Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 09 Februari 2026 | 19:52 WIB
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
Ilustrasi phising lewat link SMS. (Youtube)
  • Ancaman siber perbankan masih dominan memanfaatkan phishing dan rekayasa sosial karena menargetkan kelengahan faktor manusia.
  • Pelaku kejahatan digital sukses membobol data global dengan memanipulasi staf agar menyerahkan kredensial sensitif seperti user ID dan password.
  • BCA mengantisipasi ancaman dengan strategi keamanan tiga pilar (SDM, proses, teknologi) serta rutin menguji kesadaran karyawan melalui simulasi.

Suara.com - Di tengah sistem keamanan perbankan yang semakin canggih dan berlapis, ancaman kejahatan digital ternyata belum sepenuhnya surut.

Modus phishing dan rekayasa sosial atau social engineering (soceng) masih menjadi cara paling umum yang digunakan pelaku kejahatan siber untuk membobol data dan mengakses sistem perbankan, dengan memanfaatkan kelengahan manusia.

Supervisor IT Security PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Ferdinan Marlim, mengatakan pelaku kejahatan digital kini lebih banyak menyasar faktor manusia dibandingkan menembus sistem teknologi secara langsung. Padahal, infrastruktur keamanan perbankan telah dirancang dengan tingkat proteksi yang tinggi.

"Phishing dan social engineering ini sangat umum. Untuk perusahaan, banyak serangan phishing lewat email karena itu cara paling mudah untuk masuk," ujarnya seperti dikutip, Senin (9/2/2026).

Ilustrasi Phising. [Freepik]
Ilustrasi Phising. [Freepik]

Menurut Ferdinan, banyak kasus kebocoran data berskala global justru berawal dari keberhasilan pelaku memanipulasi korban agar menyerahkan informasi sensitif, seperti user ID dan kata sandi.

"Banyak kasus kebocoran data global tahun lalu berawal dari social engineering, ketika staf berhasil diminta kredensialnya, seperti user ID dan password, lalu dimanfaatkan untuk masuk ke sistem," katanya.

Ia menegaskan, dari sisi teknologi, sistem perbankan sejatinya tidak mudah ditembus. Namun, manusia kerap menjadi titik terlemah dalam rantai keamanan digital.

"Kalau dari sisi perusahaan, sistem itu sebenarnya tidak mudah ditembus. Cara paling mudah memang lewat phishing dan social engineering," ujarnya.

Tak hanya berujung pada pencurian data, serangan siber juga berpotensi mengganggu layanan transaksi perbankan.

Salah satu contohnya adalah serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang bertujuan membuat sistem menjadi sibuk sehingga tidak dapat melayani transaksi nasabah.

"DDoS itu tujuannya bikin sistem kita sibuk, sehingga tidak mampu melayani transaksi," kata Ferdinan.

Untuk mengantisipasi berbagai ancaman tersebut, BCA menerapkan strategi keamanan berbasis tiga pilar utama, yakni people, process, dan technology. Namun, Ferdinan menekankan bahwa teknologi canggih saja tidak cukup tanpa diimbangi kesiapan dan kesadaran sumber daya manusia (SDM).

"Tidak bisa hanya pasang teknologi, tapi orangnya tidak capable dan tidak aware," bebernya.

Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan, BCA secara rutin melakukan edukasi dan simulasi penipuan, termasuk uji coba phishing internal kepada karyawan. Langkah ini dilakukan untuk mengukur tingkat kesadaran dan kesiapan SDM dalam menghadapi ancaman digital.

"Kami lakukan tes phishing, dilihat berapa banyak yang meng-klik dan berapa yang sampai input data. Ini untuk memastikan karyawan benar-benar aware dan tidak sembarangan memasukkan kredensial," pungkas Ferdinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch

Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 18:39 WIB

Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!

Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:10 WIB

OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi

OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:29 WIB

Terkini

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB