Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 08 Februari 2026 | 07:36 WIB
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
Moody's Rating

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase krusial setelah serangkaian lembaga pemeringkat dan indeks internasional merilis tinjauan yang kurang menggembirakan.

Lembaga pemeringkat kredit dunia, Moody’s, secara resmi menurunkan prospek (outlook) utang jangka panjang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif".

Terlebih, Moodys juga memberi dampak pada PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Meskipun peringkat utang saat ini masih dipertahankan pada level Baa2, perubahan prospek ini memberikan sinyal waspada bagi para investor global.

Langkah Moody’s ini menyusul peringatan dari MSCI yang mempertimbangkan untuk menurunkan status bursa Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Rentetan sentimen negatif ini diperparah dengan keputusan raksasa perbankan investasi, Goldman Sachs dan UBS, yang memangkas bobot pasar saham Indonesia menjadi underweight.

Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan jual masif pada pekan lalu.

Tinjauan pesimistis dari lembaga-lembaga global tersebut berakar pada kekhawatiran yang serupa: penurunan kualitas tata kelola dan transparansi kebijakan. Faktor-faktor ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

Moody’s secara spesifik menyoroti risiko keberlanjutan fiskal, prediktabilitas kebijakan yang menurun, serta indikasi pelemahan kelembagaan. Poin ini menimbulkan spekulasi di kalangan analis mengenai apakah hal tersebut merujuk pada independensi otoritas moneter atau lembaga tinggi negara lainnya.

MSCI lebih fokus pada teknis pasar modal, mencakup transparansi kepemilikan saham, kualitas free float (porsi saham publik), hingga perilaku perdagangan yang mencurigakan. Mereka mempertanyakan apakah pembentukan harga saham di BEI saat ini murni melalui mekanisme pasar atau terdapat intervensi yang tidak sehat.

Kekhawatiran ini dianggap wajar mengingat laju IHSG yang sangat agresif. Indeks tercatat melonjak sekitar 50 persen hanya dalam kurun waktu sembilan bulan; melesat dari titik terendah 5.996 pada April 2025 menuju level psikologis 9.000 pada awal Januari 2026.

Profil Moody's Ratings dan Perannya bagi Negara

Sebagai bagian dari "Big Three" bersama S&P dan Fitch, Moody's Ratings memegang peran vital sebagai penyedia opini independen mengenai kelayakan kredit suatu negara atau korporasi.

Peringkat ini menjadi kompas bagi investor internasional dalam mengukur risiko gagal bayar (default).

Poin Penting Profil Moody’s:

  • Fungsi Utama: Mengukur risiko kredit dari obligasi pemerintah maupun swasta menggunakan skala standar (Aaa hingga C).
  • Skala Investasi: Level Investment Grade (Aaa hingga Baa3) menunjukkan risiko rendah, sementara Speculative Grade (Ba1 hingga C) atau sering disebut junk bond menunjukkan risiko tinggi.
  • Dampak Finansial: Peringkat yang tinggi memungkinkan negara meminjam dana dengan bunga rendah. Sebaliknya, penurunan outlook ke negatif dapat meningkatkan biaya utang karena investor menuntut imbal hasil (yield) yang lebih tinggi sebagai kompensasi risiko.

Dampak bagi Investor dan Stabilitas Pasar

Kondisi saat ini menuntut para pelaku pasar untuk lebih selektif.

Penyesuaian prospek oleh Moody’s menjadi negatif mengindikasikan bahwa jika tidak ada perbaikan nyata dalam tata kelola dan kebijakan ekonomi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, peringkat utang Indonesia benar-benar terancam diturunkan (downgrade).

Jika skenario penurunan status oleh MSCI dari Emerging ke Frontier Market terjadi, dikhawatirkan akan ada aliran modal keluar (outflow) besar-besaran dari dana kelolaan institusi global yang selama ini menetapkan Indonesia dalam portofolio mereka.

Oleh karena itu, konsistensi kebijakan pemerintah dan transparansi otoritas bursa kini menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan pasar internasional.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:06 WIB

Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi

Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 14:02 WIB

IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun

IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:51 WIB

Bos Danantara Anggap Turunnya Peringkat Moody's Bukan Ancaman, Tapi Pengingat

Bos Danantara Anggap Turunnya Peringkat Moody's Bukan Ancaman, Tapi Pengingat

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:54 WIB

Tekanan Jual Masih Hantui IHSG di Sesi I, 702 Saham Kebakaran

Tekanan Jual Masih Hantui IHSG di Sesi I, 702 Saham Kebakaran

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:14 WIB

IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?

IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB