Harga Perak Tembus Rekor, Analis Mulai Nyalakan Tanda Peringatan

M Nurhadi

Senin, 26 Januari 2026 | 07:48 WIB
Harga Perak Tembus Rekor, Analis Mulai Nyalakan Tanda Peringatan
Ilustrasi logam perak [Unsplash]
baca 10 detik
  • Pada Jumat (23/1/2026), harga perak spot melesat 5% mencapai US$101 per troy ons, melanjutkan reli signifikan sejak 2025.
  • Kenaikan didorong permintaan industri vital dan pembelian investor ritel, menyebabkan rasio emas-perak mencapai terketat dalam 14 tahun.
  • Meskipun harga tinggi, pasar fisik tertekan defisit stok lima tahun, keterbatasan pemurnian, serta cadangan gudang yang menipis.

Suara.com - Dunia investasi komoditas tengah diguncang oleh lonjakan luar biasa harga perak. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), harga perak di pasar spot melesat lebih dari 5% hingga menyentuh angka psikologis US$ 101 per troy ons.

Kenaikan ini memperpanjang reli fantastis yang dimulai sejak tahun 2025 lalu.

Sepanjang tahun 2026 yang baru berjalan kurang dari sebulan ini, harga perak sudah melonjak hingga 40%.

Jika ditarik lebih jauh, logam yang sering disebut sebagai "emas orang miskin" ini telah meroket 147% sepanjang tahun 2025—pertumbuhan tahunan terbesar sejak data LSEG tahun 1983.

Kenaikan harga perak dipicu oleh kombinasi permintaan industri yang tinggi dan aksi borong investor ritel. Perak tidak hanya berfungsi sebagai aset investasi, tetapi juga komponen vital dalam industri perhiasan, elektronik, hingga panel surya.

Rhona O’Connell, analis dari StoneX, menyebut fenomena ini sebagai "kegilaan yang bergerak sendiri". Menurutnya, perak mendapatkan keuntungan dari harga satuannya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan emas, yang juga mencetak rekor di level US$ 4.988 per ons.

"Semua orang sepertinya ingin terlibat, tetapi ini juga menyalakan lampu kuning peringatan kekayaan. Ketika retakan mulai muncul, itu bisa dengan cepat menjadi jurang yang dalam. Bersiaplah," ujar Rhona, dilansir dari Reuters.

Perbandingan dengan Emas: Rasio Terketat dalam 14 Tahun

Salah satu indikator yang menarik perhatian para pelaku pasar adalah Gold-to-Silver Ratio. Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, hanya dibutuhkan 50 ons perak untuk membeli satu ons emas.

baca juga

Angka ini turun drastis dibandingkan posisi April lalu yang masih berada di angka 105 ons perak.

Hal ini menandakan bahwa performa perak saat ini jauh melampaui emas, namun para analis teknikal memperingatkan bahwa penguatan yang terlalu cepat ini biasanya diikuti oleh koreksi atau penurunan harga yang signifikan dalam waktu dekat.

Meski harganya terbang tinggi, pasar fisik perak sebenarnya tengah mengalami tekanan:

  • Defisit Stok: Pasar telah mengalami defisit struktural selama lima tahun berturut-turut, dan diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2026.
  • Keterbatasan Pemurnian: Meskipun kegiatan daur ulang perak meningkat karena harga yang mahal, keterbatasan kapasitas kilang pemurnian membuat logam hasil daur ulang sulit kembali ke pasar dengan cepat.
  • Cadangan Menipis: Stok di gudang London (LBMA) sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah di angka 136 juta ons pada September lalu akibat tingginya permintaan ETF dan koin fisik.

Proyeksi ke Depan: Waspada Koreksi Jenuh Beli

Meskipun saat ini perak sedang berada di atas angin, para pakar mulai bersikap konservatif. Michael Widmer, ahli strategi dari Bank of America (BofA), memperkirakan bahwa harga perak yang "wajar" secara fundamental sebenarnya berada di kisaran US$ 60.

Ia menilai permintaan dari produsen panel surya mungkin sudah mencapai puncaknya tahun lalu.

Senada dengan hal tersebut, David Wilson dari BNP Paribas memperkirakan aksi ambil untung (profit taking) akan segera terjadi.

Setelah reli yang penuh euforia sejak akhir November, pasar kemungkinan besar akan segera melakukan penyesuaian harga, terutama jika pasokan fisik mulai mengalir masuk kembali ke pasar global.


DISCLAIMER: Investasi pada logam mulia seperti perak dan emas memiliki risiko fluktuasi harga yang sangat tinggi di pasar internasional. Harga dapat berubah dalam hitungan menit mengikuti sentimen geopolitik dan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi beli atau jual. Selalu lakukan riset mendalam dan konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini

Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 08:17 WIB

Harga Perak Global Meroket dalam Sepekan, Waspada Overvalued?

Harga Perak Global Meroket dalam Sepekan, Waspada Overvalued?

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56 WIB

Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada

Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Polisi Bongkar Penjualan Solar Subsidi ke Pabrik di Deli Serdang, Harga Rp8 Ribu Lebih per Liter

Polisi Bongkar Penjualan Solar Subsidi ke Pabrik di Deli Serdang, Harga Rp8 Ribu Lebih per Liter

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Viral Bu Riska, Guru di Sulawesi Selatan Inisiatif Masak Sendiri 'MBG' untuk Muridnya

Viral Bu Riska, Guru di Sulawesi Selatan Inisiatif Masak Sendiri 'MBG' untuk Muridnya

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Ulasan Dua Belas Pasang Mata: Kehangatan Guru di Tengah Kelamnya Perang

Ulasan Dua Belas Pasang Mata: Kehangatan Guru di Tengah Kelamnya Perang

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Rayakan Semangat Sumpah Pemuda, BRI Hadirkan Promo Hemat untuk Kuliner hingga Belanja

Rayakan Semangat Sumpah Pemuda, BRI Hadirkan Promo Hemat untuk Kuliner hingga Belanja

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:29 WIB

Teknologi Identitas Digital Buka Peluang Verifikasi Tanpa Simpan Salinan KTP

Teknologi Identitas Digital Buka Peluang Verifikasi Tanpa Simpan Salinan KTP

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Bikin Momen Bareng Sahabat Makin Hemat, Intip Promo Spesial BRI

Bikin Momen Bareng Sahabat Makin Hemat, Intip Promo Spesial BRI

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Kebakaran di Makassar Menggila Sepanjang 2026, Pasukan dan Armada Kurang

Kebakaran di Makassar Menggila Sepanjang 2026, Pasukan dan Armada Kurang

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:22 WIB

Incar Bundaran HI untuk Tes Prabowo-Gibran, BEM UI: Kalau Tak Dengar Berarti...

Incar Bundaran HI untuk Tes Prabowo-Gibran, BEM UI: Kalau Tak Dengar Berarti...

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Bagaimana Cara Cek NIK KTP Online 2026?

Bagaimana Cara Cek NIK KTP Online 2026?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Advokat Ingatkan RUU Perampasan Aset, Minta Harta Pejabat Sebelum Menjabat Tak Ikut Disita

Advokat Ingatkan RUU Perampasan Aset, Minta Harta Pejabat Sebelum Menjabat Tak Ikut Disita

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:17 WIB

×