Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:04 WIB
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
Ilustrasi emas batangan. (Unsplash/rc.xyz NFT gallery)
  • Harga emas spot terkoreksi 0,3% menjadi US$ 4.924,89 per ons akibat penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor.
  • Pasar mencermati dinamika politik, termasuk dialog AS-Iran dan hubungan AS-China, serta data ketenagakerjaan yang tertunda.
  • Prospek jangka panjang emas tetap cerah seiring proyeksi pemangkasan suku bunga dan target Goldman Sachs US$ 5.400.

Suara.com - Setelah sempat menikmati reli tajam, harga emas dunia terpantau berbalik arah ke zona merah. Pelemahan ini dipicu oleh kembalinya keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) dan langkah para investor yang mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Berdasarkan data Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,3% menjadi US$ 4.924,89 per ons. Padahal, pada sesi yang sama, harga sempat meroket hingga 3,1%.

Kontras dengan pasar spot, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April masih mampu bertahan dengan kenaikan tipis 0,3% di level US$ 4.950,80 per ons.

Penguatan indeks dolar ke level tertinggi dalam sepekan terakhir menjadi penghalang utama bagi laju emas. Karena emas dihargai dalam dolar, apresiasi mata uang Paman Sam membuat logam mulia ini terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menjelaskan bahwa saat ini pasar emas sedang memasuki fase konsolidasi.

"Bangkitnya dolar memberikan tekanan nyata pada emas setelah aset ini mencapai rekor tertingginya," ungkapnya.

Sebagai catatan, emas sempat mencapai puncak sejarah di level US$ 5.594,82 per ons pada akhir Januari lalu sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam.

Fokus pasar saat ini tidak hanya tertuju pada angka ekonomi, tetapi juga pada dinamika politik luar negeri yang melibatkan Presiden Donald Trump. Terdapat dua agenda besar yang dicermati investor:

Rencana Dialog AS-Iran: Pertemuan yang dijadwalkan pada hari Jumat ini diharapkan memberikan kepastian terkait stabilitas di Timur Tengah.

Hubungan AS-China: Presiden Trump telah melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Xi Jinping sebagai persiapan kunjungan ke China pada April mendatang. Diplomasi ini terjadi di tengah konsolidasi antara China dan Rusia.

Ketidakpastian ekonomi AS turut membayangi pergerakan harga. Laporan tenaga kerja versi ADP menunjukkan pertumbuhan sektor swasta Januari hanya di angka 22.000, jauh di bawah prediksi pasar sebesar 48.000.

Kondisi ini diperumit dengan tertundanya rilis laporan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) hingga 11 Februari akibat dampak government shutdown yang baru saja berakhir.

Namun, di balik fluktuasi jangka pendek, prospek emas jangka panjang dinilai tetap cerah. Berikut beberapa poin optimisme pasar:

Pemangkasan Suku Bunga: Investor memproyeksikan setidaknya dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026. Suku bunga rendah biasanya membuat emas lebih menarik karena biaya peluang (opportunity cost) memegang aset tanpa bunga menjadi lebih kecil.

Target Goldman Sachs: Bank investasi raksasa Goldman Sachs tetap mempertahankan target harga emas di level US$ 5.400 per ons hingga Desember 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal

Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:04 WIB

Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram

Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian

Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 07:04 WIB

Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun

Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun

News | Senin, 02 Februari 2026 | 21:24 WIB

PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH

PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 20:33 WIB

Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya

Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:29 WIB

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB