Tahun 2026 Belum Ada Sebulan, Harga Emas Sudah Naik 16 Persen

M Nurhadi

Senin, 26 Januari 2026 | 10:11 WIB
Tahun 2026 Belum Ada Sebulan, Harga Emas Sudah Naik 16 Persen
Ilustrasi emas, harganya naik terus sejak awal 2026
baca 10 detik
  • Harga emas dunia mencapai rekor baru menembus US$ 5.000 per troy ons pada Senin, 26 Januari 2026.
  • Kenaikan dipicu oleh pelarian ke aset aman akibat tensi geopolitik dan pelonggaran suku bunga AS.
  • Analis memproyeksikan harga emas berpotensi mencapai US$ 5.500 hingga US$ 6.400 akhir tahun 2026.

Suara.com - Dunia investasi mencatatkan sejarah baru pada perdagangan Senin (26/1/2026).

Harga emas dunia resmi menembus angka psikologis US$ 5.000 per troy ons, memperpanjang reli fantastis yang dipicu oleh pelarian modal investor ke aset aman (safe-haven) akibat meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data pasar spot, harga emas menguat 0,85% ke level US$ 5.024,95 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari juga melonjak 0,91% ke posisi US$ 5.024,60 per ons.

Faktor Pemicu Kenaikan Harga Emas

Lonjakan harga emas tahun ini merupakan kelanjutan dari performa impresif tahun 2025, di mana emas terbang 64%. Ada beberapa pilar utama yang menyokong kenaikan ini:

  • Borong Emas Bank Sentral: China terus memperpanjang aksi beli emasnya selama 14 bulan berturut-turut hingga Desember lalu.
  • Kebijakan Moneter AS: Pelonggaran suku bunga oleh Bank Sentral AS membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik.
  • Arus Masuk ETF: Investasi melalui dana pertukaran emas (Exchange-Traded Funds) mencatat rekor arus masuk tertinggi.

Sepanjang tahun 2026 yang baru berjalan satu bulan, harga emas tercatat sudah melesat lebih dari 16%.

Ketidakpastian politik internasional menjadi "bahan bakar" utama bagi kenaikan harga logam mulia tahun ini. Ketegangan antara Amerika Serikat dan NATO terkait wilayah Greenland telah menciptakan kekhawatiran baru di pasar finansial.

Selain itu, faktor-faktor berikut turut memperkeruh suasana:

  1. Konflik Rusia-Ukraina: Perundingan di Abu Dhabi yang dimediasi AS berakhir tanpa kesepakatan akhir pekan lalu. Di saat yang sama, serangan udara terus berlanjut, menyebabkan jutaan warga Ukraina kehilangan akses listrik di tengah musim dingin yang ekstrem.
  2. Ancaman Tarif Donald Trump: Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China. Hal ini memicu kekhawatiran pecahnya perang dagang baru di Amerika Utara.

Prediksi Analis: Masih Bisa Menuju US$ 6.400?

baca juga

Philip Newman, Direktur Metals Focus, memproyeksikan harga emas masih memiliki ruang untuk tumbuh. "Kami memperkirakan kenaikan lebih lanjut. Prediksi kami menunjukkan harga akan mencapai puncaknya di sekitar US$ 5.500 akhir tahun ini," ujarnya, dilansir dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa setiap penurunan harga (correction) akan berlangsung singkat karena minat beli investor masih sangat tinggi.

Pandangan yang lebih berani datang dari analis independen, Ross Norman. Ia memprediksi emas bisa menyentuh level tertinggi di US$ 6.400 per ons dengan harga rata-rata tahunan di kisaran US$ 5.375.

Langkah emas juga diikuti oleh logam mulia lainnya. Perak (Silver) melonjak 1,72% ke level US$ 104,72 per ons, setelah sebelumnya berhasil menembus angka US$ 100 untuk pertama kalinya pada Jumat lalu.

Sementara itu, Platinum stabil di harga US$ 2.767 dan Palladium naik tipis ke US$ 2.013,50 per ons.

Pengetatan pasokan fisik di pasar global, terutama untuk perak, diperkirakan akan terus menjaga momentum kenaikan harga logam mulia dalam jangka menengah.


DISCLAIMER: Investasi pada instrumen logam mulia seperti emas dan perak memiliki profil risiko fluktuasi harga yang tinggi. Harga emas sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga dan kondisi geopolitik dunia yang dinamis. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berita bisnis dan bukan merupakan instruksi atau saran investasi. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum melakukan transaksi keuangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 10:08 WIB

Harga Perak Tembus Rekor, Analis Mulai Nyalakan Tanda Peringatan

Harga Perak Tembus Rekor, Analis Mulai Nyalakan Tanda Peringatan

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 07:48 WIB

Kenaikan Harga Emas di Pegadaian, Beli Kemarin Sudah Dapat Untung Banyak

Kenaikan Harga Emas di Pegadaian, Beli Kemarin Sudah Dapat Untung Banyak

Bisnis | Minggu, 25 Januari 2026 | 12:34 WIB

Terkini

Prof Theddeus Prasetyono Sebut Gerakan Kritis Mahasiswa Bangun Keberanian Publik Lebih Luas

Prof Theddeus Prasetyono Sebut Gerakan Kritis Mahasiswa Bangun Keberanian Publik Lebih Luas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:54 WIB

DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Ingatkan Jangan Jadi Alat Kekuasaan

DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Ingatkan Jangan Jadi Alat Kekuasaan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Cara Melacak HP Hilang dalam Keadaan Mati untuk Android dan iPhone

Cara Melacak HP Hilang dalam Keadaan Mati untuk Android dan iPhone

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Polisi Bunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Mental, Kok Masih Dinas di Polda Riau?

Polisi Bunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Mental, Kok Masih Dinas di Polda Riau?

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Demo 28 Oktober Dikawal Kendaraan Berat Polisi, Publik: Mau Amankan Aksi atau Perang dengan Rakyat?

Demo 28 Oktober Dikawal Kendaraan Berat Polisi, Publik: Mau Amankan Aksi atau Perang dengan Rakyat?

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?

Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?

Malang | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Kapolri Siapkan Bodycam untuk Personel saat Amankan Aksi Demonstrasi

Kapolri Siapkan Bodycam untuk Personel saat Amankan Aksi Demonstrasi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Menlu Sigapura Datang Mendadak, Mohon Waktu Bertemu Presiden Prabowo

Menlu Sigapura Datang Mendadak, Mohon Waktu Bertemu Presiden Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Arti Simbol Warna Hijau Biru Merah di Aksi 28 Oktober Jogja, Saatnya Suporter Bersatu

Arti Simbol Warna Hijau Biru Merah di Aksi 28 Oktober Jogja, Saatnya Suporter Bersatu

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Baru Pulang Haji Bersama, Istri Sah Syok Suami Bakar Selingkuhan dan Balita di Kebun Bonsai

Baru Pulang Haji Bersama, Istri Sah Syok Suami Bakar Selingkuhan dan Balita di Kebun Bonsai

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:39 WIB

×