Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 03 Februari 2026 | 17:31 WIB
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
baca 10 detik
  • Inggris kucurkan dana jumbo untuk dukung industri perkapalan Indonesia.
  • Target 1.582 kapal nelayan baru dengan desain canggih dari Babcock.
  • Fokus awal pada sektor maritim, energi terbarukan, dan digitalisasi.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi mempererat sinergi ekonomi dengan Inggris melalui skema Economic Growth Partnership. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah dukungan pendanaan fantastis sebesar 4 miliar poundsterling (sekitar Rp80 triliun) yang dialokasikan khusus untuk memperkuat industri perkapalan nasional dan memodernisasi armada nelayan domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mentransformasi sektor maritim Indonesia. "Dengan UK (Inggris) kemarin sudah ditandatangani Economic Growth Partnership," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dukungan pendanaan ini tidak hanya sekadar suntikan modal, melainkan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan kapabilitas desain kapal di dalam negeri. Inggris, melalui perusahaan pertahanan dan teknologi maritim ternama, Babcock, akan terlibat langsung dalam pengembangan ini.

Babcock dilaporkan telah melakukan pertemuan intensif dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas teknis kerja sama. Perusahaan tersebut akan membantu Indonesia dalam merancang kapal-kapal modern yang sesuai dengan karakteristik perairan Nusantara.

"Mereka memberikan 4 billion poundsterling untuk men-support perkapalan Indonesia. Perusahaan Babcock sudah bertemu Bapak Presiden dan mereka akan membantu mendesain kapal," tambah Airlangga.

Salah satu urgensi dari kemitraan ini adalah pemenuhan kebutuhan armada perikanan. Berdasarkan data pemerintah, Indonesia saat ini membutuhkan sedikitnya 1.582 unit kapal nelayan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal.

Kemitraan ini diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan teknologi dan pendanaan yang selama ini menghambat modernisasi armada nelayan. Dengan desain kapal yang lebih efisien dan tangguh, kapasitas tangkap nasional diharapkan meningkat signifikan.

Selain sektor perkapalan, Economic Growth Partnership juga mencakup sektor strategis lainnya seperti energi terbarukan, digitalisasi ekonomi dan pendidikan

Airlangga menekankan bahwa kesepakatan yang ada saat ini merupakan fondasi awal. Ke depan, pemerintah berencana untuk meningkatkan status kerja sama ini menjadi perjanjian yang lebih komprehensif (separate agreement). Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah memastikan implementasi pendanaan £4 miliar tersebut berjalan tepat sasaran.

baca juga

"Ini bentuk awal dulu diimplementasikan. Tahap berikutnya nanti kita akan upgrade," pungkasnya. Langkah ini menandai babak baru diplomasi ekonomi Indonesia yang semakin agresif dalam menggandeng mitra global demi memperkuat visi sebagai poros maritim dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:53 WIB

Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini

Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:42 WIB

Florian Wirtz Bisa Setara dengan Kevin De Bruyne, Hugo Ekitike Lebih Baik dari Fernando Torres

Florian Wirtz Bisa Setara dengan Kevin De Bruyne, Hugo Ekitike Lebih Baik dari Fernando Torres

Bola | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:29 WIB

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:28 WIB

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:21 WIB

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:19 WIB

Jangan Sepelekan! Ini Arti Mata Kanan Kedutan Menurut Medis dan Primbon Jawa

Jangan Sepelekan! Ini Arti Mata Kanan Kedutan Menurut Medis dan Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

×