- Harga emas Antam per 16 Februari 2026 mengalami penurunan, dengan emas 1 gram dijual Rp 2.940.000 dan harga beli kembali Rp 2.728.000.
- Harga emas dunia (XAU/USD) terkoreksi tipis di level 5.030 dolar AS per troy ounce akibat aksi ambil untung pelaku pasar.
- Peluang penguatan emas didukung oleh inflasi AS yang melandai, memicu spekulasi pemotongan suku bunga The Fed di akhir tahun.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 16 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.940.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu jatuh Rp 14.000 dibandingkan hari Sabtu, 14 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.728.000 per gram.
Harga buyback itu juga anjlok Rp 13.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
![Pramuniaga menunjukkan emas Antam yang dijual di Mall Modern Town Square, Kota Tangerang, Banten, Minggu (13/4/2025). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/app/nym/pri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/21/26774-harga-emas-antam.jpg)
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.520.000
- Emas 1 Gram Rp 2.940.000
- Emas 2 gram Rp 5.830.000
- Emas 3 gram Rp 8.727.000
- Emas 5 gram Rp 14.515.000
- Emas 10 gram Rp 28.950.000
- Emas 25 gram Rp 72.210.000
- Emas 50 gram Rp 144.255.000
- Emas 100 gram Rp 288.360.000
- Emas 250 gram Rp 720.590.000
- Emas 500 gram Rp 1.440.900.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.880.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Harga Emas Dunia Koreksi
Harga emas dunia terkoreksi tipis pada awal perdagangan pekan ini, setelah sebelumnya melonjak lebih dari 2 persen. Berdasarkan laporan FXStreet, Senin (16/2/2026), emas dengan kode XAU/USD diperdagangkan di kisaran 5.030 dolar AS per troy ounce pada sesi Asia.
Koreksi ini terjadi di tengah aksi ambil untung pelaku pasar. Namun secara fundamental, prospek logam mulia tersebut masih terjaga menyusul data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.
Baca Juga: Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?
Data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Januari naik 2,4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), melambat dari 2,7 persen pada Desember dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,5 persen. Secara bulanan, inflasi juga melandai menjadi 0,2 persen dari sebelumnya 0,3 persen.
Melambatnya inflasi memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), berpotensi memangkas suku bunga pada akhir tahun ini. Imbal hasil obligasi yang lebih rendah dinilai menguntungkan emas, mengingat aset tersebut tidak memberikan bunga sehingga biaya peluang (opportunity cost) menjadi lebih kecil saat suku bunga turun.
Selain faktor inflasi, stabilitas pasar tenaga kerja AS turut menjadi perhatian. Data Nonfarm Payrolls tercatat meningkat paling besar dalam lebih dari satu tahun terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran justru turun di luar dugaan, menandakan pasar tenaga kerja tetap solid.
Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang, sebelum berpotensi memangkas suku bunga dua kali masing-masing sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar juga mencermati perkembangan negosiasi nuklir antara AS dan Iran, serta upaya diplomatik yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina. Ketidakpastian geopolitik tersebut berpotensi memicu peningkatan permintaan aset safe haven seperti emas apabila terjadi eskalasi baru.
Secara keseluruhan, harga emas masih mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik global, pembelian agresif oleh bank sentral, serta pergeseran minat investor dari obligasi pemerintah dan mata uang ke aset lindung nilai.
Dengan kombinasi faktor tersebut, pergerakan emas dalam jangka pendek diperkirakan tetap volatil, namun peluang penguatan lanjutan masih terbuka jika ekspektasi pemangkasan suku bunga kian menguat.