Digitalisasi Jadi Syarat Mutlak Industri Kesehatan di Asia Tenggara

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:41 WIB
Digitalisasi Jadi Syarat Mutlak Industri Kesehatan di Asia Tenggara
Sektor kesehatan di Asia Tenggara tengah mengalami pergeseran masif dari pencatatan manual ke sistem digital. Foto ist.
baca 10 detik
  • Industri kesehatan Asia Tenggara mengalami pergeseran masif dari pencatatan manual ke sistem digital.
  • Transformasi ini didorong oleh ketatnya regulasi pemerintah.
  • Di Indonesia, integrasi dengan platform seperti SATUSEHAT kini menjadi mandat yang harus dipenuhi oleh setiap pusat kesehatan.

Suara.com - Sektor kesehatan di Asia Tenggara tengah mengalami pergeseran masif dari pencatatan manual ke sistem digital.

Transformasi ini didorong oleh ketatnya regulasi pemerintah, kebutuhan keamanan data pasien, serta tuntutan efisiensi operasional. Di Indonesia, integrasi dengan platform seperti SATUSEHAT kini menjadi mandat yang harus dipenuhi oleh setiap pusat kesehatan.

Di tengah dinamika ini, Kumo™, platform Software as a Service (SaaS) asal Malaysia, merayakan satu dekade perjalanannya dengan memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar. Hingga kini, Kumo™ telah melayani lebih dari 2.500 klinik dan 25.000 pengguna di seluruh Asia Tenggara melalui empat merek spesialis Aoikumo™ kumoDent, kumoVet™, kumoDoc™.

Kumo™ hadir menjawab keresahan pemilik klinik terkait kompleksitas regulasi dan risiko kebocoran data. Platform ini mengintegrasikan seluruh aspek operasional—mulai dari pendaftaran pasien dan pembayaran via Stripe/WhatsApp, hingga pelaporan medis berbasis standar internasional SNOMED CT.

Keamanan data menjadi prioritas utama dengan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 dan SIRIM UKAS, menjamin perlindungan informasi sensitif di tengah meningkatnya ancaman siber. Prestasi ini membawa Kumo™ meraih penghargaan MD Asia Pacific ICT Awards 2024 serta dipercaya oleh institusi pendidikan seperti MAHSA University.

Pendiri Kumo™, Kevin Nair, menegaskan bahwa kunci sukses layanan kesehatan masa depan terletak pada interoperabilitas. Dengan dukungan Kecerdasan Buatan (AI), Kumo™ memungkinkan dokter fokus pada kesembuhan pasien sementara sistem menangani urusan operasional yang rumit secara otomatis.

"Dekade berikutnya tidak akan ditentukan oleh banyaknya fitur, melainkan oleh ekosistem klinis yang terintegrasi, interoperabel, dan cerdas dengan AI berbasis nilai," ujar Nair.

Melalui pendekatan yang berpusat pada pelanggan, Kumo™ kini menjadi mitra strategis bagi klinik-klinik di Indonesia dan Thailand untuk bersaing di era digital, memastikan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan standar kesehatan global.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ubisoft Lakukan PHK Massal, 6 Proyek Game Besar Dibatalkan

Ubisoft Lakukan PHK Massal, 6 Proyek Game Besar Dibatalkan

Tekno | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:12 WIB

Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Tujuan Ekspor Mobil China Terbanyak di Dunia

Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Tujuan Ekspor Mobil China Terbanyak di Dunia

Otomotif | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:01 WIB

Serapan KIPK 2025 Jeblok, Menperin Janji Bereskan Kendala Biar Padat Karya Jalan di 2026

Serapan KIPK 2025 Jeblok, Menperin Janji Bereskan Kendala Biar Padat Karya Jalan di 2026

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 13:27 WIB

Terkini

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

Bola | Senin, 14 September 2026 | 13:08 WIB

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

Polda Metro Akan Periksa Anak Ruben Onsu Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

Polda Metro Akan Periksa Anak Ruben Onsu Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

News | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:05 WIB

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

News | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro

Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak

Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak

Riau | Senin, 14 September 2026 | 13:02 WIB

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Bali | Senin, 14 September 2026 | 12:55 WIB

×