Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank

Achmad Fauzi

Senin, 09 Februari 2026 | 19:52 WIB
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
Ilustrasi phising lewat link SMS. (Youtube)
baca 10 detik
  • Ancaman siber perbankan masih dominan memanfaatkan phishing dan rekayasa sosial karena menargetkan kelengahan faktor manusia.
  • Pelaku kejahatan digital sukses membobol data global dengan memanipulasi staf agar menyerahkan kredensial sensitif seperti user ID dan password.
  • BCA mengantisipasi ancaman dengan strategi keamanan tiga pilar (SDM, proses, teknologi) serta rutin menguji kesadaran karyawan melalui simulasi.

Suara.com - Di tengah sistem keamanan perbankan yang semakin canggih dan berlapis, ancaman kejahatan digital ternyata belum sepenuhnya surut.

Modus phishing dan rekayasa sosial atau social engineering (soceng) masih menjadi cara paling umum yang digunakan pelaku kejahatan siber untuk membobol data dan mengakses sistem perbankan, dengan memanfaatkan kelengahan manusia.

Supervisor IT Security PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Ferdinan Marlim, mengatakan pelaku kejahatan digital kini lebih banyak menyasar faktor manusia dibandingkan menembus sistem teknologi secara langsung. Padahal, infrastruktur keamanan perbankan telah dirancang dengan tingkat proteksi yang tinggi.

"Phishing dan social engineering ini sangat umum. Untuk perusahaan, banyak serangan phishing lewat email karena itu cara paling mudah untuk masuk," ujarnya seperti dikutip, Senin (9/2/2026).

Ilustrasi Phising. [Freepik]
Ilustrasi Phising. [Freepik]

Menurut Ferdinan, banyak kasus kebocoran data berskala global justru berawal dari keberhasilan pelaku memanipulasi korban agar menyerahkan informasi sensitif, seperti user ID dan kata sandi.

"Banyak kasus kebocoran data global tahun lalu berawal dari social engineering, ketika staf berhasil diminta kredensialnya, seperti user ID dan password, lalu dimanfaatkan untuk masuk ke sistem," katanya.

Ia menegaskan, dari sisi teknologi, sistem perbankan sejatinya tidak mudah ditembus. Namun, manusia kerap menjadi titik terlemah dalam rantai keamanan digital.

"Kalau dari sisi perusahaan, sistem itu sebenarnya tidak mudah ditembus. Cara paling mudah memang lewat phishing dan social engineering," ujarnya.

Tak hanya berujung pada pencurian data, serangan siber juga berpotensi mengganggu layanan transaksi perbankan.

baca juga

Salah satu contohnya adalah serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang bertujuan membuat sistem menjadi sibuk sehingga tidak dapat melayani transaksi nasabah.

"DDoS itu tujuannya bikin sistem kita sibuk, sehingga tidak mampu melayani transaksi," kata Ferdinan.

Untuk mengantisipasi berbagai ancaman tersebut, BCA menerapkan strategi keamanan berbasis tiga pilar utama, yakni people, process, dan technology. Namun, Ferdinan menekankan bahwa teknologi canggih saja tidak cukup tanpa diimbangi kesiapan dan kesadaran sumber daya manusia (SDM).

"Tidak bisa hanya pasang teknologi, tapi orangnya tidak capable dan tidak aware," bebernya.

Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan, BCA secara rutin melakukan edukasi dan simulasi penipuan, termasuk uji coba phishing internal kepada karyawan. Langkah ini dilakukan untuk mengukur tingkat kesadaran dan kesiapan SDM dalam menghadapi ancaman digital.

"Kami lakukan tes phishing, dilihat berapa banyak yang meng-klik dan berapa yang sampai input data. Ini untuk memastikan karyawan benar-benar aware dan tidak sembarangan memasukkan kredensial," pungkas Ferdinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch

Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 18:39 WIB

Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!

Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:10 WIB

OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi

OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:29 WIB

Terkini

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:56 WIB

5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi

5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:50 WIB

Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini

Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:29 WIB

Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?

Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:05 WIB

Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris

Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 08:28 WIB

Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto

Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 08:25 WIB

×