Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah

Bangun Santoso, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:47 WIB
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
Ilustrasi tapioka. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Ketua PPTTI menyebut tingginya impor tapioka disebabkan harga produk impor lebih murah dari produk lokal.
  • Impor tapioka dari Thailand meningkat setelah Tiongkok menghentikan pembelian dan menyebabkan harga di sana jatuh.
  • Kondisi harga murah ini menekan serapan tapioka lokal di pasar domestik meskipun pasokan dalam negeri cukup.

Suara.com - Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) Welly Sugiono menilai impor tapioka masih tinggi karena faktor harga. Welly menyebut impor bukan terjadi karena stok dalam negeri tidak mencukupi.

Welly menyampaikan, pengusaha memilih tapioka impor karena harganya lebih murah dibanding produk lokal. Welly menegaskan faktor harga menjadi pertimbangan utama pelaku industri.

Welly menjelaskan produk impor masuk karena harganya lebih rendah. Welly menyebut kondisi itu membuat serapan tapioka lokal tertekan.

“Enggak, masalahnya harga. Yang lebih murah impor,” ujar Welly kepada wartawan, dikutip Minggu (25/1/2026).

Welly menyebut impor tapioka banyak berasal dari Thailand. Welly mengatakan harga di Thailand jatuh karena stok menumpuk setelah China menghentikan impor tapioka.

“China tiba-tiba stop impor tapioka, dia pakai corn starch (pati jagung). Kan stok tapiokanya numpuk di sana (Thailand). Dia banting harga,” ujar Welly.

Welly menilai pengusaha Indonesia memanfaatkan momentum harga murah tersebut. Welly menyebut pengusaha tidak melanggar aturan karena kebijakan impor tidak melarang masuknya tapioka.

“Nah, pengusaha Indonesia enggak salah dong, memang bukan kriminal enggak dilarang kok,” kata Welly.

Welly mengatakan kondisi itu berdampak pada industri dalam negeri. Welly menilai pasar domestik akhirnya tidak menyerap produk lokal secara optimal.

baca juga

“Nah, efeknya di kita. Kan begitu ceritanya,” ucapnya.

Welly menyebut serapan tapioka lokal menurun ketika produk impor membanjiri pasar. Welly menilai kondisi itu terjadi karena pelaku usaha mencari bahan baku dengan harga paling kompetitif.

“Jadi domestik enggak terlalu terserap ya,” ucap Welly.

Welly menyampaikan kebutuhan industri dalam negeri sebenarnya cukup besar. Welly menilai pasokan dari dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan, namun persoalan harga membuat impor tetap masuk.

Welly mengatakan kondisi pasar membuat pengusaha mengambil opsi termurah. Welly menyebut pola tersebut terjadi ketika negara pemasok sedang panen dan harga turun.

“Tapi ketika di sana panen, harganya murah, ya namanya pengusaha, kan cari yang murah,” kata Welly.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Gemar Impor Singkong

Indonesia Gemar Impor Singkong

Bisnis | Jum'at, 31 Januari 2025 | 15:22 WIB

Kenyal-Kenyal Gurih Mie Pentil, Kuliner Ikonik di Kabupaten Bantul

Kenyal-Kenyal Gurih Mie Pentil, Kuliner Ikonik di Kabupaten Bantul

Your Say | Minggu, 27 Agustus 2023 | 09:45 WIB

4 Resep Camilan Berbahan Dasar Tepung Tapioka, Praktis Bisa Dicoba di Rumah

4 Resep Camilan Berbahan Dasar Tepung Tapioka, Praktis Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Selasa, 20 September 2022 | 11:45 WIB

Mengenal Ragam Olahan Sagu, Makanan Pokok Khas Indonesia Timur

Mengenal Ragam Olahan Sagu, Makanan Pokok Khas Indonesia Timur

Lifestyle | Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Terkini

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:50 WIB

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:43 WIB

Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:38 WIB

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:36 WIB

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:28 WIB

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:17 WIB

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 16:14 WIB

×