Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rp101,4 Triliun untuk BUMN Tekstil Baru, Saham-saham Ini Terbang!

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:15 WIB
Rp101,4 Triliun untuk BUMN Tekstil Baru, Saham-saham Ini Terbang!
Sejumlah saham perusahaan tekstil naik daun setelah muncul wacana BUMN tekstil. [Suara.com/Aldie]
  • Pemerintah Indonesia berencana membentuk BUMN baru untuk memperkuat rantai pasok tekstil dan garmen nasional dengan investasi sekitar US$ 6 miliar.
  • Pembentukan BUMN ini merupakan mandat Badan Pengelola Investasi Danantara, sebagai respons atas krisis yang menimpa sektor padat karya, termasuk Sritex.
  • Strategi BUMN baru ini meliputi integrasi hulu ke hilir untuk mengatasi kelemahan rantai nilai, khususnya pada produksi benang dan kain.

Suara.com - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan langkah strategis untuk membangkitkan kembali kejayaan industri tekstil dan garmen nasional. Melalui skema investasi besar, negara berencana membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang akan memfokuskan operasionalnya pada penguatan rantai pasok pakaian nasional, serupa dengan peran yang pernah dijalankan oleh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa proyeksi kebutuhan investasi untuk membangun entitas BUMN ini mencapai US$ 6 miliar atau setara dengan Rp101,4 triliun (asumsi kurs Rp16.900 per dolar AS). Langkah ini dipandang sebagai respons konkret pemerintah terhadap krisis yang menimpa sektor padat karya belakangan ini.

Pelajaran dari Sritex dan Misi Danantara

Prasetyo menjelaskan bahwa wacana ini merupakan bagian dari mandat Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Fokus utama badan ini adalah mengelola masalah garmen dan tekstil, terutama pasca kejadian yang menimpa Sritex. Pemerintah menilai Sritex memiliki nilai strategis yang sangat besar karena mempekerjakan sekitar 10.000 karyawan dan menyuplai kebutuhan pakaian serta seragam, baik untuk pasar domestik maupun ekspor global.

“Kegiatan ekonominya tetap harus berjalan karena di sana cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan. PT Sritex bagaimanapun harus kita selamatkan,” ujar Prasetyo di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Daftar emiten yang sahamnya melonjak di tengah wacana pendirian BUMN tekstil. [Suara.com/Aldie]
Daftar emiten yang sahamnya melonjak di tengah wacana pendirian BUMN tekstil. [Suara.com/Aldie]

Saham Tekstil Meledak, Sejumlah Emiten Sentuh ARA

Rencana ambisius ini langsung memicu euforia di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Senin (19/1/2026), saham-saham sektor tekstil mengalami reli tajam, bahkan banyak yang menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) di tengah kenaikan IHSG yang menembus level 9.000.

Berikut rincian pergerakan saham tekstil yang melonjak signifikan:

  • PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL): Meroket 34,55% ke posisi 148
  • PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI): Melonjak 33,68% ke level 254
  • PT Indocycle Technology Group Tbk (INOV): Menguat 28,96% ke harga 236
  • PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR): Naik 20,11% menjadi 4.180
  • ZATA (Bersama Zatta Jaya): Mencatatkan fenomena luar biasa dengan melesat ke level Rp115 dari harga terendahnya di Rp6.

Pengamat ekonomi, Febrian Maulana Putra, menilai fenomena ini sebagai respons positif pasar terhadap dana triliunan rupiah yang disiapkan pemerintah.

Namun, ia mengingatkan investor agar tetap waspada dan tidak terjebak perilaku FOMO (fear of missing out), serta tetap memperhatikan laporan keuangan masing-masing emiten.

Strategi Diferensiasi dan Integrasi Hulu ke Hilir

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa BUMN Tekstil ini dirancang untuk memberikan dukungan afirmatif dari sektor hulu, intermediate (antara), hingga ke hilir (produk jadi). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang untuk membangkitkan kembali kekuatan industri pakaian yang sempat melemah.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa Indonesia memiliki kelemahan pada rantai nilai (value chain) khususnya di produksi benang, kain, hingga proses finishing. “Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali dalam bentuk entitas baru, bukan menghidupkan yang lama,” tegas Airlangga.

Sementara itu, CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menyatakan pihaknya sangat terbuka untuk investasi yang memiliki dampak penciptaan lapangan kerja tinggi, meskipun tingkat pengembaliannya (return) mungkin di bawah rata-rata parameter investasi umum. Saat ini, Danantara tengah fokus melakukan studi kelayakan (feasibility study) yang menyeluruh agar BUMN baru ini memiliki strategi diferensiasi yang kuat sehingga mampu bersaing dengan kompetitor dari negara-negara Asia lainnya.

Sebagai informasi sejarah, Indonesia sebelumnya memiliki BUMN di sektor ini yakni PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dan PT Primissima (Persero).

Nasib keduanya cukup miris, PT Industri Sandang Nusantara (Persero) (ISN) dan PT Primissima (Persero) berujung pada krisis keuangan serius, penutupan, dan restrukturisasi karena ketidakmampuan beradaptasi dengan pasar dan utang yang menumpuk.

Bahkan, untuk Prmissima, sejumlah eks karyawan hingga kini dikabarkan belum menerima hak mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan

Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 21:39 WIB

Emiten ZATA Harganya Meroket, Ini Dia Sosok Saudagar Pemegang Sahamnya

Emiten ZATA Harganya Meroket, Ini Dia Sosok Saudagar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 14:02 WIB

Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk

Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:18 WIB

Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru

Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:07 WIB

Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan

Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:18 WIB

Pemerintah Mau Guyur Dana USD 6 Miliar Buat Hidupkan Industri Tekstil

Pemerintah Mau Guyur Dana USD 6 Miliar Buat Hidupkan Industri Tekstil

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 20:24 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB