Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru

Dicky Prastya Suara.Com
Kamis, 15 Januari 2026 | 17:07 WIB
Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tiba untuk membahas kajian pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia akan membentuk BUMN baru sektor tekstil, disiapkan pendanaan $6 miliar USD melalui Danantara.
  • Pembentukan BUMN ini bertujuan menghadapi risiko kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
  • Rencana tindak lanjut mencakup penyusunan *roadmap* untuk menargetkan peningkatan ekspor tekstil menjadi $40 miliar dalam sepuluh tahun.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kalau Pemerintah Indonesia bakal membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor tekstil.

Hal ini disampaikan Airlangga usai retret dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Adapun pendanaan yang dibutuhkan mencapai 6 miliar USD melalui Danantara.

Ia beralasan kalau industri tekstil dan garmen bisa menjadi garda terdepan untuk menghadapi risiko kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan 6 miliar (Dolar AS) nanti akan disiapkan oleh Danantara," kata Airlangga, dikutip dari Antara, Kamis (15/1/2026).

Menko Perekonomian menyebut, dari hasil studi yang telah rampung, rencana itu bakal dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan (roadmap) penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Nantinya dana 6 miliar USD itu bakal diarahkan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, hingga peningkatan ekspor di sektor tekstil.

"Oleh karena itu sudah dibuat roadmap bagaimana meningkatkan ekspor kita yang dari 4 miliar (dolar AS), bisa naik ke 40 miliar (dolar AS) dalam 10 tahun satu, dan bagaimana pendalaman dari value chain daripada industri tekstil," beber dia.

Kendati demikian Airlangga mengakui saat ini masih ada kelemahan pada rantai nilai (value chain) tekstil, terutama pada produksi benang, kain, dyeing, printing, dan finishing.

Namun dengan adanya pembentukan BUMN tekstil baru, Airlangga mengharapkan bisa mendorong modernisasi dan pendalaman industri di sektor tersebut.

Baca Juga: Direstui Prabowo, Purbaya Ancam Setop Kirim Anggaran Jika Kementerian Lelet Belanja

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI