Hadapi Krisis Minyak, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Produksi Batu Bara

Liberty Jemadu, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:22 WIB
Hadapi Krisis Minyak, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Produksi Batu Bara
Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan volume produksi batu bara sebagai bentuk strategi pemerintah untuk menghadapi krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah. [Antara]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo memerintahkan peningkatan volume produksi batu bara untuk mengatasi krisis energi global akibat konflik Timur Tengah.
  • Instruksi ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Kamis, 19 Maret 2026, mengubah kebijakan pemangkasan produksi ESDM.
  • Peningkatan produksi ini bertujuan menambah pendapatan negara melalui pajak tambahan atas keuntungan besar (windfall profit) batu bara.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan volume produksi batu bara sebagai bentuk strategi pemerintah untuk menghadapi krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Perintah Prabowo itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026). Dengan demikian bisa dipastikan kebijakan Kementerian ESDM untuk memangkas produksi batu bara tahun ini akan berubah.

"Yang terkait dengan kenaikan harga BBM dan juga ikutannya terhadap harga-harga komoditas, Bapak Presiden juga meminta agar volume daripada produksi batu bara bisa ditingkatkan. Artinya, akan ada perbaikan terkait dengan RKAB," kata Airlangga usai bertemu Prabowo sore tadi.

Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan memangkas target produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

Pemerintah berencana memangkas produksi pada 2026 sebesar 190 juta ton, dari 790 juta ton pada 2025 menjadi hanya sekitar 600 juta ton pada tahun ini. Rencana ini diprotes oleh para pengusaha batu bara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno pada Selasa (17/3/2026) awal pekan ini bahkan mengatakan pihaknya sudah memproses persetujuan RKAB dari sejumlah perusahaan dengan nilai total 390 juta ton.

Tetapi dengan instruksi baru dari Prabowo, RKAB ini tampaknya akan dirombak lagi.

Airlangga melanjutkan rencana penambahan volume produksi batu bara ini akan membantu menambah pendapatan negara, terutama dari pajak. Alasannya karena perang di Timur Tengah juga turut mendorong harga batu bara naik.

Per Kamis harga batu bara dunia naik menjadi 139,35 dolar AS per ton dari sekitar 116 dolar AS per ton pada 27 Februari, satu hari sebelum Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran.

baca juga

Airlangga mengatakan pemerintah akan menghitung ulang pajak ekspor batu bara; ini terkait dengan pajak tambahan terhadap sektor batu bara yang dinilai ketiban untung besar akibat perang (windfall profit).

"Sehingga besarnya nanti dikaji oleh tim, di mana nanti harapannya pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya windfall profit, itu juga akan ada pendapatan pemerintah yang ikut meningkat," urai Airlangga.

Rencana ini sebelumnya sudah disampaikan Airlangga pada Senin (16/3/2026) kemarin. Ia mengatakan membuka peluang mengenakan pajak tambahan kepada perusahaan batu bara yang memperoleh untuk besar dari lonjakan harga konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

"Jadi eh kalau dari penerimaan itu pada saat terjadi eh windfall profit, makanya itu bisa di, kita kenakan windfall tax," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15 WIB

Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG

Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:46 WIB

BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:20 WIB

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:45 WIB

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×