Muara Sungai Jadi Kunci Pengendalian Banjir, Kementerian PU Turun Tangan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:23 WIB
Muara Sungai Jadi Kunci Pengendalian Banjir, Kementerian PU Turun Tangan
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. [Ist]
baca 10 detik
  • PT Jamkrindo Syariah mengubah fokus strategi bisnis 2026 dari kuantitas menjadi kualitas pertumbuhan berkelanjutan.
  • Perubahan arah ini merespons tantangan industri, regulasi baru, dan tuntutan transformasi digital yang semakin cepat.
  • Perusahaan akan menata ulang organisasi, memperkuat eksekusi disiplin, serta manajemen risiko berbasis data.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan langkah penanganan muara sungai di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penanganan muara dinilai krusial dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana karena berpengaruh terhadap kapasitas pengendalian banjir hingga aliran sedimen menuju laut.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan muara membutuhkan pendekatan teknis yang tidak bisa disamaratakan. Pasalnya, karakteristik aliran sungai dan kondisi muara di setiap wilayah berbeda-beda.

Menurut Dody, sebagian besar muara yang terdampak membutuhkan penanganan dengan kapal keruk atau dredger. Terutama untuk muara sungai besar yang mengalami pendangkalan berat akibat sedimentasi setelah bencana.

Pemulihan pascabencana di Lembah Anai oleh Kementerian PU. [Pu.go.id]
Pemulihan pascabencana di Lembah Anai oleh Kementerian PU. [Pu.go.id]

"Sebagian besar pembersihan muara itu membutuhkan dredger. Tidak bisa cukup hanya menggunakan alat berat biasa seperti eskavator atau metode percepatan lainnya. Memang ada muara tertentu yang bisa ditangani tanpa dredger, contohnya di Krueng Meureudu, tetapi dari total 23 muara, mungkin hanya sekitar satu sampai tiga lokasi yang bisa menggunakan pola yang sama," ujar Dody dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan hasil inventarisasi dan survei teknis Kementerian PU, terdapat 23 muara sungai yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah itu, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan 8 muara terdampak.

Di Aceh, terdapat 1 muara yang sedang ditangani, 2 muara masuk dalam rencana penanganan, dan 5 muara lainnya belum ditangani. Kementerian PU menyiapkan skema bertahap untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai kebutuhan teknis.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara tercatat 11 muara terdampak. Dari total tersebut, 8 muara masuk dalam rencana penanganan dan 3 muara belum ditangani.

Adapun di Provinsi Sumatera Barat terdapat 4 muara terdampak, dengan 3 muara telah ditangani dan 1 muara lainnya dalam rencana penanganan. Kondisi ini menjadi salah satu fokus lanjutan dalam tahap pemulihan pascabencana.

baca juga

Menteri Dody menegaskan, penggunaan dredger tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa perencanaan matang. Tahapan desain perlu disusun lebih dulu, termasuk menentukan lokasi pembuangan material hasil pengerukan.

"Kalau materialnya mau dijadikan tanggul, desainnya juga harus benar. Jangan sampai saat terjadi banjir berikutnya, tanggulnya tidak cukup kuat. Karena itu, untuk muara-muara besar, prosesnya masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan lagi sekadar tanggap darurat," jelas Dody.

Dalam masa tanggap darurat, Kementerian PU memprioritaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan cepat. Di antaranya perkuatan tanggul eksisting, khususnya pada sungai yang mengalir di kawasan perkotaan, serta normalisasi sungai di titik-titik kritis agar aliran air kembali lancar.

Selain itu, untuk beberapa muara dengan status terdampak ringan yang memungkinkan ditangani dengan alat berat darat, pekerjaan disebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Penanganan ini diprioritaskan agar fungsi muara kembali berjalan sambil menunggu proses desain untuk muara-muara besar.

"Untuk muara-muara yang relatif kecil dan bisa ditangani tanpa dredger, itu akan kita kerjakan dalam beberapa hari ke depan. Namun untuk muara yang besar, pengerjaannya harus menunggu desain selesai agar penanganannya tepat dan berkelanjutan," ucap Dody.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi menilai penanganan muara memberikan manfaat besar terhadap pengendalian banjir, baik di wilayah hulu maupun hilir. Pendangkalan serta penyempitan muara bisa membuat aliran sungai melambat hingga memicu luapan air ke permukiman.

"Kondisi muara ini sangat menentukan. Kalau muara tersumbat, sebaik apapun normalisasi sungai di hulu, air tetap sulit keluar ke laut. Karena itu penanganan muara harus menjadi bagian penting dari sistem pengendalian banjir secara menyeluruh," pungkas Ferry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian PU Rilis Portal Data Real Time Penanganan Bencana Sumatera

Kementerian PU Rilis Portal Data Real Time Penanganan Bencana Sumatera

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:16 WIB

Pulihkan Konektivitas Aceh, Pemerintah Tangani Permanen 6 Jembatan dan 28 Titik Longsor

Pulihkan Konektivitas Aceh, Pemerintah Tangani Permanen 6 Jembatan dan 28 Titik Longsor

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 18:55 WIB

Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera

Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

×