Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak

Liberty Jemadu

Kamis, 12 Februari 2026 | 18:34 WIB
Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyindir Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat bicara soal capaian lifting minyak pada 2025 lalu. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyindir Menteri Keuangan terkait target lifting minyak 2025 yang mencapai 605.000 barel per hari.
  • Capaian lifting minyak tersebut direalisasikan melalui optimalisasi teknologi dan reaktivasi sumur tua, bukan hanya sumur baru.
  • Komunikasi baik dengan KKKS, seperti di Blok Cepu, berhasil meningkatkan produksi minyak dari 150.000 menjadi 180.000 barel per hari.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menyindir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal lifting minyak 2025. Sindiran itu dilempar Bahlil ketika berbicara dalam acara “Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi, dan Investasi” yang digelar di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Awalnya Bahlil mengeklaim bahwa lifting minyak 2025 mencapai target APBN Sebesar 605.000 barel per hari.

“Alhamdulillah lifting kita di 2025 mencapai target APBN sebesar 605.000 barel per hari. Jadi, ini fakta, bukan omon-omon,” ujar Bahlil.

Bahlil memaparkan capaian lifting minyak Indonesia terjadi karena berbagai strategi yang telah direalisasikan oleh pemerintah, seperti optimalisasi produksi menggunakan teknologi dan reaktivasi sumur-sumur tua.

Selain itu, Bahlil juga menegaskan pentingnya komunikasi antara pemerintah dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau perusahaan pengelola blok minyak dan gas bumi (migas) yang beroperasi di Indonesia.

“Kok ada salah satu anggota DPR dan salah satu menteri mengatakan bagaimana mungkin lifting naik sementara sumur besar belum ada? Dia lupa kalau kita itu komunikasi terus dengan KKKS,” sindir Bahlil.

Sebelumnya anggota Komisi XII DPR Cornelis menyoroti pernyataan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto yang menerangkan kenaikan lifting migas pada tahun 2025. Berdasarkan paparan yang ia terima, kenaikan ini disebut menjadi yang pertama setelah bertahun-tahun sebelumnya selalu turun. Cornelis mengungkapkan kebingungannya terhadap perbedaan data lifting migas.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyebut lifting migas hanya bisa naik dengan penambahan sumur baru. Di sisi lain, ia mengaku bingung terhadap perbedaan data yang disampaikan pemerintah.

Sementara Bahlil, dalam tanggapannya hari ini bilang, komunikasi KKKS adalah kunci meningkatkan lifting minyak. Ia mencontohkan peningkatan lifting minyak yang terjadi di Blok Cepu, Jawa Timur sebagai buah dari komunikasinya bersama ExxonMobil.

baca juga

Pada tahun 2024, kata dia, produksi Exxon hanya mencapai 150 ribu barel per hari. Namun, pada 2025, Exxon berhasil mempercepat pengeboran tujuh sumur di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi semester I tahun 2025 atau 10 bulan lebih cepat dari jadwal semula.

Sebelum penambahan, Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu memproduksi 150.000 barel per hari. Kini, angkanya naik menjadi 180.000 barel atau setara dengan 25 persen lifting minyak nasional.

“Dengan komunikasi yang baik, dengan win-win (solution), lifting mereka dari 150.000 (barel per hari) sekarang sudah bisa mencapai puncaknya itu 180.000 barel per hari. Rata-rata mereka itu di 175.000 barel per hari,” ucap Bahlil.

Oleh karena itu, Bahlil kembali menegaskan bahwasanya tidak menemukan sumur baru bukan berarti tidak bisa menaikkan lifting minyak.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sepanjang tahun 2025 rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) mencapai 605,300 barel per hari Angka tersebut melebihi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang sebesar 605.000 barel per hari.

Tanpa NGL, lifting minyak pada 2025 sebesar 581,600 barel per hari. Sedangkan, pada 2024, pencapaian lifting minyak mentah berada di angka 579,300 barel per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil: Kuota Produksi Batu Bara Dipangkas Biar Harga Naik

Bahlil: Kuota Produksi Batu Bara Dipangkas Biar Harga Naik

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:21 WIB

IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono

IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:03 WIB

Purbaya Senang Dirut BEI Mundur: Bukan Saya yang Bayar Gajinya

Purbaya Senang Dirut BEI Mundur: Bukan Saya yang Bayar Gajinya

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:38 WIB

Pelantikan Februari, Satu Nama Kuat Calon Wamenkeu Sudah 'Sowan' ke Purbaya

Pelantikan Februari, Satu Nama Kuat Calon Wamenkeu Sudah 'Sowan' ke Purbaya

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 17:58 WIB

Bahlil Anggap Target Lifting Minyak 1,6 Juta Barel Mustahil

Bahlil Anggap Target Lifting Minyak 1,6 Juta Barel Mustahil

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 18:02 WIB

Terkini

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43 WIB

×