jogja | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:14 WIB

Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK

Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:14 WIB

Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'

Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:11 WIB

Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?

Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:10 WIB

Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG

Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG

Jogja | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:07 WIB

Lawan Hama Wereng, Petani Boyolali Andalkan Teknologi Drone

Lawan Hama Wereng, Petani Boyolali Andalkan Teknologi Drone

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:00 WIB

Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4

Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:58 WIB

×