BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026

Achmad Fauzi Suara.Com
Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:56 WIB
BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026
BTN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sektor perumahan sebagai motor utama perekonomian nasional (Dok: BTN)
Baca 10 detik
  • BTN menargetkan pembiayaan 20.000 unit rumah rendah emisi tahun ini, bertumbuh hingga 200.000 unit pada 2030.
  • BTN mendukung ekosistem hijau melalui kemitraan dengan startup daur ulang sampah plastik untuk material bangunan.
  • Program insentif pembiayaan dan program konversi sampah menjadi pengurang cicilan KPR diluncurkan.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik pembiayaan 20.000 unit rumah rendah emisi, sebelum meningkatkan skala pengembangannya hingga 200.000 unit pada 2030.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menerapkan praktik perbankan ramah lingkungan (green banking) sekaligus mendukung agenda pengurangan emisi karbon nasional.

"Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya kita ingin membangun 150.000 unit dan sampai 2030 kita harap 200.000," ujar Setiyo seperti dikutip, Jumat (6/2/2026).

Rumah KPR subsidi. (Dok: BTN)
Rumah KPR subsidi. (Dok: BTN)

Hingga akhir 2025, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan 11.000 rumah rendah emisi yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Legok di Banten, Cileungsi Kabupaten Bogor, Medan, Semarang, Cirebon, hingga Bekasi.

Program ini pertama kali diluncurkan pada kuartal IV-2024 dengan target awal 1.000 unit rumah dan berhasil tercapai dalam waktu tiga bulan.

Setiyo menjelaskan, program rumah rendah emisi BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem industri hijau.

BTN menggandeng sejumlah startup yang memproduksi material bangunan ramah lingkungan berbahan dasar sampah plastik, seperti Rebrick, Plustik, dan Green Brick.

"Setiap produsen memiliki produk yang berbeda-beda namun mereka saling melengkapi. Dengan rumah rendah emisi ini justru kita menciptakan beberapa startup baru di bidang recycle plastik. Kami sedang mencari pengusaha di setiap pulau karena bisnis ini inklusif, jadi siapa saja bisa terlibat. Saat ini angkanya baru 11.000 (rumah rendah emisi), kalau mau mencapai jutaan tentunya perlu dukungan lebih banyak startup," kata Setiyo.

Untuk memperluas jangkauan program, BTN juga terus mendorong partisipasi developer dengan menyiapkan berbagai insentif pembiayaan. Salah satunya melalui penurunan suku bunga kredit bagi developer rumah rendah emisi yang ke depan akan distandarisasi dalam satu paket menarik.

Baca Juga: Askrindo Akselerasi Transformasi Bisnis dan Digital Demi Perkuat Ekosistem UMKM

"Bunga untuk developer rumah rendah emisi juga sudah diturunkan. Nanti akan kami standarisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya," ungkap Setiyo.

Selain menyasar developer, BTN turut melibatkan masyarakat melalui program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” yang memungkinkan debitur KPR mengonversi sampah rumah tangga menjadi tabungan untuk mengurangi cicilan KPR.

"Setelah dihitung-hitung, dengan mengikuti program ini bisa mengurangi cicilan KPR sekitar 10-15% per bulannya atau sekitar Rp100.000-150.000, ini lumayan sekali untuk memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga yang terlibat," beber Setiyo.

Komitmen keberlanjutan BTN juga mendapat pengakuan internasional, salah satunya dari Ratu Belanda Queen Maxima saat kunjungannya ke Indonesia pada November 2025. Pengakuan tersebut sejalan dengan capaian BTN yang meraih ESG Rating AA dari MSCI pada 2025.

Ke depan, BTN menargetkan porsi pembiayaan berkelanjutan atau ESG mencapai 60 persen dari total portofolio kredit pada 2026, naik dari sekitar 52 persen saat ini, termasuk pembiayaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari aspek sosial dalam ESG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI