Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:19 WIB
Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?
Danantara berencana menguasai 30 persen saham PT BEI di tengah upaya demutualisasi bursa. [Suara.com/Aldie]
baca 10 detik
  • Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah status dari organisasi keanggotaan menjadi perusahaan terbuka yang direncanakan terlaksana 2026.
  • Danantara berkeinginan menjadi pemegang saham BEI antara 15 hingga 30 persen, memicu kekhawatiran akan munculnya konflik kepentingan.
  • Pemisahan fungsi antara pengawasan OJK dan kepentingan pemegang saham adalah kunci sukses implementasi demutualisasi BEI.

Suara.com - Demutualisasi bursa santer terdengar belakangan, terlebih setelah pasar modal Indonesia ambruk pada pekan lalu akibat keputusan Morgan Stanley Capital International yang membekukan sementara seluruh perubahan indeks untuk pasar Indonesia.

Wacana demutualisasi bursa semakin menarik karena Danantara berniat untuk menjadi salah satu pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI), meski rencana ini memicu pro dan kontra.

Lalu apa sebenarnya demutualisasi bursa? Bagaimana peran Danantara di sana? Apa dampaknya untuk kita?

Apa itu demutualisasi bursa?

Demutualisasi bursa adalah perubahan status PT BEI dari organisasi berbasis keanggotaan menjadi entitas perusahaan terbuka.

Saat ini, BEI berstatus self-regulatory organization yang dimiliki perusahaan sekuritas anggota bursa. Lewat demutualisasi BEI akan kepemilikan BEI akan berubah, bisa dimiliki publik atau pihak nonanggota.

Tujuan utama demutualisasi adalah mengurangi konflik kepentingan antara pengelola bursa dan anggota, yang bisa memengaruhi keputusan serta pengawasan bursa. Selain itu, perubahan juga penting untuk transparansi dalam pengelolaan bursa.

Selain itu demutualisasi juga membuka peluang masuknya investor asing, apa lagi jika langkah demutualisasi dilanjutkan dengan BEI melakukan IPO.

Kapan diterapkan?

baca juga

OJK, selaku regulator bursa, pelaksanaan demutualisasi bursa masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan pelaksana Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Rencananya demutualisasi bursa akan dilakukan pada paruh pertama 2026.

Danantara berencana menguasai 30 persen saham PT BEI di tengah upaya demutualisasi bursa. [Suara.com/Aldie]
Danantara berencana menguasai 30 persen saham PT BEI di tengah upaya demutualisasi bursa. [Suara.com/Aldie]

Danantara jadi investor?

Danantara mengaku tertarik untuk menjadi pemegang saham PT BEI. Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani akhir pekan lalu mengaku siap menguasai 15 sampai 30 persen saham BEI.

Porsi itu berdasarkan pada praktik di negara maju, di mana lembaga pengelola dana investasi atau sovereign wealth fund (SWF) memiliki 15-30 persen saham bursa global.

"Kami lihat juga hampir di semua bursa lainnya di dunia ini, SWF-nya itu memang ikut ya. Range-nya bisa 15 persen, ada yang 25 persen, ada yang 30 pers, ada yang lebih dari itu," ujar Rosan, saat ditemui di Gedung BERI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Konflik Kepentingan?

Masuknya Danantara sebagai pemegang saham BEI dinilai bisa memicu konflik kepentingan. Kepala Pusat Makroekonomi Indef, Rizal Taufiqurrahman, menegaskan BEI seharusnya berdiri sebagai institusi netral yang menjaga fairness, price discovery, dan disiplin pasar.

Sementara masuknya Danantara bisa dibaca sebagai intervensi pemerintah di pasar modal. Belum lagi jika mengingat Danantara sudah mulai aktif menjadi investor di bursa.

“Ketika entitas negara masuk terlalu dalam, muncul kekhawatiran konflik kepentingan, terutama jika negara berperan sebagai pemilik, regulator, sekaligus pelaku pasar,” jelas Rizal kepada Suara.com.

"Persepsi tersebut, meski belum tentu terealisasi, dinilai cukup untuk meningkatkan premi risiko di mata investor, khususnya investor asing," lanjut dia.

Senada dengan Rizal, ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai masuknya Danantara sebagai pemegang saham BEI bisa menimbulkan persepsi pasar yang tidak adil.

“Jika pihak yang memiliki portofolio investasi besar sekaligus mengendalikan infrastruktur pasar, investor bisa khawatir ada perlakuan tidak setara atau kebijakan bursa terlalu mengikuti agenda tertentu,” wanti-wanti Joshua kepada Suara.com.

Lalu bagaimana?

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan demutualisasi bursa dan masuknya Danantara sebagai pemegang saham tidak akan menimbulkan konflik kepentingan. Alasannya karena operasional bursa akan tetap diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.

“OJK-lah yang melakukan pengaturan. Pemegang saham ya fokus kepada profit (mencari keuntungan) untuk institusi itu,” ujar Pandu akhir pekan kemarin.

Kuncinya, kata Pandu, adalah memperjelas fungsi-fungsi para pihak yang terlibat di pasar modal.

"Fungsi untuk regulator diperjelas, fungsi pemegang saham juga jelas," urai Pandu.

Sementara menurut Rizal keterlibatan Danantara juga dapat dibaca sebagai sinyal politik-ekonomi bahwa negara menempatkan pasar modal sebagai pilar penting pembiayaan pembangunan.

Apa lagi modal dan posisi Danantara sebagai sovereign investment fund, bisa mempercepat pengembangan infrastruktur pasar, digitalisasi sistem perdagangan, serta diversifikasi instrumen keuangan.

“Dalam jangka menengah, kondisi ini berpotensi meningkatkan likuiditas, efisiensi, dan kedalaman pasar, yang secara fundamental dibutuhkan investor untuk menurunkan biaya transaksi dan risiko,” ujar Rizal.

Para pengamat sepakat bahwa kunci dari skema demutualisasi bukan semata pada siapa pemilik BEI, melainkan pada kejelasan batas intervensi, pemisahan fungsi pengelolaan bursa dari kepentingan investasi, transparansi keputusan, serta pengawasan yang kuat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?

Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:58 WIB

OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik

OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 21:24 WIB

Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI

Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 14:08 WIB

BEI Gembok 38 Emiten yang Belum Penuhi Free Float, Ini Daftarnya

BEI Gembok 38 Emiten yang Belum Penuhi Free Float, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 11:57 WIB

BEI Pasrah Bareskrim Telusuri Praktik Goreng Saham

BEI Pasrah Bareskrim Telusuri Praktik Goreng Saham

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 08:50 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×