Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini

M Nurhadi

Rabu, 21 Januari 2026 | 19:16 WIB
Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini
Bank BCA
  • IHSG terhambat pada Rabu (21/1/2026), ditutup terkoreksi 1,36% dipicu pelemahan sektor perbankan besar.
  • Saham BBCA turun terdalam 3,75% akibat dominasi aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp751,1 miliar.
  • Meskipun koreksi, analis mempertahankan rekomendasi "BUY" untuk BBCA jangka panjang karena fundamental modal yang kuat.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terhambat oleh tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026).

Sektor perbankan dengan kapitalisasi pasar jumbo (big banks) menjadi motor utama pelemahan indeks, di mana mayoritas emiten kompak parkir di zona merah.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan utama setelah mencatatkan penurunan paling dalam di antara rekan sejawatnya. BBCA ditutup merosot 300 poin atau setara 3,75% ke level Rp7.700.

Tekanan ini membawa IHSG berakhir di level 9.010,33, terkoreksi sebesar 1,36% atau kehilangan 124,37 poin dalam sehari.

Dominasi Net Sell Asing

Secara teknikal, pergerakan BBCA saat ini dinilai cukup rentan karena telah menembus batas bawah area konsolidasi di rentang Rp8.000 - Rp8.100.

Penurunan ini juga tercermin pada indikator Relative Strength Index (RSI) yang merosot ke angka 33. Meski sudah mendekati zona jenuh jual (oversold), pelemahan dalam jangka pendek diprediksi masih berpotensi berlanjut.

Aksi lepas saham oleh investor mancanegara menjadi pemicu utama ambruknya harga BBCA.

Pada sesi pertama saja, nilai jual bersih (net foreign sell) di pasar reguler mencapai Rp1 triliun, di mana saham BBCA mendominasi dengan catatan net sell sebesar Rp751,1 miliar.

Berikut adalah rangkuman pergerakan saham perbankan besar lainnya pada penutupan perdagangan hari ini:

BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Melemah 0,78% menuju level Rp3.820.

BMRI (Bank Mandiri): Terkoreksi 0,7% ke posisi Rp4.990.

BBNI (Bank Negara Indonesia): Menjadi satu-satunya yang bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,44% ke level Rp4.590.

Kondisi pasar secara keseluruhan menunjukkan sentimen negatif yang luas, di mana tercatat 569 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 191 saham yang berhasil menguat.

Total nilai transaksi harian tergolong sangat likuid, mencapai Rp33,9 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran

IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:52 WIB

Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini

Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:59 WIB

Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro

Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:34 WIB

Terkini

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:07 WIB

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:00 WIB

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:55 WIB

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:43 WIB

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:38 WIB

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Bantah Isu Banyak Perusahaan Bangkrut Gegara Ekonomi Lesu, Ini Buktinya

Purbaya Bantah Isu Banyak Perusahaan Bangkrut Gegara Ekonomi Lesu, Ini Buktinya

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:17 WIB