Suara.com - Berlokasi di Atrium Gandaria City, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) PT Netzme Kreasi Indonesia meluncurkan Nusantara Modest Fashion Festival atau NumoFest 2026. Melibatkan sekira 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), acara dipentaskan di sembilan kota besar Indonesia sepanjang 16 Januari hingga 1 Februari 2026. Selain ibukota Republik Indonesia, antara lain berlangsung di Banjarmasin, Solo, dan Palembang.
Tujuan festival busana ini adalah mendorong pemanfaatan pembayaran digital melalui QRIS Tap, serta disinergikan dengan pemutaran film tema religi bertajuk Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? yang antara lain dibintangi Revalina S. Temat dan Gunawan Sudrajat.

"Kami ingin membuat suatu event yang berdampak. Berangkat dari visi menjadikan Jakarta sebuah kota sinema. Seperti kita tahu, sudah ada contohnya yaitu Laskar Pelangi (Belitung) dan Eat, Pray, Love (Bali). Jadi Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? bukan hanya film sebagai selebrasi, namun memiliki dampak ekonomi, sehingga terjadi investasi," papar Andi Boediman, CEO Ideosource Entertainment sekaligus Executive Producer Paragon Pictures yang menggarap film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?.
Ia pun mendapat dukungan dari Vicky G. Saputra, CEO Netzme Kreasi Indonesia untuk merealisasikan gagasan tadi.
"Tujuan kami adalah empowering UMKM. Ide dari film dijadikan fokus. Sehingga fashion yang dikenakan para perempuan dalam film ini dijadikan bagian dari festival. Untuk Jakarta, NumoFest berlangsung tiga hari (23-25/1/2026)," lanjutnya.

Vicky G. Saputra, CEO Netzme Kreasi Indonesia menambahkan bahwa dalam menggarap NumoFest mereka menggandeng banyak pihak.
"Kami sadar tidak bisa berdiri sendiri, sehingga acara murni kolaborasi. Antara lain dengan partner Ruangguru, serta Pemprov DKI Jakarta lewat Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur). Dalam acara ini, kami mencoba memberikan solusi edukasi baru. Mencoba bagaimana memberikan literasi digital yang berbeda. Di sisi lain, promosi film juga membawa dampak langsung kepada UMKM dan stake holder lainnya. Tidak berhenti sampai sini, sebagai bagian dari Bank Indonesia kami mengedukasi bentuk pembayaran QRIS Tap sebagai sarana pembayaran untuk produk UMKM," tukas Vicky G. Saputra.
Di sisi lain, Bank Indonesia menyatakan bahwa sistem pembayaran yang terdigitalisasi sangat membantu UMKM. Cash flow harian bisa dicatat, dan pelaku memiliki kesempatan naik kelas dalam menjalankan bisnisnya dengan memperoleh kredit perbankan karena memiliki track record yang tercatat dengan baik.
Untuk itu, dalam ajang NumoFest 2026 para UMKM diajak semakin familiar dengan penggunaan QRIS Tap. Yaitu sebuah inovasi pembayaran digital dari Bank Indonesia yang menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC) untuk transaksi cepat tanpa perlu memindai kode QR. Caranya, pengguna cukup menempelkan (tap) ponsel atau perangkat berkemampuan NFC ke mesin pembayaran atau stiker khusus. Langkah ini lebih praktis untuk transportasi publik, ritel, dan UMKM dengan kecepatan transaksi sekitar 0,3 detik.
Baca Juga: Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

"Pemprov DKI Jakarta dan Bank Indonesia membuat terobosan agar ekonomi stabil dalam kondisi perekonomian global seperti sekarang. Pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan keuangan terkontrol dengan baik. Ini bukti keseriusan kami tentang pembayaran digital. UMKM memiliki pergerakan ekonomi yang luar biasa, dan di sisi lain teknologi bisa dimanfaatkan dengan baik. Kami menggalakkan ekonomi Jakarta agar terus berkembang termasuk pelaku usaha kecil dan menengah. Para pelaku ekonomi terus bertahan, terus menguat, yang menjadi kekuatan ekonomi kita. Untuk Indonesia yang lebih baik," ungkap Uus Kuswanto, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta mewakili Wakil Gubernur Rano Karno.
Dalam kesempatan pembukaan NumoFest 2026 di Jakarta, Netzme dan Ruangguru juga meluncurkan game Gang Dagang, sebuah literasi keuangan digital yang menjadi solusi pelaku bisnis termasuk UMKM lewat simulasi permainan. Di mana tujuannya menanamkan pemahaman bahwa usaha yang tepat dimulai dari perencanaan keuangan matang.
"Dengan adanya Gang Dagang ini, harapannya UMKM bisa naik kelas. Di mana awalnya memberikan literasi digital kepada para pelaku UMKM terasa seperti PR (pekerjaan rumah). Sebuah tantangan nyata UMKM dalam digitalisasi keuangan. Untuk itu, kami bekerja sama dengan Ruangguru, agar bisa memberikan literasi keuangan kepada mereka," jelas Vicky G. Saputra.
"Tujuan kami UMKM bisa berkembang, sehingga tidak berhenti sampai pelatihan saja. Ruangguru berperan menyajikan proses belajar jadi menarik sehingga pelaku UMKM termotivasi. Belajar dengan mudah dan bisa diserap. Karena itu kami kemas dalam game menarik, ada simulasi, dan bisa diimplementasikan," tambah Arman Wiratmoko, Chief Financial Officer Ruangguru.
Senada, Elizabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa Gang Dagang adalah sebuah media literasi.
"Bagaimana cara berdagang lebih mudah. Ada bantuan pendaftaran, pelaporan, pencatatan dan semuanya yang harapannya membantu UMKM untuk berbisnis dan mengelola keuangan," kata Elizabeth Ratu Rante Allo.
Di Atrium Gandaria City, NumoFest 2026 menggelar produk-produk UMKM yang tersebar di sederet gerai. Antara lain Fadkhera, Limittes.id, Nawasana, Ozzy, Hijasmita, Tunik Putri, serta Kals and Frey.

Dalam tinjauannya, Kepala Dinas PPKUKM Elizabeth Ratu Rante Allo melakukan tanya-jawab dengan beberapa pelaku bisnis UMKM serta mencoba penggunaan QRIS Tap.
Hijasmita adalah salah satu gerai yang mengangkat produk-produk karya perajin asal Jawa Barat. Antara lain outer bergambarkan peta Tanah Air kita di bagian punggung. Selain itu juga memasarkan aneka hijab, mukena, sampai kerudung. Seluruhnya menggunakan bahan dalam negeri dengan kisaran harga Rp200.000-Rp300.000.
Kemudian ada Ameera Indonesia, yang menyuguhkan busana ready to wear, serta andalan hijab keren.
"Koleksi busana kami terlihat sederhana, tetapi timeless. Konsepnya bisa digunakan mix and match, dengan koleksi yang ada di rumah. Bisa digunakan untuk semua kalangan dari perempuan muda sampai dewasa. Harga berkisar dari Rp200.000 hingga Rp1,1 juta," jelas Mega Novelia, ownernya.
Ia menambahkan bahwa merintis bisnis busana sudah dimulai sejak 2016 tetapi vakum saat Covid-19. Kemudian rebranding kembali pada 2025.
"Rasanya senang sekali bisa ikut serta dalam NumoFest 2026 yang turut mempromosikan film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?. Bersama fashion festival serta pemutaran film ini, saya mengajak para perempuan untuk tampil modis bersama koleksi busana kami," ajak Mega Novelia yang menyatakan Ameera Indonesia memiliki gerai di Grand Indonesia. ***