PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren

Vania Rossa

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:56 WIB
PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren
Ijtima Ulama di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Suara.com/RCornelius Juan Prawira)
baca 10 detik
  • Ketua Dewan Syuro PKB Manarul Hidayah menyoroti penurunan santri dalam Ijtima Ulama di Hotel Fairmont Jakarta pada Kamis (23/7/2026).
  • Kasus kekerasan seksual berdampak pada kepercayaan masyarakat sehingga jumlah santri turun dari 4,37 juta pada 2025 menjadi 1,38 juta pada 2026.
  • Forum tersebut diselenggarakan untuk menghimpun para ulama dan pengasuh pesantren agar bersama-sama menangani berbagai persoalan keumatan dan bangsa.

Suara.com - Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Manarul Hidayah, menyoroti penurunan jumlah santri di Indonesia. Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Ijtima Ulama yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Mengutip data yang disampaikan PKB, sekitar 42 ribu pesantren di Indonesia turut terdampak berbagai persoalan, termasuk maraknya kasus kekerasan seksual. Kondisi tersebut disebut ikut memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sehingga jumlah santri menurun, dari sekitar 4,37 juta pada 2025 menjadi 1,38 juta pada 2026.

"Sekarang santri turun sekian puluh persen. Di sinilah kehadiran PKB, karena PKB adalah anak kandung Nahdlatul Ulama. Karena PBNU sedang sibuk mengadakan muktamar, maka DPP PKB mengadakan acara ini," ujar Manarul saat membuka Ijtima Ulama.

Menurut Manarul, forum tersebut digelar sebagai wadah untuk menghimpun para ulama dan pengasuh pesantren guna membahas berbagai persoalan keumatan, termasuk penurunan jumlah santri.

Ia menilai peran ulama tetap sangat penting dalam menghadapi tantangan yang dihadapi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

"Bagaimana santri bisa turun? Kami ingin mengumpulkan para ulama dan pengasuh pesantren untuk bersama-sama menangani persoalan kemasyarakatan, keagamaan, bangsa, dan negara," katanya.

Dalam kesempatan itu, Manarul juga menyampaikan empat pilar yang dinilai penting untuk mewujudkan keadilan dalam kehidupan berbangsa. Pertama, kehadiran ulama yang menyebarkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kebajikan. Kedua, pemimpin yang mampu menjalankan pemerintahan secara adil.

"Kalau ilmu ulama sudah diamalkan, insya Allah para umara (pemimpin) akan adil, tidak ada yang korupsi," ujarnya.

Selain itu, ia menilai kedermawanan orang-orang yang mampu serta doa dari masyarakat kecil juga menjadi faktor penting bagi kemajuan bangsa.

baca juga

Manarul berharap Ijtima Ulama menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan sebagai pedoman dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi umat dan bangsa.

"Mudah-mudahan dari pertemuan ini akan menghasilkan poin-poin yang akan kita laksanakan ke depan dengan sebaik-baiknya sesuai amanah dari Allah," tuturnya.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak

Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:00 WIB

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:03 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:29 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×