- PT KAI membuka penjualan tiket angkutan mudik Lebaran 2026 secara bertahap mulai Minggu, 25 Januari 2026.
- Sistem reservasi tiket menerapkan kebijakan H-10, memungkinkan pembelian sepuluh hari sebelum jadwal keberangkatan.
- KAI menyarankan transaksi dilakukan melalui kanal resmi untuk menghindari penipuan dan tarif tidak wajar.
Pemesanan 2 Februari: Keberangkatan 19 Maret
Pemesanan 3 Februari: Keberangkatan 20 Maret
Pemesanan 4 Februari: Keberangkatan 21 Maret
Pemesanan 5 Februari: Keberangkatan 22 Maret
Pemesanan 6 Februari: Keberangkatan 23 Maret
Pemesanan 7 Februari: Keberangkatan 24 Maret
Pemesanan 8 Februari: Keberangkatan 25 Maret
Pemesanan 9 Februari: Keberangkatan 26 Maret
Pemesanan 10 Februari: Keberangkatan 27 Maret
Pemesanan 11 Februari: Keberangkatan 28 Maret
Pemesanan 12 Februari: Keberangkatan 29 Maret
Pemesanan 13 Februari: Keberangkatan 30 Maret
Pemesanan 14 Februari: Keberangkatan 31 Maret
Pemesanan 15 Februari: Keberangkatan 1 April
Tips Aman Transaksi Tiket Mudik
KAI menekankan pentingnya kewaspadaan dalam bertransaksi. Guna menghindari praktik penipuan atau pengenaan biaya tambahan (biaya admin) yang tidak masuk akal, pelanggan sangat disarankan untuk hanya menggunakan kanal distribusi resmi.
Beberapa platform yang terjamin keamanannya meliputi:
- Aplikasi Access by KAI (Sangat direkomendasikan).
- Situs resmi booking.kai.id.
- Layanan Call Center 121.
- Mitra penjualan resmi dan Online Travel Agent (OTA) terpercaya.
Melalui kanal media sosial resminya di @kai121_, pihak KAI mengimbau masyarakat untuk menjauhi pihak-pihak yang menawarkan jasa pembelian tiket dengan iming-iming kemudahan namun mematok tarif tidak wajar.
Mengingat tingginya antusiasme masyarakat pada musim mudik 2026, para calon penumpang diharapkan segera memastikan tanggal keberangkatan, menyiapkan kartu identitas, serta memastikan koneksi internet stabil saat melakukan war tiket di aplikasi.
DISCLAIMER: Ketersediaan tiket dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada tingkat permintaan pasar. KAI berhak menyesuaikan jadwal perjalanan atau menambah kereta tambahan sesuai dengan kebijakan angkutan nasional. Pastikan data diri yang dimasukkan saat pemesanan sudah benar dan sesuai dengan identitas resmi (KTP/Passport).