- Data Bapanas per 7-8 Februari 2026 menunjukkan stabilitas harga pangan strategis nasional dengan penurunan signifikan pada beras dan bawang.
- Komoditas utama seperti beras premium, medium, bawang merah, dan bawang putih mengalami koreksi harga, sementara cabai rawit merah naik.
- Harga telur ayam ras dan daging ayam ras turun, kontras dengan kenaikan tipis pada daging sapi murni di pasar domestik.
Kabar baik datang dari sektor peternakan di mana harga telur ayam ras turun cukup berarti ke level Rp30.130 per kilogram. Daging ayam ras juga menyusul dengan harga baru di kisaran Rp39.302 per kilogram.
Hal ini mencerminkan ketersediaan stok yang mencukupi untuk kebutuhan harian masyarakat.
Namun, harga daging sapi murni tercatat sedikit mengalami kenaikan sebesar Rp558 menjadi Rp137.148 per kilogram.
Untuk kategori daging alternatif, daging kerbau segar lokal merangkak naik ke Rp141.000, sedangkan daging kerbau beku impor justru turun ke posisi Rp110.572 per kilogram.
Harga minyak goreng dari berbagai merek dan jenis juga kompak melemah. Minyak goreng kemasan kini dipatok Rp20.921 per kilogram, sementara Minyakita turun ke level Rp17.161 per kilogram.
Untuk bahan baku industri kecil, harga kedelai impor biji kering melemah ke Rp10.779 per kilogram, yang diharapkan dapat meringankan beban produsen tahu dan tempe.
Gula konsumsi pun tercatat lebih murah di angka Rp18.093 per kilogram, diikuti dengan penurunan harga tepung terigu, baik kemasan maupun curah.
Selain itu, harga jagung di tingkat peternak yang turun menjadi Rp6.736 per kilogram berpotensi membantu stabilitas harga pakan ternak di masa mendatang.
Baca Juga: Ramai-ramai Pedagang Daging Mogok, Amran Ancam Cabut Izin Pengusaha yang Mainkan Harga