Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 09 Februari 2026 | 15:05 WIB
Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto. (Pixabay)
  • Harga Bitcoin (BTC) pada Senin (9/2/2026) naik menjadi USD 70.612, namun indikator Klinger Oscillator menunjukkan institusi tidak mendukung kenaikan tersebut.
  • Secara teknikal, pemulihan harga membentuk pola Bear Flag, mengindikasikan potensi jebakan bagi pembeli sebelum tren turun lebih dalam.
  • Peningkatan signifikan pemegang jangka pendek menunjukkan pasar rentan terhadap aksi jual panik, mengancam stabilitas harga saat ini.

Suara.com - Setelah sempat terpuruk hingga mendekati level USD 60.000 pada 6 Februari lalu, harga Bitcoin (BTC) kini berhasil bangkit hampir 20%. Per hari ini, Senin (9/2/2026), sang raja kripto terpantau diperdagangkan di kisaran USD 70.612, kembali menembus zona psikologis USD 70.000.

Kenaikan ini memicu euforia "buy the dip" di kalangan trader ritel yang meyakini bahwa titik terendah lokal telah tercapai.

Namun, di balik angka-angka hijau tersebut, sejumlah data on-chain dan indikator volume justru memberikan peringatan keras bahwa tren naik ini mungkin sangat rapuh.

Analisis mendalam terhadap Klinger Oscillator—indikator volume yang melacak aktivitas "uang besar" atau institusi—menunjukkan adanya divergensi yang mencurigakan.

Indikator ini dirancang untuk mendeteksi apakah para pemain besar sedang membangun posisi jangka panjang atau hanya melakukan aksi "pompa dan buang" (pump and dump).

Data menunjukkan pola yang mirip dengan kejadian periode Oktober 2025 hingga Januari 2026:

  • Divergensi Bearish: Saat harga Bitcoin tampak berusaha bangkit, arus uang masuk dari institusi justru tidak sekuat kenaikan harganya.
  • Aksi Ambil Untung: Kenaikan Klinger Oscillator yang terjadi bersamaan dengan penurunan harga tajam sebelumnya (Januari ke Februari) mengindikasikan bahwa whale mungkin hanya memanfaatkan pantulan harga untuk melikuidasi aset mereka, bukan untuk investasi permanen.

Dilansir via Beincrypto, secara teknikal, pemulihan harga saat ini membentuk pola yang dikenal sebagai Bear Flag. Pola ini sering kali menjadi jebakan bagi para pembeli (bull trap) karena biasanya diikuti oleh kelanjutan tren turun yang lebih dalam.

Jika garis pendukung (support) bawah pada pola ini gagal dipertahankan, Bitcoin berisiko mengalami koreksi lanjutan yang cukup ekstrem.

Target penurunan secara teoritis bahkan diproyeksikan bisa menyentuh zona USD 43.470, yang berarti terjadi penyusutan nilai sekitar 35% dari harga saat ini.

Meskipun Coinbase Premium Index—indikator minat institusi Amerika Serikat—mulai merangkak naik ke level -0,07 dari titik terendahnya di -0,22, sejarah mencatat bahwa pemulihan indeks ini sering kali bersifat menipu.

Pada siklus sebelumnya di tahun 2024 dan akhir 2025, perbaikan minat dari AS justru sering muncul tepat sebelum harga mencapai titik terendah yang sebenarnya.

Dengan kata lain, permintaan yang membaik saat ini bisa jadi hanya fase "napas pendek" sebelum koreksi yang lebih dalam terjadi.

Data HODL Waves mengungkap fakta menarik: pemegang Bitcoin jangka pendek (durasi 1 hari hingga 1 minggu) melonjak lebih dari 60% sejak 5 Februari. Kelompok ini dikenal sangat reaktif dan mudah panik (panic selling) ketika harga sedikit goyang.

Kehadiran spekulan jangka pendek yang dominan membuat struktur pasar menjadi tidak stabil dan rentan terhadap aksi jual masif sewaktu-waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto

Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:04 WIB

COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda

COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:42 WIB

Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000

Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:43 WIB

Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?

Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 06:52 WIB

Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?

Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:02 WIB

CFX Pangkas Biaya Transaksi Bursa Kripto Jadi 0,01 Persen

CFX Pangkas Biaya Transaksi Bursa Kripto Jadi 0,01 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 07:54 WIB

Terkini

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB