Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Harga Emas Diprediksi Tembus USD 5.000 di Kuartal I 2026, Ini Penyebabnya

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 09 Februari 2026 | 12:04 WIB
Harga Emas Diprediksi Tembus USD 5.000 di Kuartal I 2026, Ini Penyebabnya
Harga emas diperkirakan akan masih melonjak di 2026. Kapan waktu yang tepat untuk investasi? [Suara.com/Aldie]
  • UBS memproyeksikan harga emas mencapai USD 5.000 per ons pada Maret 2026, didorong defisit fiskal dan risiko geopolitik.
  • Komoditas lain seperti Tembaga, Aluminium, dan Minyak juga diprediksi naik akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.
  • Lonjakan harga emas dipicu oleh respons pasar terhadap ketegangan global dan ketidakpastian politik Amerika Serikat.

Suara.com - Dunia investasi komoditas diprediksi akan mengalami lonjakan besar sepanjang tahun ini. UBS Wealth Management baru saja merilis proyeksi terbaru yang menyebutkan bahwa harga emas berpotensi meroket hingga ke level USD 5.000 per ons pada akhir Maret 2026.

Dominic Schnider, Head of Commodities & APAC Forex CIO di UBS, menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi panggung utama bagi aset komoditas.

Lonjakan ini dipicu oleh kombinasi dari defisit fiskal yang membengkak, penurunan suku bunga di Amerika Serikat, serta risiko geopolitik yang tak kunjung mereda.

Dikutip via Kitco, konflik global menjadi pendorong tercepat kenaikan harga emas. Schnider mencatat bahwa emas menjadi instrumen yang paling responsif saat kabar mengenai tindakan militer AS yang menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mencuat ke publik.

Pasca aksi militer tersebut, harga emas di pasar spot langsung dibuka melonjak tajam dan sempat menyentuh angka USD 4.491,20 pada Selasa lalu.

Tak hanya itu, ketidakpastian politik menjelang Pemilu Sela di Amerika Serikat diprediksi bisa membawa harga emas jauh lebih tinggi lagi, bahkan hingga menyentuh USD 5.400 per ons jika situasi keuangan global memburuk.

Selain emas, UBS melihat adanya peluang struktural pada komoditas lain yang didorong oleh ketidakseimbangan pasokan dan permintaan:

  1. Tembaga dan Aluminium: Permintaan untuk kedua logam ini terus meningkat seiring dengan tren elektrifikasi global dan transisi menuju energi bersih. UBS memprediksi akan terjadi kelangkaan pasokan yang mendorong harga ke level lebih tinggi.
  2. Minyak Mentah: Meski saat ini terjadi surplus, harga minyak diperkirakan akan mulai pulih pada paruh kedua tahun 2026 seiring dengan menguatnya permintaan dan terbatasnya kapasitas cadangan dari negara-negara non-OPEC+.
  3. Pertanian: Sektor ini juga dinilai memiliki prospek imbal hasil yang menarik bagi para investor tahun ini.

UBS menyarankan para investor untuk mengalokasikan sekitar 5% dari portofolio mereka ke dalam indeks komoditas yang terdiversifikasi.

Strategi ini dianggap krusial untuk melindungi nilai kekayaan dari guncangan inflasi atau peristiwa geopolitik yang mendadak.

"Komoditas memberikan hasil terkuat saat risiko makro—seperti inflasi atau konflik global—sedang tinggi. Emas tetap menjadi diversifikator portofolio yang sangat berharga," tulis Schnider dalam kajiannya, Senin (9/2/2026).

Berikut adalah ringkasan target harga emas dari UBS untuk tahun 2026:

  • Maret - September 2026: Bertahan di level USD 5.000 per ons.
  • Akhir Tahun 2026: Melandai ke level USD 4.800 per ons (tetap lebih tinggi dari prediksi sebelumnya di USD 4.300).
  • Skenario Terburuk (Krisis Politik): Berpotensi melesat hingga USD 5.400 per ons.

Dengan kondisi ekonomi AS yang dibayangi ketidakpastian kebijakan domestik dan tekanan fiskal yang meningkat, emas diposisikan sebagai "pelabuhan aman" utama bagi para pemodal di seluruh dunia, termasuk bagi para pelaku pasar di kota-kota besar Indonesia yang ingin menjaga nilai aset mereka.


DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan laporan riset pasar dari UBS Wealth Management per Februari 2026. Proyeksi harga emas merupakan perkiraan analis yang didasarkan pada kondisi geopolitik dan ekonomi saat ini. Investasi komoditas memiliki risiko volatilitas yang tinggi. Pembaca disarankan untuk melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas antam Mulai Naik Lagi, Kini Harganya Tembus Rp 2,94 Juta/Gram

Emas antam Mulai Naik Lagi, Kini Harganya Tembus Rp 2,94 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 10:14 WIB

Harga Emas Stabil di Pegadaian, Pembeli Bisa Beli Tanpa Antre

Harga Emas Stabil di Pegadaian, Pembeli Bisa Beli Tanpa Antre

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 08:02 WIB

Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?

Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:13 WIB

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:29 WIB

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:13 WIB

Terkini

Ada Apa dengan Danantara? Lembaga Raksasa Prabowo Sembunyikan Laporan Penting

Ada Apa dengan Danantara? Lembaga Raksasa Prabowo Sembunyikan Laporan Penting

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:50 WIB

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital I yang Hubungkan Indonesia - Papua Nugini

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital I yang Hubungkan Indonesia - Papua Nugini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:43 WIB

Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik

Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:34 WIB

Nasib Pasokan Energi Global Kini di Tangan Xi Jinping, Harga Minyak Sudah Melambung Tinggi!

Nasib Pasokan Energi Global Kini di Tangan Xi Jinping, Harga Minyak Sudah Melambung Tinggi!

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:08 WIB

Cara Daftar TKM Pemula 2026 di Bizhub Kemnaker, Lengkap dengan Syarat dan Alurnya

Cara Daftar TKM Pemula 2026 di Bizhub Kemnaker, Lengkap dengan Syarat dan Alurnya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:01 WIB

Bocoran Revisi Royalti Tambang: Emas, Tembaga, hingga Timah Kena Tarif Baru?

Bocoran Revisi Royalti Tambang: Emas, Tembaga, hingga Timah Kena Tarif Baru?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 10:56 WIB

Dirjen Anggaran Dicopot Gegara Loloskan Anggaran Motor Listrik MBG? Ini Kata Purbaya

Dirjen Anggaran Dicopot Gegara Loloskan Anggaran Motor Listrik MBG? Ini Kata Purbaya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 10:47 WIB

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Pangan Kian Mencekik, Cabai dan Bawang Naik di Awal Pekan

Harga Pangan Kian Mencekik, Cabai dan Bawang Naik di Awal Pekan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 10:25 WIB

IHSG Masih Merosot pada Pembukaan Senin ke Level 6.959

IHSG Masih Merosot pada Pembukaan Senin ke Level 6.959

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 09:17 WIB