- PT IRSX menargetkan kenaikan pendapatan 200 persen sampai tahun 2026 melalui skema pendanaan bersama proyek film.
- IRSX melalui Folago Pictures telah MoU co-investasi dengan studio besar seperti Visinema dan MVP Pictures.
- Strategi asset-light ini memungkinkan diversifikasi risiko dan sumber pendapatan dari berbagai kanal film.
Suara.com - PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) membidik lonjakan pendapatan hingga 200 persen sepanjang 2026. Target tersebut ditempuh melalui skema co-investment pada lebih dari 10 proyek film layar lebar bersama sejumlah studio besar dalam negeri.
Melalui unit filmnya, Folago Pictures, IRSX resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) untuk co-investasi dengan beberapa rumah produksi ternama, antara lain Visinema Pictures, MVP Pictures, VMS Pictures, Tiger Wong Entertainment, dan KUY STUDIO.
Strategi ini memungkinkan perseroan memperluas jalur monetisasi tanpa harus menanggung beban produksi secara penuh.

Pendekatan co-investment yang bersifat asset-light dinilai menjadi kunci utama IRSX dalam mengejar pertumbuhan pendapatan agresif, sekaligus membangun pipeline konten jangka menengah dengan struktur bisnis yang lebih berkelanjutan.
Melalui model tersebut, risiko bisnis tersebar ke berbagai proyek, sementara potensi pendapatan dibuka dari beragam kanal.
Direktur Utama IRSX, Subioto Jingga, mengatakan strategi ini bukan sekadar investasi pada satu atau dua judul film, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem hiburan yang berorientasi jangka panjang.
"Folago hadir sebagai mitra yang berdiri di belakang para studio dan kreator—menyediakan modal, struktur bisnis, dan akses distribusi agar setiap proyek dapat tumbuh secara berkelanjutan. Ini bukan taruhan pada satu konten, melainkan pembangunan platform hiburan jangka panjang," ujarnya seperti dikutip, Kamis (22/1/2026).
Melalui struktur co-investment ini, IRSX membuka beragam sumber pendapatan, mulai dari box office, hak distribusi domestik dan internasional, lisensi OTT, hingga brand integration.
Skema tersebut memungkinkan terciptanya revenue stream berulang yang tidak sepenuhnya bergantung pada volatilitas pendapatan berbasis event.
Baca Juga: Cek di Sini, BEI Buka Lagi Perdagangan 8 Emiten Usai Digembok
Dengan pipeline lebih dari 10 film layar lebar sepanjang 2026, IRSX menegaskan posisinya bukan sebagai production house tunggal, melainkan sebagai entertainment powerhouse yang berperan sebagai trusted capital, distribution, dan scale partner bagi industri kreatif nasional.