Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Mudik Lebaran 2026: PELNI Tambah Jadwal Kapal ke Sapeken & Masalembo!

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:12 WIB
Mudik Lebaran 2026: PELNI Tambah Jadwal Kapal ke Sapeken & Masalembo!
Ilustrasi. ELNI resmi menambah frekuensi pelayaran kapal perintis Sabuk Nusantara untuk mengantisipasi lonjakan pemudik di wilayah kepulauan, khususnya rute Sapeken dan Masalembo. Foto ist.
baca 10 detik
  • PELNI tambah jadwal kapal Sabuk Nusantara untuk mudik Lebaran 2026.
  • Rute Tanjung Wangi-Sapeken ditambah jadi 4 kali perjalanan.
  • Rute Surabaya/Kalianget-Masalembo ditambah jadi 3 kali PP.

Suara.com - PT PELNI (Persero) tancap gas mempersiapkan angkutan Lebaran 2026. Belajar dari evaluasi tahun lalu, PELNI resmi menambah frekuensi pelayaran kapal perintis Sabuk Nusantara untuk mengantisipasi lonjakan pemudik di wilayah kepulauan, khususnya rute Sapeken dan Masalembo.

Kepala Cabang PT PELNI Surabaya, Roni Abdullah, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang pada 2025 menjadi dasar utama penyesuaian jadwal tahun ini. Salah satu titik paling krusial adalah rute Tanjung Wangi menuju Sapeken.

"Evaluasi tahun 2025 itu ruas terpadatnya adalah dari Tanjung Wangi ke Sapeken. Untuk tahun 2026 ini, Sabuk Nusantara 91 akan kita operasikan 4 kali di ruas Tanjung Wangi-Sapeken saat arus mudik nanti," ujar Roni kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

Data PELNI mencatat, pada musim mudik 2025, rute tersebut mengangkut hingga 1.825 penumpang. Tak hanya di Banyuwangi, optimalisasi juga dilakukan pada Sabuk Nusantara 92 yang berbasis di Surabaya.

Roni menjelaskan, rute dari Kalianget menuju Masalembo juga menjadi perhatian serius. Untuk itu, PELNI menyiapkan strategi khusus berupa penambahan frekuensi perjalanan.

"Strategi kita untuk tahun 2026 adalah ruas Surabaya-Masalembo dan Kalianget-Masalembo dibuat 3 kali round trip (pulang pergi) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang," jelasnya.

Secara nasional, PELNI total menyiagakan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis untuk melayani masyarakat selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. Khusus di Jawa Timur, Sabuk Nusantara 91 dan 92 tetap menjadi tulang punggung utama konektivitas warga kepulauan Madura dan sekitarnya.

Langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah keterbatasan armada yang kerap menghantui warga kepulauan saat musim mudik tiba. "Secara umum, itu yang kami siapkan terkait layanan PELNI di Jawa Timur," tutup Roni.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Percepat Pembangunan SPKLU Jelang Mudik Lebaran 2026

PLN Percepat Pembangunan SPKLU Jelang Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:46 WIB

Pendaftaran Resmi Program Mudik Lebaran Gratis 2026

Pendaftaran Resmi Program Mudik Lebaran Gratis 2026

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:08 WIB

Mudik Bareng Honda 2026 Resmi Dibuka Cek Syarat dan Cara Pendaftarannya

Mudik Bareng Honda 2026 Resmi Dibuka Cek Syarat dan Cara Pendaftarannya

Otomotif | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:37 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

×