Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:00 WIB
Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah
Ilustrasi [Suara.com/HO]
  • Sekitar 85% penduduk Indonesia memiliki kendaraan pribadi, namun kesadaran proteksi aset melalui asuransi masih rendah.
  • Asuransi kendaraan menawarkan perlindungan finansial dari kerusakan, pencurian, serta tanggung jawab terhadap pihak ketiga.
  • MPMInsurance mencatat performa stabil dengan rating A+ dan rasio RBC 322% untuk menjamin kewajiban polis.

Suara.com - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kendaraan bermotor bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset pokok yang mendukung produktivitas harian.

Data menunjukkan bahwa sekitar 85% penduduk memiliki kendaraan pribadi. Namun, tingginya angka kepemilikan ini belum berbanding lurus dengan kesadaran akan pentingnya proteksi aset melalui asuransi.

Di tengah kondisi lingkungan yang dinamis seperti cuaca fluktuatif, risiko banjir, hingga potensi bencana alam karena letak geografis Indonesia, asuransi berperan sebagai jaring pengaman finansial.

Tanpa perlindungan, kerusakan aset akibat kecelakaan atau bencana dapat mengganggu stabilitas keuangan pemiliknya secara mendadak.

Berdasarkan data terkini, jumlah kendaraan yang memiliki asuransi di Indonesia masih tergolong sangat rendah dibandingkan total kendaraan bermotor yang ada.

Meskipun total kendaraan bermotor (motor dan mobil) di Indonesia telah menembus lebih dari 166 juta unit pada tahun 2024-2025, persentase kendaraan yang diasuransikan (khususnya asuransi sukarela/komprehensif) diperkirakan masih di bawah 10% dari total populasi kendaraan, sementara tingkat inklusi asuransi secara umum baru mencapai 28,50% pada tahun 2025. 

Padahal, asuransi kendaraan dirancang untuk mengalihkan risiko kerugian materi dari pemilik kepada pihak penanggung. Beberapa manfaat utamanya meliputi:

  1. Perlindungan Kerusakan: Menanggung biaya perbaikan akibat kecelakaan, baik kerusakan sebagian (Comprehensive) maupun kerusakan total (Total Loss Only).
  2. Perlindungan Kriminalitas: Memberikan ganti rugi jika kendaraan hilang akibat pencurian.
  3. Perluasan Jaminan: Masyarakat dapat menambah cakupan perlindungan untuk risiko spesifik seperti banjir, gempa bumi, hingga kerusuhan.
  4. Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga: Menanggung biaya tuntutan jika kendaraan nasabah menyebabkan kerusakan atau cedera pada pihak lain.

Meskipun manfaatnya nyata, penggunaan asuransi kendaraan di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Beberapa faktor penyebabnya antara lain seperti masih banyak masyarakat yang masih menganggap premi asuransi sebagai pengeluaran tambahan, bukan sebagai bentuk investasi perlindungan.

Selain itu juga adanya anggapan bahwa mencairkan klaim asuransi memerlukan birokrasi yang sulit dan memakan waktu lama.

Hingga, sebagian pemilik kendaraan lebih memilih mengalokasikan dana untuk biaya perawatan rutin daripada membayar premi tahunan.

Sebelum mendaftarkan kendaraan pada perusahaan asuransi, pemilik kendaraan perlu menyiapkan beberapa hal penting guna memastikan proses verifikasi berjalan lancar:

  • Dokumen Identitas: KTP pemilik dan SIM pengemudi yang masih berlaku.
  • Dokumen Kendaraan: STNK asli dan salinan BPKB.
  • Kondisi Fisik: Foto atau video kondisi kendaraan dari berbagai sisi sebagai bukti awal (pre-survey).
  • Pemilihan Polis yang Tepat: Melakukan simulasi premi secara daring untuk menyesuaikan anggaran dengan cakupan perlindungan yang dibutuhkan.

Salah satu penyedia layanan asuransi umum di tanah air adalah PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPMInsurance). Sebagai bagian dari MPM Group, perusahaan ini menawarkan berbagai solusi proteksi mulai dari asuransi harta benda hingga kendaraan bermotor.

Dalam laporannya, MPMInsurance mencatatkan performa keuangan yang stabil dengan raihan rating ‘A+(idn)’ dari Fitch Ratings pada Desember 2025.

Perusahaan juga memiliki rasio modal (Risk-Based Capital/RBC) sebesar 322%, yang menunjukkan kemampuan kuat dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

Direktur Marketing MPMInsurance, Poppy Panca, menyebutkan bahwa perusahaan mengedepankan pendekatan advisory guna memberikan solusi proteksi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap nasabah.

"Perlindungan aset sebaiknya disiapkan sejak dini tanpa harus menunggu risiko datang. Bagi kami, proteksi yang tepat adalah kunci agar masyarakat bisa menjalani aktivitas harian dengan lebih tenang tanpa perlu cemas akan ketidakpastian,” ujar Poppy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?

Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:37 WIB

GAC Indonesia Siapkan Tiga Mobil Baru Termasuk MPV Hybrid 7 Penumpang di IIMS 2026

GAC Indonesia Siapkan Tiga Mobil Baru Termasuk MPV Hybrid 7 Penumpang di IIMS 2026

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:20 WIB

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Massiv Thunder EV Resmi Meluncur untuk Pengguna BEV Indonesia

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Massiv Thunder EV Resmi Meluncur untuk Pengguna BEV Indonesia

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:42 WIB

Terkini

Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan

Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:03 WIB

Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital

Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:00 WIB

Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket

Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:55 WIB

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:48 WIB

LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana

LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:15 WIB

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:08 WIB

Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!

Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:32 WIB

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:31 WIB

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:38 WIB