Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar

M Nurhadi

Minggu, 01 Februari 2026 | 15:51 WIB
FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar
Ilustrasi Bitcoin [Envato]
baca 10 detik
  • Harga Bitcoin turun di bawah $90.000 setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada akhir Januari 2026.
  • Arus modal keluar dari Spot Bitcoin ETF AS mencapai $147,37 juta akibat sentimen hati-hati institusi.
  • South Dakota mengajukan RUU untuk mengalokasikan hingga 10% dana negara ke dalam Cadangan Bitcoin.

Suara.com - Pasar kripto global kembali mengalami tekanan volatilitas pada akhir Januari 2026. Harga Bitcoin (BTC) terpantau melandai ke bawah level psikologis US$90.000 setelah Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), mengumumkan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) perdana tahun ini.

Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berkisar US$ 78.503, sejak Minggu (1/2/2026) pagi, BTC masih kesulitan menembus level US$80.000.

Sementara, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%–3,75%.

Meski langkah ini sudah diprediksi oleh mayoritas pelaku pasar, ketiadaan sinyal pelonggaran moneter yang lebih agresif memicu aksi ambil untung pada aset berisiko, termasuk Bitcoin yang sehari sebelumnya sempat menguat di atas US$90.000 berkat pernyataan optimis Presiden AS, Donald Trump.

Sentimen hati-hati dari kalangan institusi terlihat jelas pada data arus modal produk Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat.

Tercatat terjadi arus keluar (outflow) sebesar US$147,37 juta, yang menunjukkan investor besar cenderung membatasi paparan risiko di tengah ketidakpastian kebijakan makroekonomi.

VP INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa pergerakan ini adalah pola penyesuaian pasar yang wajar.

“Keputusan The Fed sebenarnya sudah masuk dalam kalkulasi pasar, namun kebijakan tersebut belum cukup memberikan amunisi baru untuk mendorong harga lebih tinggi,” ungkap Antony, dalam keterangannya untuk Suara.com

Ia menambahkan bahwa momen pasca-FOMC sering kali dimanfaatkan investor untuk melakukan evaluasi portofolio.

baca juga

Di tengah koreksi harga, fundamental Bitcoin justru mendapatkan penguatan dari sisi adopsi pemerintahan. Negara bagian South Dakota secara resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk membentuk Bitcoin Reserve (Cadangan Bitcoin).

Melalui aturan ini, pemerintah negara bagian berencana mengalokasikan hingga 10% dari total dana kelolaan negara ke dalam Bitcoin. Antony menilai langkah ini merupakan sinyal positif jangka panjang.

“Adopsi di level pemerintah menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin terus berkembang dan semakin diakui sebagai aset cadangan strategis, terlepas dari fluktuasi harga harian yang dipicu faktor geopolitik,” imbuhnya.

Menyikapi dinamika pasar yang cepat berubah, para investor disarankan untuk tetap disiplin dan tidak terjebak dalam kepanikan jangka pendek.

Antony Kusuma menekankan pentingnya pemahaman konteks risiko sebelum mengambil keputusan eksekusi.

Beberapa tips menghadapi kondisi pasar saat ini meliputi:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin

Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 09:54 WIB

Bitcoin Sulit Tembus Level USD 90.000, Proyeksi Analis di Tengah Penguatan Emas

Bitcoin Sulit Tembus Level USD 90.000, Proyeksi Analis di Tengah Penguatan Emas

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 13:41 WIB

XRP Tertekan di Bawah 2 Dolar AS, Harga Bakal Makin Turun?

XRP Tertekan di Bawah 2 Dolar AS, Harga Bakal Makin Turun?

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 20:17 WIB

Terkini

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:48 WIB

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB