Baca 10 detik
- Kemenperin mengakui adanya kesenjangan produksi baja nasional dan konsumsi yang diisi impor, mayoritas dari Tiongkok.
- Industri baja perlu diversifikasi produk dari konstruksi ke otomotif dan perkapalan demi nilai tambah lebih tinggi.
- Kemenperin menerapkan kebijakan terintegrasi, termasuk kepastian gas HGBT dan instrumen *trade remedies* untuk penguatan industri.
Pihaknya juga mendorong pengembangan baja hijau (green steel) sebagai bagian dari komitmen industri terhadap penurunan emisi karbon dan transisi menuju industri yang lebih berkelanjutan.
Lebih jauh, dukungan terhadap hilirisasi baja diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sektor strategis dan mendorong pertumbuhan investasi baru.
"Dukungan hilirisasi baja nasional untuk dikonsumsi oleh industri perkapalan, otomotif, militer, serta konstruksi," kata Wamenperin.