- Bank Indonesia resmi bergabung penuh dalam proyek Nexus untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara bersama lima bank sentral lain.
- Partisipasi BI ini bertujuan menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien, terjangkau, sekaligus mendukung reformasi pembayaran lintas negara G20.
- BI akan mengimplementasikan interkoneksi sistem pembayaran instan domestik, BI FAST, dengan Nexus yang diinisiasi oleh Bank for International Settlements (BIS).
Suara.com - Bank Indonesia (BI) resmi bergabung dalam proyek Nexus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara.
BI akan turut mempersiapkan dan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lain, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT) dan Reserve Bank of India (RBI).
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia.
"Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal utama pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (3/2/2026).
Selain itu, keterhubungan pembayaran antarnegara yang semakin terpadu dan tanpa hambatan. Hal ini untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan.
Penguatan konektivitas ini diharapkan akan mewujudkan pembayaran antar negara yang lebih efisien dan terjangkau sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Sinergi BI dan NGP mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang dicanangkan oleh G20.
"Ke depan, BI akan terus memperluas jaringan pembayaran antarnegara melalui penguatan kolaborasi dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi," katanya.
Proyek Nexus merupakan insiatif dari Bank for International Settlements (BIS) yang diinisiasi pada 2021 untuk meningkatkan kelancaran pembayaran antar negara dengan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment Systems / IPS).
Baca Juga: Inflasi Inti Naik, Bank Indonesia Waspadai Kenaikan Harga Emas
Pada 2025, proyek Nexus telah memasuki fase implementasi yang ditandai dengan pendirian Nexus Global Payments (NGP) oleh beberapa bank sentral.
BI yang sebelumnya berpartisipasi sebagai special observer, kini menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi secara penuh sebagai anggota Nexus dan akan mengembangkan sistem pembayaran instan, BI FAST, untuk dapat terhubung dengan Nexus.
Selanjutnya, interkoneksi BI-FAST dengan Nexus diharapkan memperkuat efisiensi dan keterjangkauan transaksi lintas negara, serta memperkuat inklusi keuangan.
Inisiatif ini dilakukan untuk mendukung kepentingan nasional dengan menjaga kedaulatan dan akan memastikan proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri.