Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

ANTM Meroket 241 Persen dalam Setahun, Rekor Harga Emas dan Nikel Jadi Motor Utama

M Nurhadi

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:33 WIB
ANTM Meroket 241 Persen dalam Setahun, Rekor Harga Emas dan Nikel Jadi Motor Utama
Saham PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM mencatatkan kenaikan signifikan didorong rekor harga emas global melampaui US$5.000 per ons.. [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt/am]
  • Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kenaikan signifikan didorong rekor harga emas global melampaui US$5.000 per ons.
  • Kinerja positif ANTM juga didukung pemulihan operasional sektor nikel melalui normalisasi RKAB dan rekor volume penjualan.
  • Meskipun prospek cerah, analis mengingatkan potensi aksi ambil untung karena valuasi saham saat ini dinilai sudah cukup tinggi.

Suara.com - Pasar keuangan dalam negeri tengah dihebohkan oleh performa impresif PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Emiten pertambangan pelat merah ini menjadi pusat perhatian setelah mencatatkan lonjakan harga saham yang luar biasa.

Meski pada Selasa (27/1/2026) terjadi koreksi teknis ke level Rp4.160, namun secara historis saham ANTM telah menunjukkan reli panjang dari level Rp4.000 dalam sepekan terakhir, bahkan meroket hingga 241,22% jika ditarik dalam periode satu tahun belakang.

Lantas, apa yang membuat saham ANTM begitu perkasa di lantai bursa? Berikut adalah analisis mendalam mengenai faktor-faktor pendorong utamanya.

Emas Menggila

Pemicu paling signifikan tentu saja berasal dari pasar komoditas global. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga emas dunia menembus level psikologis US$5.000 per troy ons.

Sebagai emiten yang memiliki lini bisnis emas dari hulu (tambang) hingga hilir (penjualan ritel Logam Mulia), ANTM mendapatkan keuntungan ganda.

Kenaikan harga emas dunia langsung mengerek harga jual emas batangan Antam di dalam negeri menjadi Rp2.917.000 per gram.

Investor di pasar modal melihat ini sebagai potensi lonjakan laba bersih yang besar bagi perusahaan, mengingat biaya produksi relatif stabil sementara harga jual melambung tinggi.

Status Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Global

Kepala Riset NH Korindo Sekuritas, Nico Omer Jonckheere, menilai penguatan ini dipicu oleh tingginya permintaan terhadap aset aman (safe haven).

Ketegangan geopolitik yang melibatkan sengketa Greenland hingga ketidakpastian kebijakan Presiden AS Donald Trump memaksa investor global mengalihkan modal mereka ke emas dan saham-saham berbasis emas seperti ANTM.

Selain emas, diversifikasi portofolio ANTM di sektor nikel menjadi penyokong fundamental yang kuat. Setelah sempat terkendala regulasi di tahun 2024, sektor ini mulai menunjukkan pemulihan signifikan:

Normalisasi RKAB: Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang lebih lancar di tahun 2025 memulihkan volume produksi.

Rekor Penjualan: ANTM mencetak volume penjualan bijih nikel tertinggi pada kuartal II-2025 mencapai 8,20 juta wet metric ton (WMT).

Target Produksi Ambisius: Perusahaan menargetkan produksi nikel sebesar 21 juta ton pada tahun 2025, didukung oleh harga nikel di LME yang stabil di level tinggi.

Peluang vs Risiko Ambil Untung

Meskipun prospek jangka panjang terlihat cerah—terutama dengan prediksi analis Ross Norman bahwa emas bisa menyentuh US$6.400 per ons tahun ini—analis mengingatkan adanya risiko jangka pendek.

Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas menilai bahwa secara relatif, valuasi saham emiten emas saat ini sudah cukup tinggi. Hal ini membuka peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor besar.

Oleh karena itu, investor ritel disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan melakukan evaluasi ulang terhadap titik masuk (entry point) mereka.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sentimen safe haven emas, pemulihan operasional sektor nikel, serta prospek dividen yang stabil menjadikan ANTM sebagai pilihan menarik di tengah badai ekonomi global tahun 2026.

DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Penguatan harga saham ANTM di masa lalu tidak menjamin kinerja yang sama di masa depan. Artikel ini adalah informasi berita bisnis dan bukan merupakan instruksi jual atau beli. Selalu konsultasikan rencana investasi Anda dengan penasihat profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat Waktunya! Emas Antam Bisa Tembus Rp 3 Juta/Gram Pekan Ini

Catat Waktunya! Emas Antam Bisa Tembus Rp 3 Juta/Gram Pekan Ini

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 19:15 WIB

ANTM Mengamuk! Saham Aneka Tambang Tembus Rekor Baru di Rp4.750

ANTM Mengamuk! Saham Aneka Tambang Tembus Rekor Baru di Rp4.750

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 14:26 WIB

Daftar Saham di BEI yang Meroket Usai Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar

Daftar Saham di BEI yang Meroket Usai Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Naik 80 Persen dalam Satu Tahun, Ini Penyebabnya

Harga Emas Naik 80 Persen dalam Satu Tahun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 10:42 WIB

Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 10:08 WIB

Terkini

Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO

Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:30 WIB

Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman

Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:26 WIB

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:06 WIB

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:44 WIB

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:22 WIB

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:27 WIB

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30 WIB

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:19 WIB

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:06 WIB

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:03 WIB