"Belajar di Lantai, Tapi Mimpi Harus Setinggi Langit" Kisah Ibu Inspiratif PNM

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:00 WIB
"Belajar di Lantai, Tapi Mimpi Harus Setinggi Langit" Kisah Ibu Inspiratif PNM
Hikayati, seorang perempuan inspiratif binaan PNM Mekaar yang juga berperan sebagai guru MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) yang setiap hari mengajar dengan penuh keikhlasan. (Dok: PNM)

Suara.com - Memasuki era digitalisasi dimana kita bisa mendapatkan informasi dari sumber apapun di internet, peran guru tetap menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan. Karena bukan hanya menyampaikan pengetahuan, guru juga membentuk karakter, nilai, dan arah berpikir yang tak bisa digantikan oleh teknologi. Dari ruang belajar sederhana, nilai semangat, kesederhanaan dan kebermanfaatan terus ditanamkan kepada anak-anak. Nilai-nilai inilah yang juga sejalan dengan semangat pemberdayaan yang dihadirkan PNM, bahwa perubahan besar kerap tumbuh dari ketulusan langkah-langkah kecil yang konsisten dijaga.

Salah satu certia dari lapangan yang menarik datang dari Serang, Banten. Hikayati, seorang perempuan inspiratif binaan PNM Mekaar yang juga berperan sebagai guru MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) yang setiap hari mengajar dengan penuh keikhlasan. Di ruang belajar yang masih sangat sederhana, hanya beralaskan lantai, ia tetap menyalakan semangat belajar bagi murid-muridnya. Baginya, kebahagiaan bukan diukur dari materi, melainkan saat melihat anak-anak didiknya mampu membaca, menulis, dan menghafal doa-doa. “Kami memang belajar di lantai, tapi saya selalu bilang ke anak-anak, mimpi kita harus setinggi langit,” tutur Hikayati.

Di balik perannya sebagai pendidik, Ibu Hikayati juga mengembangkan usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga. Dukungan tersebut membuatnya dapat tetap mengajar dengan tenang tanpa harus meninggalkan panggilan hatinya sebagai guru. Pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, menjadi kekuatan yang membantunya menjaga keseimbangan antara pengabdian dan kemandirian ekonomi.

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menyampaikan, “Kisah Ibu Hikayati menunjukkan bahwa saat seorang perempuan diberi akses untuk berdaya, ia tetap bisa mengabdi sambil menguatkan keluarganya. Kami percaya, ketika seorang ibu tumbuh, dampaknya terasa sampai ke anak-anak yang ia didik dan masa depan yang sedang mereka siapkan.”

Kisah ini menegaskan bahwa peran guru dan ketangguhan ibu adalah dua kekuatan yang saling menguatkan dalam membangun masa depan. Dari ruang belajar sederhana dan langkah usaha kecil yang dijalankan dengan tekun, lahir generasi yang berilmu sekaligus keluarga yang lebih berdaya. Guru menanamkan nilai dan harapan, sementara ibu tangguh membuktikan bahwa pengabdian dan kemandirian bisa berjalan beriringan, menjadi cahaya yang pelan tapi pasti menerangi lingkungan sekitarnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI