Pemerintah Mau Guyur Dana Rp 6 Miliar Buat Hidupkan Industri Tekstil

Rabu, 14 Januari 2026 | 20:24 WIB
Pemerintah Mau Guyur Dana Rp 6 Miliar Buat Hidupkan Industri Tekstil
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Suara.com/Dea)
Baca 10 detik
  • Pemerintah mengalokasikan dana Rp6 miliar untuk menjaga keberlanjutan industri padat karya, khususnya tekstil.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya industri padat karya sebagai penyerap tenaga kerja nasional.
  • Dukungan ini bertujuan agar industri tekstil dan alas kaki tetap kompetitif dari sisi teknologi dan investasi.

Suara.com - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk menjaga keberlangsungan industri padat karya, khususnya di bidang tekstil. Industri ini disebut merupakan salah satu penyerap tenaga kerja di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut industri padat karya tetap menjadi pilar penting dalam struktur ekonomi nasional.

Ia menilai transformasi ekonomi harus berjalan seimbang. Penguatan industri berbasis modal dan teknologi harus dibarengi dengan perlindungan terhadap industri yang menjadi sandaran utama tenaga kerja nasional.

Sejumlah pekerja menyelesaikan produksi panel surya atau modul surya di pabrik produksi PT LEN Industri, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/6/2015). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ed/aa.
Sejumlah pekerja menyelesaikan produksi panel surya atau modul surya di pabrik produksi PT LEN Industri, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/6/2015). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ed/aa.

"Apa yang menjadi harapan Bapak Presiden bahwa kita punya wilayah yang sangat kompetitif," ujar Airlangga kepada wartawan, dikutip Rabu (14/1/2026).

Ia menyebut Prabowo menaruh perhatian khusus terhadap industri berbasis tenaga kerja karena kontribusinya terhadap lapangan pekerjaan sangat besar. Oleh sebab itu, pemerintah menyiapkan dukungan fiskal dan kebijakan khusus.

"Bapak Presiden menyiapkan bahwa untuk mempertahankan yang labor intensive base pemerintah akan menyiapkan dana sekitar Rp6 miliar itu," katanya.

Dukungan tersebut, lanjut Airlangga, ditujukan agar industri padat karya tetap mampu bersaing dari sisi teknologi dan investasi. Pemerintah ingin sektor ini tidak tertinggal dalam proses modernisasi.

"Untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investment-nya tetap berjalan terutama untuk tekstil, produk tekstil," imbuhnya.

Airlangga menjelaskan industri tekstil dan alas kaki merupakan contoh sektor padat karya yang memiliki nilai strategis tinggi. Selain menyerap tenaga kerja besar, sektor ini juga memiliki pasar global yang luas.

Baca Juga: Pemerintah Buka Seluasnya Akses Pasar Ekspor untuk Redam Gejolak Ekonomi Global

"Karena itu mempekerjakan 5 juta tenaga kerja," ucap Airlangga.

Ia menambahkan, potensi penyerapan tenaga kerja di sektor ini masih sangat besar jika dikelola dengan baik. Pemerintah memperkirakan jumlah pekerja bisa terus meningkat.

"Yang tetap punya potensi naik sampai 7 juta tenaga kerja," bebernya.

Menurut Airlangga, kebutuhan sandang bersifat universal dan tidak akan hilang. Hal ini membuat industri tekstil dan alas kaki memiliki ketahanan jangka panjang.

"Karena dunia isinya 8 miliar orang dan dari 8 miliar orang semuanya pakai baju," pungkasnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI