Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 02 Februari 2026 | 14:43 WIB
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Pengelola investasi raksasa asal Jepang, Nomura, resmi menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi Neutral dari sebelumnya Overweight. Foto Rina-Suara.com
baca 10 detik
  • Nomura, Goldman Sachs, & UBS pangkas rating saham Indonesia akibat isu investabilitas MSCI.
  • Potensi turun status ke Frontier Market picu risiko arus keluar dana investor asing (outflow).
  • Pasar alami tekanan (overhang) hingga ada kejelasan regulasi dan hasil evaluasi final MSCI.

Suara.com - Pasar modal Indonesia kembali menerima kabar kurang sedap dari lembaga keuangan internasional. Pengelola investasi raksasa asal Jepang, Nomura, resmi menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi Neutral dari sebelumnya Overweight.

Langkah ini memperpanjang deretan institusi global, seperti Goldman Sachs dan UBS, yang mulai mengambil sikap hati-hati terhadap prospek ekuitas di tanah air.

Keputusan Nomura ini dipicu oleh peringatan keras dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait potensi penurunan status Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market. Isu investabilitas dan metodologi free float menjadi sorotan utama yang dikhawatirkan akan memicu arus keluar dana (outflow) besar-besaran, terutama dari investor pasif.

Strategist Nomura, Chetan Seth, dalam risetnya yang dikutip Senin (2/2/2026), mengakui bahwa peringatan MSCI tersebut merupakan kejutan besar bagi pasar. Padahal, sebelumnya Nomura cukup optimis terhadap Indonesia karena valuasi yang dianggap murah serta fundamental ekonomi yang dinilai stabil.

"Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status ke frontier market datang sebagai kejutan bagi kami dan pasar," tulis Seth.

Ia menambahkan bahwa profil risk-reward yang sebelumnya menarik bagi investor jangka panjang kini terganggu oleh ketidakpastian status indeks tersebut.

Sentimen ini kian berat setelah Goldman Sachs lebih dulu menurunkan peringkat Indonesia menjadi Underweight pada 29 Januari lalu. Tak ketinggalan, UBS Group AG juga memangkas rekomendasi menjadi Neutral.

Analis UBS, Sunil Tirumalai, menekankan bahwa pasar akan mengalami tekanan (overhang) yang berkepanjangan hingga ada kejelasan regulasi dari pemerintah maupun hasil evaluasi final dari MSCI.

Sebagai informasi, Nomura adalah pemain kunci dalam pengelolaan kekayaan global dengan aset klien mencapai US$153 triliun. Perubahan pandangan dari institusi sebesar Nomura tentu memberikan tekanan psikologis bagi para pelaku pasar domestik maupun asing yang mengacu pada indeks global dalam menaruh modalnya di Asia Tenggara.

baca juga

Kini, perhatian pasar tertuju pada bagaimana regulator di Indonesia merespons isu investabilitas ini. Tanpa langkah konkret untuk memperbaiki struktur pasar dan transparansi, risiko penurunan status ke Frontier Market bisa menjadi kenyataan pahit yang menjauhkan aliran modal asing dari Bursa Efek Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi

BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:58 WIB

Tekanan Jual Menggila, IHSG Rontok ke Level 7.887 pada Sesi I

Tekanan Jual Menggila, IHSG Rontok ke Level 7.887 pada Sesi I

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:30 WIB

Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral

Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM

Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:52 WIB

Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!

Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:43 WIB

Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:29 WIB

Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,67 Juta per Gram Selama Sepekan

Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,67 Juta per Gram Selama Sepekan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:27 WIB

Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik

Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:27 WIB

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:24 WIB

Bank Raya Genjot Transaksi Digital, Digital Saving Melonjak Jadi Rp3 Triliun

Bank Raya Genjot Transaksi Digital, Digital Saving Melonjak Jadi Rp3 Triliun

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:21 WIB

Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng

Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:20 WIB

Target APBN 2025 Banyak Meleset, Purbaya Ungkap Penyebabnya

Target APBN 2025 Banyak Meleset, Purbaya Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:17 WIB

Buruh Waswas Aturan Baru Tembakau, Khawatir Gelombang PHK Meluas

Buruh Waswas Aturan Baru Tembakau, Khawatir Gelombang PHK Meluas

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:15 WIB

×