Ekonom UI: Program Makan Bergizi Gratis Bisa Ciptakan Surplus Konsumsi Kelas Menengah

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:22 WIB
Ekonom UI: Program Makan Bergizi Gratis Bisa Ciptakan Surplus Konsumsi Kelas Menengah
Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai bahwa temuan awal penelitian ini bahwa MBG dapat berperan sebagai instrumen pengurang tekanan pengeluaran harian keluarga kelas menengah yang relatif rentan tertekan dampak ekonomi. Foto ist.
  • 81% keluarga rentan dukung Program Makan Bergizi demi kepastian nutrisi anak.
  • Program MBG jadi bantalan ekonomi, kurangi beban uang saku hingga Rp600 ribu.
  • 72% anak mulai rutin makan bergizi, pola konsumsi rumah tangga jadi lebih sehat.

Suara.com - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi primadona kebijakan nasional mulai menunjukkan taringnya di level mikro. Meski belum merombak struktur pengeluaran rumah tangga secara radikal, program ini nyatanya menjadi "penyelamat" bagi stabilitas ekonomi keluarga rentan.

Berdasarkan studi terbaru Research Institute of Socio-Economic Development (RISED), sebanyak 81 persen orang tua dari rumah tangga rentan memberikan lampu hijau dan mendukung penuh keberlanjutan program ini. Bukan sekadar soal efisiensi kantong, dukungan ini lahir dari rasa aman para orang tua akan asupan nutrisi buah hati mereka di sekolah.

"Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi," ujar Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Studi yang melibatkan 1.800 responden ini mengungkap bahwa MBG berfungsi efektif sebagai shock absorber atau bantalan konsumsi. Sebanyak 36 persen rumah tangga melaporkan penurunan pengeluaran harian, terutama dari pos anggaran bekal dan uang saku anak.

Namun, penghematan ini memang belum masif. Sekitar 63 persen responden mengaku angka penghematan masih di bawah 10 persen dari total pengeluaran bulanan. Artinya, MBG lebih berperan menjaga napas dapur agar tetap stabil ketimbang mendongkrak daya beli secara drastis dalam jangka pendek.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai potensi surplus konsumen dari program ini sangat nyata bagi kelas menengah yang rentan.

"Jika satu keluarga punya dua anak dengan asumsi bekal Rp15 ribu per hari selama 20 hari sekolah, ada beban Rp600.000 yang berkurang. Jika konsisten, ini menciptakan fleksibilitas anggaran yang bisa dialihkan ke hal produktif seperti pendidikan dan kesehatan," urai Fithra.

Selain sisi ekonomi, perubahan signifikan justru terjadi pada perilaku anak. Data RISED mencatat 72 persen anak menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55 persen mulai berani mencoba variasi menu baru.

Kendati demikian, RISED memberikan catatan kritis. Mengingat 69 persen anak baru menerima program ini kurang dari enam bulan, dampak jangka panjang terhadap status gizi dan prestasi akademik masih memerlukan evaluasi longitudinal.

RISED menekankan pentingnya pemerintah mempertegas posisi MBG: apakah murni intervensi gizi, program sosial, atau instrumen pembangunan SDM? Kejelasan ini krusial agar indikator keberhasilan tidak bias.

"Temuan awal ini kami posisikan sebagai baseline. Evaluasi lanjutan sangat penting agar dampak terhadap pembangunan SDM bisa diukur secara lebih komprehensif ke depannya," pungkas Fajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:05 WIB

Geram MBG Disebut Pemborosan, Prabowo: Ini Hasil Efisiensi, kalau Tak Dihemat Akan Dikorupsi

Geram MBG Disebut Pemborosan, Prabowo: Ini Hasil Efisiensi, kalau Tak Dihemat Akan Dikorupsi

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:20 WIB

Prabowo Simpan Video-Video Penghina MBG: Mau Ditonton Setiap Malam!

Prabowo Simpan Video-Video Penghina MBG: Mau Ditonton Setiap Malam!

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:13 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB