Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks

M Nurhadi

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:55 WIB
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
Menkeu Purbaya (ANTARA)
baca 10 detik
  • Kementerian Keuangan membantah hoaks perihal kerugian Menkeu Purbaya sebesar Rp200 triliun akibat "ditipu" bank negara pada Minggu (25/1/2026).
  • Menkeu memindahkan dana negara Rp276 triliun ke Himbara sejak September 2025 sebagai strategi manajemen kas untuk likuiditas pasar.
  • Dana tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito berimbal hasil dan harus dialokasikan untuk kredit produktif, bukan SBN.

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi membantah informasi menyesatkan yang menyebut Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa mengalami kerugian akibat "ditipu" oleh bank-bank milik negara (Himbara) senilai Rp200 triliun.

Melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), pemerintah menegaskan bahwa narasi yang menyebut dana negara "menguap" atau Menkeu "kalah" dari para bankir adalah murni berita bohong atau hoaks.

Klarifikasi ini dirilis pada Minggu (25/1/2026) menyusul viralnya foto konferensi pers Menkeu Purbaya yang disalahgunakan dengan narasi provokatif di media sosial.

Pemerintah meminta publik tidak terjebak dalam disinformasi yang merusak kepercayaan terhadap stabilitas keuangan nasional.

Fakta Penempatan Dana: Strategi Bukan Kerugian

Informasi yang dipelintir tersebut sebenarnya berakar dari kebijakan manajemen kas negara yang transparan. Berbeda dengan narasi hoaks, berikut adalah fakta teknis mengenai dana tersebut:

  • Peralihan Kas: Sejak 12 September 2025, Menkeu Purbaya memindahkan dana pemerintah yang semula "menganggur" di Bank Indonesia ke bank-bank umum (Himbara).
  • Total Dana: Awalnya ditempatkan Rp200 triliun, kemudian ditambah Rp76 triliun pada November 2025, sehingga total mencapai Rp276 triliun.
  • Distribusi Strategis: Dana dialokasikan ke Bank Mandiri (Rp55 T), BNI (Rp55 T), BRI (Rp55 T), BTN (Rp25 T), dan BSI (Rp10 T).
  • Tujuan Belanja: Dari total tersebut, Rp76 triliun telah ditarik kembali secara bertahap oleh pemerintah untuk membiayai belanja rutin Kementerian dan Lembaga (K/L) guna menggerakkan sektor riil.

Dilansir dari Media Keuangan Kemenkeu, kebijakan menempatkan dana di perbankan bukanlah hal baru. Strategi ini pernah sukses diterapkan pada periode 2020–2022 saat pandemi COVID-19. Saat itu, likuiditas yang disuntikkan ke perbankan membantu UMKM bertahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan menjaga stabilitas lapangan kerja.

Menteri Purbaya menjelaskan bahwa langkah serupa diambil saat ini untuk memperkuat likuiditas pasar.

baca juga

"Ketika uang bertambah ke sistem, likuiditas meningkat dan pelan-pelan bunga di pasar akan turun," ujar Purbaya dalam sebuah kesempatan di Kantor Pusat Ditjen Pajak.

Penempatan dana ini dilakukan dengan aturan ketat yang diatur dalam KMK No. 276/2025. Berikut adalah karakteristik skemanya:

  • Bentuk Investasi: Deposito on call (konvensional & syariah) tanpa mekanisme lelang.
  • Imbal Hasil: Negara mendapatkan bunga sebesar 80,476% dari suku bunga acuan Bank Indonesia.

Dana ini dilarang keras digunakan oleh bank untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN), melainkan harus disalurkan sebagai kredit produktif.

Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect bagi ekonomi nasional.

Dengan melimpahnya likuiditas di bank, biaya dana (cost of fund) menurun, yang pada gilirannya membuat suku bunga kredit lebih kompetitif bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun

5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun

Bisnis | Minggu, 25 Januari 2026 | 18:41 WIB

Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks

Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks

Bisnis | Minggu, 25 Januari 2026 | 17:59 WIB

Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas

Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×