- IHSG ditutup menguat 1,22 persen mencapai 8.031 pada Senin, 9 Februari 2026, didukung sentimen positif bursa Asia.
- Kenaikan indeks didukung penguatan harga komoditas dan rupiah yang mencapai Rp16.805 per dolar AS.
- Keyakinan konsumen domestik naik menjadi 127,0 di Januari 2026, bersamaan peningkatan penjualan motor 3,1 persen YoY.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali ke level psikologis 8.000 pada perdagangan Senin, 9 February 2026. IHSG berakhir di level 8.031 atau naik 1,22 persen.
Mengutip Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG terjadi setelah indeks sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif dari penurunan outlook atas peringkat sejumlah emiten.
Namun, tekanan tersebut mampu diredam oleh sentimen positif eksternal, terutama penguatan mayoritas indeks bursa Asia pada perdagangan Senin (9/2).
Selain itu, berlanjutnya kenaikan harga emas, perak, dan tembaga turut menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik. Dari sisi nilai tukar, rupiah juga ditutup menguat di level Rp16.805 per dolar AS di pasar spot, seiring penguatan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat adanya penyempitan histogram negatif pada indikator MACD IHSG, sementara Stochastic RSI mengindikasikan potensi reversal di area oversold. Meski demikian, volume perdagangan terpantau relatif rendah karena investor masih cenderung wait and see.
"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak berkonsolidasi di kisaran 7.800–8.200," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Dari sisi data ekonomi domestik, indeks keyakinan konsumen Indonesia meningkat ke level 127,0 pada Januari 2026, naik dari 123,5 pada Desember 2025. Capaian tersebut menjadi level tertinggi sejak Januari 2025 dan didorong oleh peningkatan pada hampir enam subindeks utama.
Sementara itu, penjualan sepeda motor tercatat tumbuh 3,1 persen secara tahunan (YoY) menjadi 577.763 unit pada Januari 2026. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir, setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam sebesar 14,5 persen pada Desember 2025.
Pelaku pasar juga akan mencermati rilis data penjualan ritel (retail sales) Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5 persen, dari 6,3 persen pada November 2025, yang dijadwalkan rilis pada Selasa (10/2).
Baca Juga: OJK Bongkar Borok UOB saat Antar Perusahaan Melantai Bursa
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan menggelar pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI Inc pada Rabu (11/2). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 2 dan 5 Februari lalu.
BEI bersama SRO akan mengajukan sejumlah inisiatif kepada MSCI seiring dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan rampung pada April mendatang.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 38,29 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,81 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,21 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 454 saham bergerak naik, sedangkan 267 saham mengalami penurunan, dan 237 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, PURI, IFSH, ALKA, YELO, LINK, PGUN, LION, BUVA, ZONE, CBRE, CHEM.