Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah

M Nurhadi

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:00 WIB
Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah
Ilustrasi [Suara.com/HO]
baca 10 detik
  • Sekitar 85% penduduk Indonesia memiliki kendaraan pribadi, namun kesadaran proteksi aset melalui asuransi masih rendah.
  • Asuransi kendaraan menawarkan perlindungan finansial dari kerusakan, pencurian, serta tanggung jawab terhadap pihak ketiga.
  • MPMInsurance mencatat performa stabil dengan rating A+ dan rasio RBC 322% untuk menjamin kewajiban polis.

Suara.com - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kendaraan bermotor bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset pokok yang mendukung produktivitas harian.

Data menunjukkan bahwa sekitar 85% penduduk memiliki kendaraan pribadi. Namun, tingginya angka kepemilikan ini belum berbanding lurus dengan kesadaran akan pentingnya proteksi aset melalui asuransi.

Di tengah kondisi lingkungan yang dinamis seperti cuaca fluktuatif, risiko banjir, hingga potensi bencana alam karena letak geografis Indonesia, asuransi berperan sebagai jaring pengaman finansial.

Tanpa perlindungan, kerusakan aset akibat kecelakaan atau bencana dapat mengganggu stabilitas keuangan pemiliknya secara mendadak.

Berdasarkan data terkini, jumlah kendaraan yang memiliki asuransi di Indonesia masih tergolong sangat rendah dibandingkan total kendaraan bermotor yang ada.

Meskipun total kendaraan bermotor (motor dan mobil) di Indonesia telah menembus lebih dari 166 juta unit pada tahun 2024-2025, persentase kendaraan yang diasuransikan (khususnya asuransi sukarela/komprehensif) diperkirakan masih di bawah 10% dari total populasi kendaraan, sementara tingkat inklusi asuransi secara umum baru mencapai 28,50% pada tahun 2025. 

Padahal, asuransi kendaraan dirancang untuk mengalihkan risiko kerugian materi dari pemilik kepada pihak penanggung. Beberapa manfaat utamanya meliputi:

  1. Perlindungan Kerusakan: Menanggung biaya perbaikan akibat kecelakaan, baik kerusakan sebagian (Comprehensive) maupun kerusakan total (Total Loss Only).
  2. Perlindungan Kriminalitas: Memberikan ganti rugi jika kendaraan hilang akibat pencurian.
  3. Perluasan Jaminan: Masyarakat dapat menambah cakupan perlindungan untuk risiko spesifik seperti banjir, gempa bumi, hingga kerusuhan.
  4. Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga: Menanggung biaya tuntutan jika kendaraan nasabah menyebabkan kerusakan atau cedera pada pihak lain.

Meskipun manfaatnya nyata, penggunaan asuransi kendaraan di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Beberapa faktor penyebabnya antara lain seperti masih banyak masyarakat yang masih menganggap premi asuransi sebagai pengeluaran tambahan, bukan sebagai bentuk investasi perlindungan.

Selain itu juga adanya anggapan bahwa mencairkan klaim asuransi memerlukan birokrasi yang sulit dan memakan waktu lama.

baca juga

Hingga, sebagian pemilik kendaraan lebih memilih mengalokasikan dana untuk biaya perawatan rutin daripada membayar premi tahunan.

Sebelum mendaftarkan kendaraan pada perusahaan asuransi, pemilik kendaraan perlu menyiapkan beberapa hal penting guna memastikan proses verifikasi berjalan lancar:

  • Dokumen Identitas: KTP pemilik dan SIM pengemudi yang masih berlaku.
  • Dokumen Kendaraan: STNK asli dan salinan BPKB.
  • Kondisi Fisik: Foto atau video kondisi kendaraan dari berbagai sisi sebagai bukti awal (pre-survey).
  • Pemilihan Polis yang Tepat: Melakukan simulasi premi secara daring untuk menyesuaikan anggaran dengan cakupan perlindungan yang dibutuhkan.

Salah satu penyedia layanan asuransi umum di tanah air adalah PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPMInsurance). Sebagai bagian dari MPM Group, perusahaan ini menawarkan berbagai solusi proteksi mulai dari asuransi harta benda hingga kendaraan bermotor.

Dalam laporannya, MPMInsurance mencatatkan performa keuangan yang stabil dengan raihan rating ‘A+(idn)’ dari Fitch Ratings pada Desember 2025.

Perusahaan juga memiliki rasio modal (Risk-Based Capital/RBC) sebesar 322%, yang menunjukkan kemampuan kuat dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

Direktur Marketing MPMInsurance, Poppy Panca, menyebutkan bahwa perusahaan mengedepankan pendekatan advisory guna memberikan solusi proteksi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap nasabah.

"Perlindungan aset sebaiknya disiapkan sejak dini tanpa harus menunggu risiko datang. Bagi kami, proteksi yang tepat adalah kunci agar masyarakat bisa menjalani aktivitas harian dengan lebih tenang tanpa perlu cemas akan ketidakpastian,” ujar Poppy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?

Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:37 WIB

GAC Indonesia Siapkan Tiga Mobil Baru Termasuk MPV Hybrid 7 Penumpang di IIMS 2026

GAC Indonesia Siapkan Tiga Mobil Baru Termasuk MPV Hybrid 7 Penumpang di IIMS 2026

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:20 WIB

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Massiv Thunder EV Resmi Meluncur untuk Pengguna BEV Indonesia

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Massiv Thunder EV Resmi Meluncur untuk Pengguna BEV Indonesia

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:42 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×