MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 03 Februari 2026 | 11:16 WIB
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
Baca 10 detik
  • MSCI pada Selasa (3/2/2026) menolak berkomentar mengenai dialog transparansi data investor dengan otoritas pasar modal Indonesia.
  • Regulator Indonesia merespons dengan tiga transformasi utama: penurunan ambang batas pengungkapan kepemilikan saham menjadi 1%.
  • Ancaman penurunan status indeks MSCI memicu guncangan bursa, menyebabkan IHSG terjerembab dan beberapa bank besar memangkas rekomendasi.

Suara.com - Penyedia indeks global, MSCI (Morgan Stanley Capital International), akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait dialog mereka dengan otoritas pasar modal Indonesia.

Pernyataan ini muncul hanya selang sehari setelah pertemuan krusial yang membahas kekhawatiran transparansi data investor yang sempat memicu guncangan hebat di lantai bursa tanah air.

Dalam keterangan resminya kepada Reuters pada Selasa (3/2/2026), MSCI memilih untuk menjaga kerahasiaan rincian dialog tersebut.

"Sebagai bagian dari kerangka kerja tata kelola dan konsultasi indeks standar kami, MSCI secara teratur berinteraksi dengan pelaku pasar dan pemangku kepentingan terkait. Kami tidak berkomentar tentang diskusi individual," tulis keterangan MSCI yang dikutip via Reuters.

Berkebalikan dengan MSCI, Hasan Fawzi, Anggota Dewan Komisioner OJK sebelumnya memberikan sinyal positif mengenai hasil pertemuan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pihak MSCI bersedia memberikan panduan (guidance) mendalam mengenai metodologi perhitungan yang mereka inginkan.

Guna menjawab keraguan investor global, konsorsium regulator pasar modal Indonesia (OJK, BEI, dan KSEI) telah merumuskan tiga agenda transformasi utama:

Penurunan Ambang Batas Pengungkapan (Disclosure): Transparansi kepemilikan saham kini diperketat. Jika sebelumnya hanya pemilik di atas 5% yang wajib diungkap ke publik, kini batasannya diturunkan menjadi 1% ke atas.

Detail Klasifikasi Investor: KSEI akan merombak pengelompokan tipe investor dari yang semula hanya 9 kategori menjadi 27 sub-tipe investor. Langkah ini bertujuan untuk mengungkap profil pemilik manfaat sebenarnya (beneficial owner).

Baca Juga: Di Tengah Gejolak IHSG, Saham Fundamental Justru Mulai Dilirik

Kenaikan Kuota Free Float: Rencana peningkatan porsi saham publik di pasar dari minimum 7,5% menjadi 15% akan segera dieksekusi secara bertahap dengan melibatkan seluruh pelaku pasar.

Dampak MSCI

Pasar saham Indonesia memang tengah berada dalam tekanan hebat sejak 28 Januari lalu, sesaat setelah MSCI melontarkan sinyal penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Kepanikan investor sempat membuat IHSG terjerembab hingga 16% hanya dalam dua hari perdagangan. Tekanan berlanjut hingga Senin (2/2), di mana indeks ditutup ambruk 4,9% ke level 7.922,73.

Peran MSCI sebagai "wasit" keuangan dunia sangat vital karena indeks Emerging Markets mereka melacak aset senilai kurang lebih US$10 triliun.

Dampaknya kini mulai terasa secara sistemik. Sejumlah lembaga keuangan raksasa seperti Goldman Sachs, UBS, hingga Nomura telah resmi memangkas rekomendasi saham Indonesia menjadi Netral dari sebelumnya Overweight.

Penurunan peringkat ini didasarkan pada meningkatnya risiko investasi (investability) serta ancaman aliran modal keluar (outflow) massal dari investor pasif jika Indonesia benar-benar turun kasta.


DISCLAIMER: Investasi pada pasar modal memiliki risiko volatilitas yang dipengaruhi oleh kebijakan indeks global seperti MSCI. Status klasifikasi pasar (Emerging vs Frontier) berdampak langsung pada minat investor asing. Artikel ini merupakan laporan berita bisnis dan bukan merupakan rekomendasi jual atau beli. Investor disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari OJK dan BEI secara rutin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI